Santri Melek Robotik dan AI

Bukan cuma ngaji, para santri di sini ternyata jago bikin robot. Salah satu yang bikin Gibran tertarik adalah robot pengalir air wudhu otomatis. Bayangin, mau wudhu saja sekarang sudah dibantu teknologi biar lebih praktis dan efisien.

Selain robot wudhu, ada beberapa “mainan” canggih lainnya yang dipamerkan:

  • Robot Humanoid: Robot yang bisa jalan pakai dua kaki.
  • Robot Sumo: Siap tanding dorong-dorongan di arena.
  • Robot Pemain Bola: Yang ini sudah siap buat diajak kompetisi.

Gibran juga sempat melihat para santriwati yang lagi asyik ulik teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurut beliau, paket lengkap itu adalah santri yang akhlaknya oke, ngajinya jago, tapi juga melek teknologi.

baca juga:7 Tips Mudik Nyaman Saat Puasa Agar Tetap Sehat

🔖 Baca juga:
Selamat Tinggal “SIAK War” yang Bikin Deg-degan

Gak Harus Jadi Programmer, yang Penting Punya Mindset

Tujuan belajar coding dan robotik di pesantren ini ternyata bukan sekadar biar semuanya jadi ahli IT. Gibran menjelaskan kalau belajar teknologi itu gunanya buat melatih pola pikir kritis dan cara berpikir komputasional. Intinya, biar anak muda kita siap menghadapi persaingan masa depan yang makin ketat dan nggak ketinggalan zaman.

baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Juara Nasional Lomba Videografi di IPB University 2026

Pesan untuk Para Guru

Meski robot-robot yang dipamerkan masih dalam tahap dasar, Gibran yakin banget potensinya besar buat dikembangkan lebih jauh, apalagi kompetisi robotik sekarang makin menjamur tiap tahunnya.

Terakhir, Mas Wapres juga kasih “sentilan” semangat buat para guru. Karena teknologi larinya kencang banget, beliau berpesan supaya para pengajar terus update ilmu. Jangan sampai gurunya malah ketinggalan langkah dari murid-muridnya yang makin kreatif.

Kunjungan ini jadi bukti kalau pemerintah pengin banget santri jadi bagian dari generasi emas yang siap tempur di era digital.

penulis:septa

Post Comment