Telur memang jadi menu andalan karena praktis dan bergizi. Tapi, seorang ibu di Inggris baru saja mengalami kejadian yang bikin kapok. Saat ia memecahkan telur di atas wajan, bukannya kuning telur yang normal, eh, malah muncul cairan berwarna merah muda!
Ternyata, itu bukan telur “edisi spesial” atau aesthetic, melainkan tanda bahaya.
Kenapa Bisa Berwarna Pink?
Setelah ditelusuri, ternyata perubahan warna ini adalah ulah bakteri bernama Pseudomonas. Bakteri ini menghasilkan pigmen warna merah muda atau fluorescent yang jadi bukti kalau telur tersebut sudah mengalami pembusukan.
Bahaya kalau Nekat Dikonsumsi
Jangan sesekali berpikir “sayang kalau dibuang” ya! Mengonsumsi telur yang sudah terkontaminasi bakteri Pseudomonas bisa bikin kamu kena masalah kesehatan serius, mulai dari sakit kepala, pembengkakan, sampai risiko pneumonia.
Baca Juga : Jadwal dan Cara Daftar
Baca juga:Latihan Contoh Soal Teorema De Moivre Untuk Bilangan Kompleks Disertai Pembahasan
Cara Membedakan Kualitas Telur
Menurut panduan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kita bisa mengenali kualitas telur dari tampilan putih telurnya:
- Putih telur keruh: Masih segar, aman banget!
- Putih telur jernih/encer: Tandanya telur sudah mulai “berumur” (tidak terlalu segar lagi).
- Putih telur berwarna pink/merah muda: LANGSUNG BUANG! Ini tanda mutlak kalau telur sudah busuk karena bakteri.
Pesan Moral di Dapur
Kejadian yang menimpa ibu tadi jadi pengingat buat kita semua: selalu perhatikan kualitas bahan makanan sebelum dimasak. Kalau kamu melihat keanehan pada warna, aroma, atau tekstur telur—lebih baik jangan ambil risiko. Langsung buang saja daripada harus berakhir di rumah sakit, kan?
Penulis : Reyfen


Post Comment