Maarten Paes dan Timnas Indonesia: Membangun Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Sekolapedia – 28 Mei 2026 | Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia, telah menyelesaikan musim perdananya bersama Ajax Amsterdam dengan rapor yang cukup baik. Ia selalu bermain di bawah mistar gawang Ajax setidaknya dalam 13 laga beruntun, termasuk 11 pertandingan terakhir di Eredivisie dan dua laga di playoff Conference League melawan Groningen dan Utrecht.

Paes tak tergantikan selama 11 pertandingan terakhir Ajax di Eredivisie, ditambah dua laga di playoff Conference League. Meskipun kemasukan 11 kali di Eredivisie, Paes menorehkan lima kali clean sheet. Rata-rata ratingnya 7,18 per pertandingan, menjadi catatan ciamik bagi Paes.

Penampilan terkininya adalah menjadi pahlawan bagi Ajax dalam perebutan tiket ke Europa Conference League. Kiper berusia 27 tahun itu membantu timnya menang atas Utrech dalam drama adu penalti. Paes mengungkap rasa bangganya setelah menjalani debut bersama Ajax Amsterdam.

Timnas Indonesia dan Piala AFF 2026

Sementara itu, Timnas Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala AFF 2026. Pelatih John Herdman telah menanamkan fondasi besar untuk membentuk wajah baru skuad Garuda. Herdman menilai persoalan utama Timnas Indonesia selama ini terletak pada pola pikir dan keberanian bermain.

Herdman ingin mengubah paradigma tersebut lewat pendekatan yang lebih agresif dan kolektif. Ia menolak ketergantungan berlebihan pada penyerang sebagai satu-satunya sumber gol. Menurutnya, sepak bola modern menuntut seluruh pemain terlibat dalam proses menyerang.

🔖 Baca juga:
Wearable Gadget dengan Fitur Futuristik: Teknologi Pintar untuk Kesehatan dan Produktivitas

Filosofi itu menjadi inti revolusi permainan yang sedang dibangunnya di tubuh Skuad Garuda. Herdman percaya pendekatan yang lebih dinamis akan membuat Indonesia lebih kompetitif saat menghadapi lawan-lawan kuat dalam waktu dekat.

Jay Idzes dan Sassuolo

Bek andalan Sassuolo, Jay Idzes, menikmati musim perdananya berseragam I Neroverdi. Ia tak membutuhkan waktu lama untuk menembus skuad utama sejak digaet dari Venezia di awal musim ini. Serie A musim 2025/2026 baru saja berakhir, dan Jay Idzes telah menyelesaikannya dengan 35 penampilan.

Idzes telah membukukan 3.063 menit bermain dan memiliki rating rata-rata 6,49 per pertandingan. Pencapaian yang mengesankan bagi seorang rekrutan baru. Idzes menjadi pemain yang punya pengaruh besar atas performa tim, khususnya di sektor belakang.

Sassuolo menutup Serie A musim 2025/2026 dengan kekalahan dari tuan rumah Parma 0-1 dalam laga di Ennio Tardini. Jay Idzes kembali bermain dan menjadi starter, namun sayangnya, ia mendapat cedera pada menit ke-54, dan tak dapat melanjutkan permainan.

Cedera tumit ditengarai menjadi penyebab ia harus meninggalkan lapangan dan mendapat perawatan medis. Dari seluruh penampilannya musim ini, gawang Sassuolo memang jebol 43 kali. Atas kontribusi dari Jay Idzes, Sassuolo mencatat delapan pertandingan tak kebobolan alias clean sheet.

Kontribusi Idzes dan Paes bagi timnas Indonesia dan klub masing-masing merupakan langkah awal yang baik dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih agresif dan kolektif, Timnas Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif di kancah internasional.

Post Comment