Teh Manis Saat Buka Puasa: Kenikmatan yang Harus Punya Aturan Main

Halo, Sobat Pejuang Puasa! Gimana nih rasanya memasuki hari-hari awal Ramadan 2026? Pasti salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah suara azan Magrib, kan? Nah, biasanya di atas meja makan sudah tersedia “bintang utama” yang selalu muncul sebagai pembuka: Teh Manis.

Entah itu teh manis hangat yang aromanya menenangkan atau teh manis dingin dengan es batu yang bikin tenggorokan langsung adem, minuman ini memang kayak punya sihir tersendiri. Rasanya, belum “sah” kalau buka puasa belum teguk teh manis. Tapi, pernah nggak sih kalian kepikiran, sehat nggak sih kebiasaan ini kalau dilakukan setiap hari selama 30 hari penuh?

Dilansir dari Detik Health, kali ini kita bakal mengupas tuntas polemik “Teh Manis saat Buka Puasa” bersama pakar gizi klinik, dr. Davie Muhammad, SpGK. Kita akan bedah apakah suhu airnya berpengaruh, berapa takaran gula yang aman, dan apa saja alternatif yang jauh lebih ramah buat tubuh kita. Yuk, baca sampai habis biar puasamu tetap segar dan bugar!

Baca Juga : Zakat Fitrah: Panduan Santai Biar Ibadah Makin Berkah dan Enggak Keliru

Mitos atau Fakta: Teh Manis Hangat vs. Dingin?

Ada satu perdebatan klasik yang sering terjadi di meja makan: “Mending mana, teh manis hangat atau dingin buat buka puasa?”

🔖 Baca juga:
Tata Cara Sholat Malam Lailatul Qadar: Panduan Ibadah Lengkap Senin 16 Maret 2026

Sebagian orang percaya kalau teh hangat lebih “aman” buat lambung yang seharian kosong. Sebagian lagi merasa teh es lebih efektif mengusir haus yang luar biasa. Nah, menurut dr. Davie Muhammad, SpGK, sebenarnya suhu teh itu tidak terlalu memengaruhi jumlah kalorinya.

“Yang menjadi pembedanya adalah seberapa banyak gula yang digunakan untuk teh tersebut,” ujar dr. Davie.

Jadi, mau kamu minum teh pakai es batu segunung atau pakai air panas mendidih, kalau jumlah gula yang kamu masukin sama, ya kalorinya tetap sama. Artinya, suhu itu cuma soal preferensi personal dan kenyamanan perut saja. Tidak ada bukti medis yang bilang kalau teh dingin secara otomatis jadi “jahat” dan teh hangat secara otomatis jadi “obat”. Kunci utamanya adalah si pemanisnya itu sendiri.

Jebakan “Gula Tambahan” dan Efeknya ke Tubuh

Seringkali, saat buka puasa kita merasa sangat haus dan lapar, akhirnya kita “balas dendam” dengan membuat teh manis yang gulanya sampai kelihatan mengendap di dasar gelas. Nah, inilah yang menurut dr. Davie harus kita waspadai.

Setiap tambahan satu sendok makan gula pasir mengandung sekitar 45-50 kalori. Kalau kita pakai 3 sendok saja, sudah ada 150 kalori murni dari gula. Belum lagi kalau ditambah sirup, kental manis, atau gorengan yang kita makan bareng teh itu.

Apa yang terjadi pada tubuh kita kalau asupan gula melonjak drastis saat buka puasa?

  1. Lonjakan Gula Darah Mendadak (Spike): Tubuh yang seharian kosong, tiba-tiba mendapatkan “tsunami” glukosa dari teh manis. Pankreas harus bekerja ekstra keras memproduksi insulin dalam jumlah besar secara cepat.
  2. Efek Sugar Crash: Karena gula darah naik drastis, dia juga bakal turun drastis (drop). Inilah yang bikin kita merasa ngantuk luar biasa, lemas, dan mendadak lapar lagi padahal baru saja berbuka.
  3. Sulit Fokus: Efek sugar crash ini sering jadi alasan kenapa banyak orang merasa ngantuk saat salat Tarawih. Bukannya khusyuk, malah menahan kantuk gara-gara efek teh manis tadi.

Berapa Sih Batas Aman Gula Harian?

Nah, sekarang pertanyaannya, boleh nggak sih tetap minum teh manis? Jawabannya: boleh, asal tidak berlebihan.

Menurut dr. Davie Muhammad, anjuran asupan gula tambahan untuk orang dewasa dalam satu hari itu sekitar 4 sendok makan atau setara dengan 50 gram gula per hari.

Ingat ya, 50 gram itu bukan cuma buat teh manis buka puasa, tapi total dari semua yang kamu makan seharian—termasuk gula dalam nasi, lauk, camilan, atau minuman manis lainnya. Jadi, kalau kamu sudah habiskan 3 sendok makan gula di segelas teh buka puasa, jatah gulamu buat seharian sudah hampir ludes!

Alternatif Sehat: Cara “Pro” Membatalkan Puasa

Kalau kita ingin buka puasa dengan cara yang lebih sehat dan memberikan energi yang stabil, dr. Davie punya saran yang sangat baik: Kembali ke Sunnah dan Alam.

1. Buah Kurma

Kurma adalah “superfood” alami buat buka puasa. Kenapa? Karena kurma mengandung gula alami (fruktosa dan glukosa) yang bisa langsung diserap tubuh untuk mengembalikan energi. Selain itu, kurma kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Serat inilah yang membuat energi dari kurma dilepaskan secara perlahan, sehingga tidak membuat gula darah melonjak drastis.

“Berbuka puasa dengan kurma 3-4 butir sudah cukup mengembalikan energi awal setelah berpuasa,” jelas dr. Davie. Ini jauh lebih baik daripada teh manis karena kamu langsung dapat nutrisinya, bukan cuma kalori kosong.

Baca Juga : Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perak Fighter of Road to PON Beladiri 2025

2. Buah Potong Kaya Air

Selain kurma, kamu bisa mulai berbuka dengan buah yang tinggi kadar airnya, seperti semangka, melon, atau jeruk. Buah-buah ini membantu hidrasi tubuh setelah belasan jam tidak minum. Rasanya yang segar memberikan sensasi puas tanpa perlu tambahan gula berlebih.

Tips Tetap Bisa Minum Teh Manis Tanpa Rasa Bersalah

Bagi Sobat yang benar-benar tidak bisa lepas dari teh manis saat buka puasa, jangan sedih! Kamu tetap bisa kok menikmati teh manis dengan cara yang lebih bijak:

  • Kurangi Takaran Gula Secara Bertahap: Kalau biasanya pakai 3 sendok, cobalah minggu ini pakai 2 sendok. Minggu depan, coba 1,5 sendok. Lidah kita itu punya kemampuan adaptasi, lama-lama kamu bakal merasa teh dengan sedikit gula pun sudah cukup manis.
  • Gunakan Pemanis Alami: Kalau punya stok madu atau pemanis berbasis stevia, itu bisa jadi alternatif buat kamu yang ingin rasa manis tapi dengan kalori lebih rendah.
  • Jadikan Teh Sebagai Pendamping, Bukan Utama: Minumlah segelas air putih hangat terlebih dahulu untuk membasahi tenggorokan dan mengisi cairan tubuh yang hilang. Setelah itu, baru deh minum teh manis dalam porsi kecil (gelas kecil).
  • Hindari Menambah Pemanis Lain: Seringkali kita minum teh manis yang sudah dikasih kental manis atau sirup. Cukup pilih satu saja, teh manis dengan gula pasir biasa sudah jauh lebih baik daripada teh manis dengan tambahan sirup yang pekat.

Kesimpulan: Puasa Sehat, Ibadah Lancar

Buka puasa memang momen yang membahagiakan, tapi jangan sampai momen ini jadi “bumerang” buat kesehatan kita. Teh manis tidak jahat selama kita tidak menjadikannya satu-satunya sumber energi saat berbuka. Ingat, gula yang berlebihan hanya akan membuat tubuhmu lebih lelah, lebih ngantuk, dan lebih gampang lapar.

Mari kita coba gaya hidup baru di Ramadan 2026 ini: mulai buka puasa dengan air putih dan kurma, lalu kalau memang masih ingin teh manis, buatlah sendiri di rumah dengan takaran gula yang dikontrol. Kamu bakal ngerasain bedanya: energi lebih stabil, salat Tarawih nggak ngantuk, dan berat badan pun lebih terjaga sampai hari kemenangan nanti.

Semoga informasi dari dr. Davie Muhammad ini bermanfaat buat kamu dan keluarga. Selamat berbuka puasa dengan pilihan yang lebih bijak, Sobat!

Penulis : Reyfen

Post Comment