Kiamat di Bernabeu: Kylian Mbappé, Sang Penjaga Piala Dunia yang Dikejar Rasa Benci

Kiamat di Bernabeu: Kylian Mbappé, Sang Penjaga Piala Dunia yang Dikejar Rasa Benci

Sekolapedia – 26 Mei 2026 | Kylian Mbappé, salah satu pemain terbaik di dunia sepak bola, telah mengalami musim yang penuh gejolak di Real Madrid. Meskipun berhasil mencetak 25 gol dalam 31 laga Liga dan memenangkan Pichichi Trophy, ia juga menjadi sorotan karena perilakunya yang dianggap individualistis dan kurang kontributif pada tim.

Perilaku Mbappé yang dianggap kurang komitmen pada tim telah menjadi sumber perdebatan di kalangan penggemar Real Madrid. Ia seringkali tidak menunjukkan kegembiraan saat teman-temannya mencetak gol, dan pernah pergi ke Sardinia sambil terluka saat timnya bermain.

Arbeloa, mantan pelatih Real Madrid, telah memberikan penghormatan kepada Mbappé dan timnya setelah mengundurkan diri dari jabatannya. Ia mengatakan bahwa Mbappé adalah pemain luar biasa dengan bakat tak tertandingi, tetapi juga mengakui bahwa ia perlu memperbaiki perilakunya.

Penggemar Real Madrid telah menunjukkan rasa benci kepada Mbappé, bahkan mengolok-oloknya saat ia mencetak gol. Hal ini telah membuat Mbappé merasa semakin isolated dan tidak dihargai oleh timnya.

Jude Bellingham, salah satu pemain muda di Real Madrid, telah memberikan penghormatan kepada Arbeloa setelah ia mengundurkan diri. Ia mengatakan bahwa Arbeloa adalah seorang pemimpin sejati dan seorang profesional yang luar biasa.

🔖 Baca juga:
Transformasi Lionel Messi Jadi ‘Binatang Buas’: Peringatan Keras Zlatan Ibrahimovic untuk Argentina

Arbeloa juga telah memberikan pujian kepada Bellingham, mengatakan bahwa ia adalah seorang pemimpin sejati dan seorang profesional yang luar biasa. Ia juga mengatakan bahwa Bellingham adalah seorang pemain yang luar biasa dengan bakat tak tertandingi.

Pertandingan terakhir Real Madrid melawan Athletic Club telah menjadi latar belakang bagi kepergian pemain-pemain seperti David Alaba dan Dani Carvajal. Meskipun kepergian Arbeloa menjadi topik utama, pertandingan itu juga menandai berakhirnya karier dua legenda klub.

Kesimpulan: Kylian Mbappé telah mengalami musim yang penuh gejolak di Real Madrid. Meskipun berhasil mencetak gol-gol luar biasa, ia juga menjadi sorotan karena perilakunya yang dianggap individualistis dan kurang kontributif pada tim. Penggemar Real Madrid telah menunjukkan rasa benci kepada Mbappé, bahkan mengolok-oloknya saat ia mencetak gol. Hal ini telah membuat Mbappé merasa semakin isolated dan tidak dihargai oleh timnya.

Post Comment