Bagi banyak orang, telur adalah menu penyelamat yang praktis dan penuh nutrisi. Tapi, seorang ibu di Inggris baru saja mengalami kejadian yang bikin kapok. Saat ia memecahkan telur di atas wajan, bukannya kuning telur yang cantik, eh, malah muncul cairan berwarna merah muda!
Ternyata, itu bukan telur “edisi spesial” atau aesthetic, melainkan tanda bahaya.
Kenapa Bisa Berwarna Pink?
Setelah ditelusuri, ternyata perubahan warna ini adalah ulah bakteri bernama Pseudomonas. Bakteri ini mengeluarkan pigmen warna merah muda atau fluorescent yang jadi bukti kalau telur tersebut sudah mengalami pembusukan.
Baca Juga : Kapan Mulai Puasa Ramadan 2026?
Bahaya kalau Nekat Dikonsumsi
Jangan sesekali mencoba “tapi masih bisa dimakan, kan?” ya! Mengonsumsi telur yang sudah terkontaminasi bakteri Pseudomonas bisa bikin kamu kena masalah kesehatan serius, mulai dari sakit kepala, pembengkakan, sampai risiko pneumonia.
Bedanya dengan Telur “Biasanya”
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) punya panduan simpel buat ngecek kualitas telur kamu:
- Putih telur keruh: Masih segar, jangan khawatir!
- Putih telur jernih/encer: Tandanya telur sudah mulai “berumur” (tidak terlalu segar lagi).
- Putih telur berwarna pink/merah muda: BUANG! Ini tandanya sudah busuk karena bakteri.
Pesan Moral di Dapur
Kejadian yang menimpa ibu tersebut jadi pengingat buat kita semua: selalu perhatikan kualitas bahan makanan sebelum dimasak. Kalau kamu melihat keanehan pada warna, aroma, atau tekstur telur—lebih baik jangan ambil risiko. Langsung buang saja daripada berakhir di rumah sakit, kan?
Penulis : Reyfen


Post Comment