Sekolapedia – 26 Mei 2026 | Di tengah pandemi Covid-19, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tetap menunjukkan stabilitas dalam bisnis batu baranya. Sebagai anak perusahaan dari PT Adaro Energy, AADI baru saja melantai di bursa melalui mekanisme spin-off pada akhir tahun 2024.
Baru-baru ini, AADI mengumumkan total pembagian dividen sebesar 200 juta Dolar AS. Angka ini terdengar sangat masif di telinga, namun perlu dilihat dari sisi lain. Jika kita membandingkan dengan total keuntungan bersih yang berhasil dikumpulkan AADI sepanjang tahun 2025, yang mencapai 760,18 juta Dolar AS, maka AADI sebenarnya hanya membagikan sekitar 26,31 persen dari keuntungannya kepada para pemegang saham.
Analisis Dividen
Langkah pertama yang harus dievaluasi adalah rasio pembayaran dividen atau Dividend Payout Ratio (DPR). Metrik ini menunjukkan seberapa royal atau konservatif sebuah perusahaan dalam membagikan laba hasil keringat mereka selama setahun.
Jika kita melihat data dari AADI, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki kemampuan untuk membayar dividen yang cukup baik. Namun, perlu diingat bahwa dividen bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kinerja perusahaan.
Pendapatan Usaha
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menempati posisi teratas sebagai emiten dengan penjualan dan pendapatan usaha di sektor energi, dengan nilai sebesar Rp17,90 triliun atau turun 10,33% dibanding kuartal I 2025.
Daftar 10 emiten sektor energi berdasarkan nilai penjualan dan pendapatan usaha terbesar pada kuartal I 2026 antara lain:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
- PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
- PT Indika Energy Tbk (INDY)
Perlu diingat bahwa data tersebut hanya berlaku untuk kuartal I 2026 dan dapat berubah seiring waktu.
Triputra Investindo Arya melakukan penambahan jumlah kepemilikan sahamnya pada ADRO, dengan menambah 20,47 juta saham ADRO, dan mengeluarkan dana sekitar Rp45,4 miliar.
Di lantai bursa, saham ADRO sejak awal tahun 2026 ini telah menguat 27,07%. Sementara itu, selama tiga bulan terakhir, saham ADRO telah naik 7,51%.
PT Adaro Energy menyatakan, bisnis batu baranya masih berjalan normal di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19), sebab konsumen masih menjalankan kegiatan operasinya.
Pendapatan usaha AADI turun 10,33% dibanding kuartal I 2025, namun perusahaan ini tetap menunjukkan stabilitas dalam bisnis batu baranya.
Post Comment