Dedi Mulyadi Ditantang Wagub Kalbar soal Perbaikan Jalan, Gubernur Jabar Beri Respons Adem

Sekolapedia – 22 April 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah menerima tantangan dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) terkait upaya perbaikan jalan di provinsi tersebut. Wagub Kalbar menilai bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah provinsi belum cukup agresif untuk mengatasi kerusakan infrastruktur yang mengganggu mobilitas warga. Di tengah tekanan tersebut, Dedi Mulyadi menanggapi dengan nada tenang namun tegas, menegaskan komitmen pemerintah Jawa Barat dalam mendukung perbaikan jalan di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

Tantangan Wagub Kalbar atas Perbaikan Jalan

Wagub Kalbar menyoroti sejumlah proyek perbaikan jalan yang mengalami penundaan, menimbulkan keluhan dari masyarakat setempat. Ia menuntut agar Dedi Mulyadi, yang dikenal sebagai sosok aktif dalam masalah infrastruktur, dapat memberikan dukungan konkret berupa alokasi dana, tenaga teknis, serta koordinasi lintas daerah. Menurutnya, kerusakan jalan bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Respons Adem Gubernur Jawa Barat

Dedi Mulyadi menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan diplomatis. Ia menegaskan bahwa pemerintah Jawa Barat selalu membuka pintu kerja sama antar provinsi, terutama dalam hal pertukaran best practice dan dukungan teknis. “Kami siap membantu Kalbar dengan pengalaman kami dalam memperbaiki jalan provinsi, namun setiap daerah memiliki karakteristik masing‑masing yang harus dipertimbangkan,” ujar Dedi dalam konferensi pers.

Selain itu, Dedi menambahkan bahwa fokus utama pemerintahnya saat ini adalah meningkatkan kualitas kebersihan dan penataan ruang publik di Bandung, yang secara tidak langsung mendukung kelancaran transportasi. Ia menyoroti angka 1.500 penyapu jalan yang saat ini beroperasi di Bandung, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap kebersihan kota.

Langkah Kebersihan di Bandung: 1.500 Penyapu Jalan yang Dipertanyakan

Gubernur Dedi Mulyadi mengkritik efektivitas kerja para petugas kebersihan di Bandung. Menurutnya, dengan jumlah 1.500 orang, setiap penyapu seharusnya dapat mengelola area sekitar 300 meter secara optimal. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya, dengan banyak petugas yang hanya menandatangani laporan tanpa benar‑benar melaksanakan tugas.

🔖 Baca juga:
Head to Head Inggris vs Norwegia Terbaru: Menakar Kekuatan Sejarah dan Inspirasi Rekonsiliasi Kolektif Bangsa Indonesia

Untuk memperbaiki situasi, Dedi mengumumkan tiga langkah strategis:

  • Penambahan 100 petugas kebersihan tambahan yang akan ditempatkan di area kritis kota Bandung.
  • Pengalihan pengelolaan sebagian jalan kota kepada pemerintah provinsi, sehingga standar kebersihan dapat terjaga secara konsisten.
  • Pemetaan ulang wilayah kerja tiap penyapu, memastikan setiap orang menangani area tidak lebih dari 300 meter.

Ia juga mencontohkan keberhasilan program kebersihan di jalan provinsi, khususnya ruas Lembang‑Setiabudi, yang telah menunjukkan perbaikan nyata berkat koordinasi antara dinas lingkungan hidup dan tim kebersihan provinsi.

Harapan Kedepan dan Kerja Sama Lintas Provinsi

Dedi menegaskan bahwa upaya perbaikan jalan di Kalbar dan kebersihan di Bandung tidak dapat dipisahkan dari sinergi antar‑pemda. Ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi pelaksanaan proyek infrastruktur dan kebersihan.

Dengan menambahkan tenaga kebersihan dan mengoptimalkan distribusi kerja, Dedi optimis Bandung akan mencapai standar kebersihan yang dapat dirasakan oleh seluruh warga dalam satu bulan ke depan. Sementara itu, ia tetap membuka kanal dialog dengan Wagub Kalbar untuk memastikan bahwa dukungan teknis dan finansial dapat segera diwujudkan.

Secara keseluruhan, tantangan yang dihadapi Dedi Mulyadi mencerminkan dinamika kompleks antara kebutuhan infrastruktur, kebersihan publik, dan harapan masyarakat. Responsnya yang tetap tenang namun tegas diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemimpin lain dalam menangani isu serupa di seluruh Indonesia.

Post Comment