SPMB Jatim 2026: Syarat, Prosedur, dan Jadwal Lengkap

SPMB Jatim 2026: Syarat, Prosedur, dan Jadwal Lengkap

Daftar Isi

Sekolapedia – 29 Mei 2026 | Proses penerimaan murid baru di Jawa Timur (Jatim) telah dimulai. Dinas Pendidikan Jatim membuka tahapan pengambilan Personal Identification Number (PIN) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menghimbau masyarakat tidak perlu terburu-buru dalam pengambilan PIN karena waktu yang disediakan masih panjang. Ia menjelaskan bahwa proses pengambilan PIN dilakukan secara daring melalui laman spmb.jatimprov.go.id dengan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sekolah asal, tanggal lahir, serta tanggal penerbitan kartu keluarga (KK), surat keterangan domisili (SKD), atau surat keterangan pindah domisili (SKPD).

Jadwal dan Prosedur

Setelah pengisian data secara daring, calon murid diwajibkan datang ke sekolah menengah atas negeri (SMAN) atau sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) terdekat sesuai rekomendasi sistem untuk proses verifikasi dan validasi data serta titik domisili.

Aries menegaskan masyarakat perlu memahami mekanisme jalur penerimaan pada SPMB 2026, khususnya jalur domisili jenjang SMA yang tetap mengutamakan nilai akademik. Ia menjelaskan bahwa terdapat perubahan tahapan pada SPMB tahun ini, yakni jalur domisili SMA dan SMK menjadi tahap pertama yang dibuka pada 11-12 Juni 2026, sedangkan jalur afirmasi berlangsung pada 17-18 Juni 2026.

🔖 Baca juga:
Bocoran Rahasia yang Dijadikan Rahasia: Mengungkap Misteri ‘Epstein Files Babies’

Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga mengumumkan jadwal pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA sederajat. Pelaksanaan TKA akan digelar pada Oktober 2026, dengan pendaftaran yang dibuka mulai 18 Agustus hingga 27 September 2026.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan bahwa pemerintah sengaja memberikan waktu pendaftaran lebih dari satu bulan agar siswa dapat menentukan mata pelajaran pilihan dengan matang. Ia menjelaskan bahwa penentuan mata pelajaran pilihan menjadi salah satu hal yang kerap membingungkan siswa SMA dan SMK.

Rahmawati juga mengumumkan perubahan skema dalam pelaksanaan TKA 2026, yakni jumlah mata uji di pelaksanaan TKA 2026. Ia menjelaskan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan TKA SMA tahun 2025 yang pesertanya banyak mengeluhkan jumlah mata uji TKA per harinya sebanyak tiga mata pelajaran.

Untuk TKA SMA sederajat 2026, pemerintah menyediakan total 69 mata pelajaran pilihan, dengan penambahan 50 mata pelajaran vokasi baru untuk siswa SMK. Setiap siswa hanya diperbolehkan memilih dua mata pelajaran pilihan.

Kesimpulan

Dengan demikian, proses penerimaan murid baru di Jawa Timur untuk tahun 2026 telah dimulai. Calon murid harus mempersiapkan diri dengan baik dan memahami mekanisme jalur penerimaan serta prosedur yang berlaku. Dengan informasi yang lengkap dan akurat, diharapkan calon murid dapat mengikuti proses penerimaan dengan lancar dan sukses.

Post Comment