Sekolapedia – 17 Maret 2026 | Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, kembali menjadi sorotan publik setelah timnya terpaksa berbagi poin melawan Dewa United pada laga tunda pekan ke‑25 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu, 15 Maret 2026. Skor 1‑1 itu tidak hanya menambah daftar hasil imbang Persija di kandang, melainkan juga memicu keluhan tajam dari sang pelatih terkait kualitas rumput stadion yang dianggap sangat menghambat permainan.
Lapangan JIS Dinilai Tidak Ideal
Dalam sesi konferensi pers sesudah laga, Souza menyatakan bahwa kedua tim memiliki kualitas teknis yang tinggi, namun tidak mampu mengeksekusi peluang karena kondisi lapangan yang “tidak ideal”. Ia mencontohkan perbandingan hasil Persija di JIS dengan hasil di kandang lawan seperti Bali United, Malut United, dan Dewa United. “Di sini kami kehilangan poin saat bertemu Bali United, padahal di kandang Bali kami menang. Hal yang sama terjadi terhadap Malut United dan Dewa United,” ujar Souza. Menurutnya, Persija kehilangan enam poin penting di JIS selama beberapa pertemuan terakhir.
Analisis Teknis Terganggu
Souza menegaskan bahwa kondisi rumput yang tidak merata menyulitkan kontrol bola, sehingga analisis taktik menjadi “sangat terbatas”. “Tidak bisa mengontrol bola dengan baik sudah menjadi tantangan besar. Karena itu saya tidak dapat menilai masalah teknis tim secara akurat,” katanya. Ia menambah bahwa meski timnya menampilkan permainan kompetitif, kualitas pertandingan tetap “tidak indah” dan “buruk” akibat permukaan lapangan.
Sudut Pandang Positif Meski Skor Tidak Memuaskan
Meski mengkritik fasilitas, Souza tetap menekankan bahwa Persija tampil lebih baik dibanding lawan. “Tidak ada tim yang datang dan lebih baik dari kami. Bahkan hari ini kami lebih baik dari Dewa United,” ujarnya. Pelatih asal Brasil menolak menilai performa hanya dari hasil akhir, melainkan dari proses permainan. Ia menantang pengamat untuk menemukan satu pertandingan di mana tim lawan lebih unggul secara keseluruhan.
Respons Terhadap Kritik Suporter
Kritik keras dari The Jakmania dan komentar di media sosial tidak membuat Souza mundur. Ia menyatakan bahwa kekecewaan suporter dirasakan pula oleh pemain dan staf. “Saya merasakan rasa sakit yang sama dengan suporter karena kami bekerja setiap hari di bawah terik maupun hujan,” kata Souza. Ia menegaskan fokusnya tetap pada hal‑hal yang dapat dikendalikan, yakni persiapan tim dan analisis performa, bukan opini publik.
Langkah Selanjutnya
Setelah hasil imbang tersebut, Persija berada di posisi ketiga klasemen dengan 52 poin, terpaut enam poin dari pemimpin Persib Bandung. Tim Souza akan berupaya bangkit pada pekan ke‑26 melawan Bhayangkara FC. Pelatih menegaskan bahwa tim akan “bekerja hingga akhir musim” dan tidak akan terlarut dalam kekecewaan.
Kesimpulannya, kritik Souza terhadap kualitas rumput JIS menyoroti masalah infrastruktur yang dapat memengaruhi kualitas kompetisi, sementara sikapnya yang tetap optimis menunjukkan tekad untuk memperbaiki hasil di pertandingan-pertandingan berikutnya. Dengan dukungan suporter dan perbaikan kondisi lapangan, Persija diharapkan dapat kembali meraih tiga poin di laga selanjutnya.



Post Comment