Pernah nggak sih kamu lagi asyik scrolling di marketplace, terus nemu produk yang klaimnya “ajaib banget”? Misalnya nih, krim yang bisa bikin kulit putih dalam semalam, jamu yang klaimnya bisa nurunin berat badan puluhan kilo tanpa olahraga, atau obat kuat yang harganya murah banget. Kalau pernah, kamu harus lebih waspada. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru saja membongkar fakta yang bikin merinding tentang betapa luasnya peredaran produk ilegal di dunia maya kita.

Sepanjang tahun 2025, BPOM melakukan “patroli siber” besar-besaran. Hasilnya? Jangan kaget ya, ditemukan 197.725 tautan (link) penjualan obat dan makanan yang ilegal alias nggak sesuai aturan di berbagai marketplace favorit kita. Ini bukan cuma soal satu atau dua akun nakal, tapi ribuan akun yang dengan santainya berjualan produk tanpa izin edar resmi.

Mengapa Angka Ini Sangat Mengkhawatirkan?

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, membeberkan kalau temuan ini didominasi oleh kosmetik ilegal dengan jumlah mencapai 73.722 tautan. Setelah itu, diikuti oleh obat bahan alam (39.386 tautan), obat-obatan medis (35.984 tautan), pangan olahan (32.684 tautan), dan suplemen makanan (15.949 tautan).

Bayangkan, total produk yang terlibat dalam temuan ini mencapai 34,8 juta produk! Ini meliputi produk lokal maupun impor yang datang dari berbagai negara, seperti China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Thailand, hingga Malaysia. Langkah tegas BPOM untuk melakukan takedown terhadap ribuan tautan ini disebut-sebut berpotensi menyelamatkan perekonomian kita dari kerugian hingga Rp 49,82 triliun, sekaligus melindungi sekitar 6,95 juta masyarakat Indonesia dari paparan produk berbahaya.

Kenapa Produk Ilegal Itu Berbahaya?

Banyak orang terjebak membeli produk ini karena tergiur harga murah atau “efek instan” yang dijanjikan. Padahal, produk ilegal itu seperti bom waktu.

Baca Juga : Jadwal dan Cara Daftar

  1. Tidak Ada Jaminan Keamanan: Produk tanpa izin edar tidak pernah diuji oleh laboratorium negara. Kita nggak tahu apa isinya, apakah dibuat di tempat higienis atau di gudang kotor, dan apakah komposisinya berbahaya.
  2. Bahan Kimia Obat (BKO): Ini yang paling ngeri. Banyak jamu atau suplemen pelangsing yang diam-diam dicampur obat keras seperti sibutramin (untuk pelangsing) atau tadalafil/sildenafil (untuk obat kuat). Efek sampingnya? Bisa bikin jantung berdebar, kerusakan ginjal, sampai stroke.
  3. Bahan Kosmetik Berbahaya: Krim wajah ilegal sering kali mengandung merkuri atau hidrokuinon dosis tinggi yang bisa bikin kulit rusak permanen, iritasi, bahkan gangguan organ dalam karena terserap lewat pori-pori.

Daftar “Hitam” yang Sering Beredar

BPOM sudah menginventarisasi 10 produk per kategori yang paling laris namun ilegal dan berbahaya. Berikut adalah rangkuman produk-produk yang harus kamu hindari:

1. Obat Tanpa Izin Edar (TIE): Hati-hati dengan produk yang sering muncul di toko online seperti Pi Kang Wang, Swiss Paris Lotion, Cream BL, obat kuat seperti USA Viagra MMC, Viagra asal Amerika, Nangen Zengzhangsu, hingga vitamin seperti Bronson Vitamin K2 + D3. Kebanyakan dari produk ini tidak punya nomor izin edar BPOM yang valid.

2. Obat Bahan Alam (Jamu) dengan Bahan Kimia Obat: Ini yang paling banyak memakan korban. Misalnya:

  • Jamu/Ramuan: Ramuan China Buah Merah Papua (mengandung parasetamol/kafein), Zudaifu (mengandung klobetasol), Samyun Wan (mengandung siproheptadin), hingga Tawon Serbuk (mengandung diklofenak).
  • Efeknya: Bahan kimia ini kalau dikonsumsi sembarangan tanpa resep dokter bisa merusak lambung dan ginjal secara pelan tapi pasti.

3. Obat Kuasi & Produk Kesehatan Luar: Produk seperti Lumbar Spine Cooling Gel, Peppermint Field Black Inhaler, Minyak Angin Cap Ikan Emas, hingga Roihi Tsuboko banyak yang dijual tanpa izin edar resmi. Walaupun dipakai di luar, kalau produknya tidak terdaftar, keamanannya tidak bisa dijamin.

Baca Juga :Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perak Fighter of Road to PON Beladiri 2025

4. Suplemen Kesehatan:

  • Dr LSW Whitening Glutathione, Glutacid, Glumony, Legendairy Milk Milkapalooza, Pinky Pelangsing (mengandung sibutramin yang dilarang!), hingga Vimax Capsule (mengandung tadalafil). Banyak dari produk ini diklaim “herbal” atau “aman”, padahal diam-diam mengandung obat keras.

5. Kosmetik:

  • Cream Racikan Farmasi, Body Whitening Super, Toner Pelicin Ekstrak Lemon (mengandung hidrokuinon), hingga lip glaze atau masker wajah seperti Myho Glitter Eyeshadow dan Meidian Green Mask Stick. Produk kosmetik tanpa izin edar seringkali mengandung bahan yang bikin kulit iritasi parah.

6. Pangan Olahan:

  • Hati-hati dengan permen seperti Soloco Candy dan Akiyo Candy yang sering mengandung tadalafil. Juga produk makanan populer seperti Milo Malaysia yang tidak memiliki izin edar resmi di Indonesia, serta Kerry Cheese Powder dan Susu Walet.

Bagaimana Cara Tetap Aman?

BPOM bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesia E-Commerce Association (idEA) untuk terus melakukan takedown akun-akun nakal ini. Tapi, peran konsumen (kita semua!) tetap yang utama.

Tips Aman Sebelum Klik ‘Beli’:

  1. Cek KLIK: Selalu ingat Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
  2. Cek BPOM via Website: Buka situs cekbpom.pom.go.id. Masukkan nama produk atau nomor izin edar yang ada di kemasan. Kalau tidak muncul, jangan dibeli!
  3. Jangan Tergiur Harga: Kalau ada produk yang klaimnya bisa menyembuhkan penyakit kronis atau bikin kurus/putih dengan harga murah, hampir bisa dipastikan itu produk ilegal.
  4. Beli di Toko Resmi: Usahakan beli di Official Store atau toko yang punya rating tinggi dan reputasi jelas.
  5. Jadilah Pembeli Pintar: Jangan gampang percaya dengan testimoni di kolom komentar yang kadang bisa direkayasa oleh penjual.

Kesehatanmu jauh lebih berharga daripada janji manis hasil instan dari produk yang tidak jelas asalnya. Mari kita lebih teliti dan jangan ragu untuk melaporkan kalau kamu menemukan produk yang mencurigakan di marketplace. Dengan menghindari produk ilegal, kita juga sedang membantu menekan angka peredaran produk berbahaya di Indonesia.

Jadi, sebelum checkout keranjang belanjaanmu besok, luangkan waktu sebentar ya untuk mengecek apakah produk itu sudah aman atau belum. Tetap sehat, tetap cerdas, dan belanja online dengan bijak!

Penulis : Reyfen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *