Puasa Qadha Ramadhan dan Dzulhijjah: Apakah Tetap Sah?

Puasa Qadha Ramadhan dan Dzulhijjah: Apakah Tetap Sah?

Sekolapedia – 23 Mei 2026 | Bulan Dzulhijjah sudah tiba, dan umat Islam mulai berburu amalan sunah untuk mengejar pahala besar di 10 hari pertama. Namun, tidak sedikit juga yang masih memiliki utang puasa Ramadan dan bingung menentukan prioritas ibadahnya.

Menggabungkan niat puasa Dzulhijjah dengan qadha Ramadhan sudah ramai dibahas setiap tahun. Apakah puasanya tetap sah? Apakah tetap mendapat pahala puasa sunah Dzulhijjah?

Pengertian At-Tasyrik

Dalam kajian fikih, praktik menggabungkan puasa wajib dengan puasa sunah dikenal dengan istilah at-tasyrik. Maksudnya adalah menjalankan satu ibadah puasa dengan dua tujuan sekaligus.

Ulama dan Pendapatnya

Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa qadha Ramadan tetap sah dilakukan pada hari-hari puasa sunah Dzulhijjah. Yang menjadi pembahasan adalah apakah seseorang juga mendapatkan pahala puasa sunah secara penuh ketika dua niat tersebut digabungkan.

Sebagian ulama mazhab Syafi’iyah membolehkan penggabungan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunah Dzulhijjah. Pendapat ini juga difatwakan oleh Dar al-Ifta al-Misriyyah.

🔖 Baca juga:
Mengapa Banyak yang Mencari Link Download Game Sigma sebagai Alternatif Battle Royale?

Keistimewaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan agung, seperti penghapusan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Dosa yang dihapuskan berkat mengerjakan puasa Arafah adalah dosa kecil. Apabila seseorang sudah tidak memiliki dosa kecil lagi, maka diharapkan dosa besarnya dihapus.

Apakah Puasa Qadha Ramadhan dan Dzulhijjah Tetap Sah?

Menurut mayoritas ulama, puasa qadha Ramadan tetap sah dilakukan pada hari-hari puasa sunah Dzulhijjah. Namun, apakah seseorang juga mendapatkan pahala puasa sunah secara penuh ketika dua niat tersebut digabungkan, masih menjadi pembahasan.

Keputusan akhir menggabungkan niat puasa Dzulhijjah dengan qadha Ramadhan tetaplah ditentukan oleh masing-masing individu, berdasarkan pertimbangan dan keputusan sendiri.

Tetaplah melaksanakan amalan ibadah dengan penuh konsentrasi dan keyakinan, serta tidak pernah ragu untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.

Post Comment