×

Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura yang Benar Beserta Keutamaan dan Tata Caranya

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan pertama dalam kalender Hijriah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah Tasu’a dan Asyura. Tidak heran jika menjelang tanggal 9 dan 10 Muharram, banyak orang mencari informasi mengenai bacaan niat puasa Tasu’a dan Asyura yang benar beserta keutamaan dan tata caranya.

Puasa Tasu’a dan Asyura termasuk amalan sunnah yang memiliki pahala besar. Bahkan, puasa Asyura disebut sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami niat, tata cara, dan keutamaan kedua puasa tersebut agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna.

Mengenal Puasa Tasu’a dan Asyura

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Sementara itu, puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram.

Kedua puasa ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan Nabi Musa AS. Dalam riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dan mengetahui hal tersebut, beliau turut berpuasa pada hari Asyura serta menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya. Rasulullah SAW kemudian berkeinginan untuk menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

🔖 Baca juga:
Kisah Bangkitnya Mikel Oyarzabal: Dari Cedera Parah hingga Jadi Pahlawan Gelar Juara

Dari sinilah lahir anjuran melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura secara berurutan.

Bacaan Niat Puasa Tasu’a yang Benar

Niat merupakan syarat penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunnah. Niat menjadi penanda bahwa seseorang benar-benar berniat menjalankan ibadah karena Allah SWT.

Niat Puasa Tasu’a dalam Bahasa Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma Tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya

“Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa Tasu’a sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum fajar. Namun, sebagian ulama membolehkan niat puasa sunnah dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Bacaan Niat Puasa Asyura yang Benar

Selain puasa Tasu’a, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Niat Puasa Asyura dalam Bahasa Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma ‘Asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya

“Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Niat ini dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa sunnah.

Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura

Salah satu alasan mengapa puasa Tasu’a dan Asyura sangat dianjurkan adalah karena banyaknya keutamaan yang terkandung di dalamnya.

1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Keutamaan terbesar puasa Asyura dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.

2. Menjalankan Sunnah Rasulullah SAW

Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Melaksanakannya berarti mengikuti sunnah Nabi dan mendapatkan pahala tambahan.

3. Menghidupkan Bulan Muharram dengan Ibadah

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Melaksanakan puasa pada bulan ini menjadi salah satu cara menghidupkan syiar Islam dan meningkatkan ketakwaan.

4. Menumbuhkan Rasa Syukur kepada Allah

Puasa Asyura mengingatkan umat Islam pada peristiwa besar ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya. Dengan berpuasa, seorang Muslim diajak untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan perlindungan Allah.

5. Mendapatkan Pahala yang Berlimpah

Setiap amalan sunnah yang dilakukan dengan niat ikhlas akan memperoleh balasan pahala dari Allah SWT. Semakin baik kualitas ibadah seseorang, semakin besar pula pahala yang akan diperolehnya.

Tata Cara Puasa Tasu’a dan Asyura

Secara umum, tata cara puasa Tasu’a dan Asyura sama dengan puasa sunnah lainnya.

Membaca Niat

Langkah pertama adalah membaca niat puasa Tasu’a atau Asyura sesuai dengan hari pelaksanaannya.

Makan Sahur

Meskipun hukumnya sunnah, makan sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan membantu menjaga stamina selama berpuasa.

Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, umat Islam wajib menahan diri dari:

  • Makan dan minum
  • Hubungan suami istri
  • Perbuatan yang membatalkan puasa
  • Perkataan dan tindakan yang tidak baik

Memperbanyak Amal Kebaikan

Selama berpuasa, dianjurkan untuk memperbanyak:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Berdzikir
  • Bersedekah
  • Berdoa
  • Menjaga akhlak

Berbuka Saat Matahari Terbenam

Ketika waktu Magrib tiba, umat Islam disunnahkan untuk segera berbuka puasa dan membaca doa berbuka.

Apakah Harus Puasa Tasu’a dan Asyura Sekaligus?

Pertanyaan ini sering diajukan oleh banyak umat Islam.

Para ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura tetap sah jika dilakukan hanya pada tanggal 10 Muharram. Namun, yang lebih utama adalah melaksanakan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram secara berurutan.

Tujuannya adalah mengikuti anjuran Rasulullah SAW sekaligus membedakan ibadah umat Islam dari tradisi kaum Yahudi.

Jika Terlewat Puasa Tasu’a, Apakah Masih Bisa Puasa Asyura?

Tentu saja bisa. Jika seseorang tidak sempat melaksanakan puasa Tasu’a karena alasan tertentu, ia tetap dianjurkan berpuasa pada hari Asyura.

Keutamaan puasa Asyura tetap dapat diperoleh selama puasa dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai ketentuan syariat.

Meski demikian, apabila memungkinkan, melaksanakan kedua puasa tersebut tetap menjadi pilihan terbaik.

Amalan Sunnah Lain di Bulan Muharram

Selain puasa Tasu’a dan Asyura, terdapat berbagai amalan yang dapat dilakukan untuk menambah pahala di bulan Muharram.

Memperbanyak Sedekah

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena dapat membantu sesama dan mendatangkan keberkahan.

Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an setiap hari dapat meningkatkan kualitas spiritual dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Berdzikir dan Beristighfar

Dzikir dan istighfar membantu membersihkan hati serta mendekatkan diri kepada Allah.

Menjalin Silaturahmi

Menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan kerabat juga merupakan amalan yang bernilai ibadah.

Kesimpulan

Mengetahui bacaan niat puasa Tasu’a dan Asyura yang benar beserta keutamaan dan tata caranya sangat penting bagi umat Islam yang ingin meraih keutamaan bulan Muharram.

Niat puasa Tasu’a adalah:

Nawaitu shauma Tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.

Sedangkan niat puasa Asyura adalah:

Nawaitu shauma ‘Asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Kedua puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan, terutama puasa Asyura yang dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Dengan memahami tata cara pelaksanaannya dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan, umat Islam dapat memanfaatkan bulan Muharram sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura serta mengisi bulan Muharram dengan berbagai amalan kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

penulis:chelsyaa adelia

Post Comment