×

Waspada! Wilayah NTT Sedang “Duduk” di Atas Rentetan Gempa, Ini Info Lengkapnya

Halo warga Nusa Tenggara Timur dan pembaca sekalian! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga teman-teman di sana selalu dalam keadaan aman dan baik-baik saja ya.

Kali ini kita mau bahas sesuatu yang cukup serius tapi perlu kita ketahui bersama, yaitu soal aktivitas seismik alias gempa bumi yang belakangan ini lagi sering mampir di wilayah NTT. Memang, kita tahu bersama kalau wilayah Indonesia, khususnya NTT, punya karakter geologis yang unik. Tapi, dalam satu minggu terakhir ini, Bumi di sana sepertinya sedang cukup “aktif” bergerak.

Berdasarkan laporan terbaru dari teman-teman di BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), ada beberapa titik di NTT yang baru saja diguncang gempa secara beruntun. Yuk, kita bedah satu per satu kronologinya biar kita semua makin waspada dan tidak gampang termakan hoaks.

baca juga: Gila Banget! Ditemukan Kurma “Fosil” Berusia 100 Tahun dalam Kantong Kulit, Pas Dibuka Isinya Bikin Melongo!

Rangkaian Gempa Sepekan Terakhir: Apa yang Terjadi?

Kalau kita perhatikan data dari BMKG, sepertinya wilayah NTT sedang mengalami serangkaian aktivitas tektonik. Gempa ini tidak terjadi di satu titik saja, melainkan menyebar di beberapa lokasi yang berbeda.

🔖 Baca juga:
Warga Jakarta ‘Mandi’ di Jeriken, Ini Penyebabnya

Paling fresh dari oven, yaitu pada hari ini, Sabtu, 7 Maret 2026. Sekitar pukul 03:51 WIB pagi tadi, warga di sekitar Borong, Kabupaten Manggarai Timur, merasakan guncangan gempa dengan magnitudo 4,7. Kalau dilihat dari data BMKG, posisi pusat gempanya ada di koordinat 9.08 Lintang Selatan dan 120.17 Bujur Timur. Jaraknya sekitar 61 km dari pusat kota dengan kedalaman yang cukup dangkal, yaitu 10 km.

Sebelumnya, kalau kita mundur sedikit ke tanggal 5 Maret 2026, wilayah Alor juga sempat bergoyang. Berdasarkan informasi dari Tribratanews.polri.go.id, gempa di Alor ini bermagnitudo 4,2. Pusat getarannya berada cukup jauh di laut, sekitar 163 km timur laut Alor, dengan kedalaman yang sangat dalam, yakni 509 km. Mungkin karena kedalamannya yang dalam ini, dampaknya di permukaan jadi tidak terlalu terasa ekstrem dibandingkan gempa dangkal.

Lalu, kalau kita tarik lagi ke awal bulan, tepatnya Minggu, 1 Maret 2026, wilayah Sumba Timur sudah lebih dulu merasakan getaran. Laporan dari Media Indonesia menyebutkan ada gempa dengan magnitudo 4,4 yang berpusat di daratan, tepatnya 26 kilometer tenggara Lewa dengan kedalaman 32 kilometer.

Penjelasan Ahli dan Kondisi di Lapangan

Mungkin teman-teman bertanya, “Kenapa sih gempa sering banget akhir-akhir ini?”

Nah, Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Bapak Arief Tyastama, sempat memberikan penjelasan terkait gempa di Sumba Timur beberapa waktu lalu. Beliau menjelaskan kalau gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang ada di wilayah tersebut. Warga sempat merasakan getaran dengan skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity).

Buat yang belum tahu, skala IV MMI itu artinya guncangan dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, beberapa orang sampai terbangun kalau sedang tidur, dan jendela atau pintu sampai berderik. Namun, kabar baiknya, sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan yang berarti akibat rangkaian gempa tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut,” ujar Pak Arief dalam keterangan tertulisnya. Ini tentu menjadi sedikit angin segar di tengah kabar gempa yang bertubi-tubi.

Data Ringkasan Aktivitas Gempa NTT (Maret 2026)

Biar lebih gampang dipahami, berikut adalah rangkuman aktivitas gempa yang terjadi di NTT selama Maret 2026 ini:

Lokasi Pusat GempaWaktu Kejadian (WIB)MagnitudoKedalaman
Barat Daya Borong07 Maret 2026, 03:514.710 Km
Timur Laut Alor05 Maret 2026, 08:434.2509 Km
Tenggara Lewa, Sumba01 Maret 2026, 06:254.432 Km

baca juga: Masjid Asmaul Yusuf Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Semarakkan Malam Ramadan dengan Salat Tarawih Berjamaah

Pesan Penting: Tetap Tenang dan Waspada

Melihat rangkaian kejadian ini, tentu kita tidak boleh panik berlebihan, tapi juga tidak boleh menganggap enteng. BMKG sudah berulang kali mengingatkan kita semua, khususnya warga NTT, untuk tetap tenang.

Jangan mudah termakan berita atau “broadcast” di grup WhatsApp yang sumbernya tidak jelas. Kalau ada informasi soal gempa, selalu pastikan kalian mengecek kanal resmi BMKG, baik itu di situs resmi, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial terverifikasi mereka.

Selain soal gempa, BMKG juga memberikan pengingat tambahan nih buat kita semua. Tahun 2026 ini diprediksi akan menjadi tahun yang cukup kering. Dengan kondisi cuaca yang lebih kering, risiko bencana lain seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jadi makin tinggi. Jadi, mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap guncangan gempa maupun potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

penulis: ridho

Post Comment