Sekolapedia – 24 April 2026 | Pengamat sepak bola Eropa baru-baru ini menilai bahwa Indonesia masih kekurangan pemain berbakat yang dibina secara profesional di benua mereka. Kritik ini muncul bersamaan dengan penampilan dua pemain Timnas Indonesia, Dean James dan Joey Pelupessy, yang kembali menorehkan aksi di liga masing-masing pada Jumat dini hari, 24 April 2026.
Dean James di Eredivisie: Masih Menunggu Kesempatan Utama
Dean James, bek kiri yang bernaung di klub Go Ahead Eagles, kembali masuk lapangan pada menit ke‑74 melawan AZ Alkmaar. Meskipun hanya menempati posisi pengganti, ia mencatat dua aksi bertahan, satu sapuan, satu intersep, dan satu recoveries dalam 16 menit bermain. Akurasi passingnya tercatat 75 % dengan rapor 6,2 menurut data Fotmob.
Selama musim 2025/2026, James telah mengumpulkan 24 penampilan untuk Go Ahead Eagles, termasuk 18 kali sebagai starter. Klubnya kini berada di posisi ke‑11 dengan 37 poin, cukup aman untuk bertahan di Eredivisie musim depan.
Joey Pelupessy di Liga Belgia: Mengukir Jalan Menuju Promosi
Di Belgia, gelandang jangkar Joey Pelupessy menjadi andalan Lommel SK dalam semifinal playoff promosi ke Jupiler Pro League. Pada leg pertama melawan FC Liege, Lommel menang 3‑0 di Soeverein Stadion. Pelupessy bermain penuh, mencatat 69 sentuhan bola dengan akurasi passing 95 % serta tujuh aksi bertahan, satu intersep, dan delapan recoveries.
Usianya yang kini 32 tahun tidak menghalangi kontribusinya yang signifikan. Performa tersebut menjadi bukti bahwa pemain Indonesia masih mampu bersaing di level kompetisi Eropa, meski jumlah mereka masih terbatas.
Analisis Pengamat Eropa
Para pengamat menyoroti bahwa infrastruktur pembinaan di Indonesia belum menghasilkan aliran konstan pemain berbakat yang siap menembus pasar Eropa. Mereka mencatat bahwa, dibandingkan dengan negara‑negara Asia lainnya, Indonesia masih kurang memiliki akademi yang terstandarisasi serta jaringan scouting yang luas.
Namun, keberhasilan James dan Pelupessy memberikan sinyal positif. Kedua pemain tersebut tidak hanya menyesuaikan diri dengan taktik klub, tetapi juga menunjukkan statistik individu yang kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dukungan pembinaan yang tepat, lebih banyak pemain Indonesia berpotensi menembus liga‑liga top Eropa.
Data Pasar dan Prospek Masa Depan
- Dean James: 24 penampilan, 18 sebagai starter, rapor 6,2, passing 75 %.
- Joey Pelupessy: 69 sentuhan, passing 95 %, 7 aksi bertahan di satu pertandingan playoff.
- Nilai pasar pemain Indonesia di Eropa terus naik, dengan beberapa bintang meraih nilai transaksi hingga ratusan miliar rupiah.
Ke depan, federasi dan klub domestik diharapkan meningkatkan program akademi, memperkuat kerja sama dengan klub Eropa, serta memberikan lebih banyak kesempatan bagi talenta muda untuk berlatih di luar negeri.
Dengan memperhatikan catatan performa pemain Indonesia di Eropa, khususnya pemain Indonesia di Eropa seperti Dean James dan Joey Pelupessy, harapan akan munculnya generasi baru yang lebih siap bersaing di panggung internasional menjadi lebih realistis.
Kesimpulannya, meski pengamat Eropa menilai masih terbatasnya jumlah pemain berbakat, aksi terbaru James dan Pelupessy menegaskan bahwa kualitas ada. Investasi pada pembinaan dan eksposur internasional menjadi kunci untuk memperbanyak pemain Indonesia di Eropa dalam beberapa tahun mendatang.

Post Comment