×

Inter Milan Raih Scudetto ke-21: Sejarah Baru, Pesta di San Siro, dan Catatan Pelatih Chivu

Sekolapedia – 05 Mei 2026 | Inter Milan menorehkan pencapaian bersejarah pada Minggu (3/5/2026) dengan mengamankan gelar Serie A ke-21. Kemenangan 2-0 melawan Parma di Stadion Giuseppe Meazza, yang berlangsung pada dini hari Senin (4/5/2026), memastikan tim Nerazzurri tidak dapat lagi disusul oleh rival terdekatnya. Keberhasilan ini sekaligus menandai debut gemilang pelatih baru, Cristian Chivu, yang sekaligus menambah koleksi trofi pribadi setelah pernah meraih tiga scudetto sebagai pemain.

Kemenangan Krusial Melawan Parma

Pertandingan melawan Parma menjadi penentu utama. Gol pertama dicetak Marcus Thuram pada menit tambahan pertama babak pertama (45+1′), memecah kebuntuan dan memberi Inter keunggulan psikologis. Setelah jeda, Henrikh Mkhitaryan menambah keunggulan pada menit ke-80, menutup skor 2-0. Kedua gol tidak hanya menambah tiga poin penting, melainkan juga mengukuhkan posisi Inter di puncak klasemen dengan total 82 poin.

Statistik dan Klasemen

  • Poin akhir: 82
  • Selisih poin dengan Napoli (posisi 2): 12
  • Jarak dari zona degradasi: 55 poin
  • Masih tersisa tiga pekan pertandingan

Dengan selisih 12 poin, Inter sudah memastikan gelar meski masih ada tiga pertandingan tersisa. Rival terdekat, Napoli, hanya mampu menumpuk 70 poin, menjadikan pengejaran hampir mustahil.

Peran Cristian Chivu dalam Sejarah Inter

Pelatih asal Rumania ini menempati kursi kepelatihan menggantikan Simone Inzaghi. Sebelumnya, Chivu dikenal sebagai bek tangguh yang membantu Inter meraih tiga scudetto berturut‑turut (2007/08, 2008/09, 2009/10). Dengan gelar pertama sebagai pelatih, ia menyamai pencapaian legendaris Armando Castellazzi yang pada 1930‑1938 berhasil menjadi pemain sekaligus pelatih juara. “Satu musim penuh dengan pasang surut. Pada akhirnya tim yang paling konsistenlah yang menang,” ujar Chivu dalam konferensi pers pasca‑laga.

Pesta di San Siro dan Piazza Duomo

Setelah peluit akhir, ribuan pendukung Inter mengalir ke San Siro, mengubah stadion menjadi lautan biru hitam. Suasana meriah berpadu dengan sorakan yang menggema hingga Piazza Duomo, di mana warga Milan berkumpul, menyalakan kembang api, dan melantunkan nyanyian klub. Foto-foto selebrasi menjadi viral di media sosial, menampilkan pemain utama seperti Lautaro Martínez, Romelu Lukaku, dan Alessandro Bastoni berpose bersama trofi scudetto.

🔖 Baca juga:
Drama Pasca Final Piala Dunia 2026: Sindiran Toni Kroos hingga Kontroversi Cristiano Ronaldo

Masa Depan Inter di Kompetisi Eropa

Walaupun berhasil menjuarai Serie A, Inter harus segera mengalihkan fokus ke Liga Champions. Di babak playoff, nerazzurri kalah agregat 2-5 atas Bodo/Glimt, menutup harapan melaju ke fase grup. Chivu mengakui, “Kami harus belajar dari kekalahan ini dan kembali lebih kuat di musim depan.” Targetnya jelas: kembali ke fase grup dan berjuang untuk gelar Eropa.

Secara keseluruhan, pencapaian ini menegaskan dominasi Inter Milan di kancah domestik serta membuka lembaran baru bagi pelatih muda yang sudah menorehkan prestasi sebagai pemain. Para pemain, staf, dan pendukung kini menantikan tantangan berikutnya dengan optimisme tinggi.

Post Comment