Halo warga Berau dan sekitarnya! Bagaimana puasanya sejauh ini? Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan seperti sekarang, biasanya fisik mulai terasa tantangannya, tapi semangat ibadah justru harus makin “gas pol.”
Untuk kamu yang berdomisili di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjaga ritme ibadah itu kuncinya ada di manajemen waktu. Jangan sampai karena keasyikan scrolling media sosial atau malah terlalu nyenyak tidur siang, kita jadi terlewat waktu-waktu krusial seperti Imsak atau malah telat berbuka (walaupun kalau yang terakhir ini sepertinya jarang terjadi ya, hehe).
Kenapa Harus Cek Jadwal Imsakiyah?
Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa sih harus presisi banget liat jam?” Nah, puasa itu kan bukan sekadar menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, tapi juga soal disiplin. Di Berau, durasi kita berpuasa cukup stabil, namun pergeseran menit dalam jadwal shalat dan Imsak itu penting untuk memastikan ibadah kita sah sesuai syariat.
Berdasarkan data terbaru dari Berau Terkini, kita diingatkan untuk terus memantau jadwal agar transisi dari waktu sahur ke waktu mulai berpuasa (Imsak) berjalan mulus. Jangan sampai masih asyik menyeruput kopi saat adzan Subuh berkumandang!
Zakat: Bukan Cuma Gugur Kewajiban, Tapi Soal Kemanusiaan
Ada pesan menyentuh dari Ketua MUI Berau, Syarifuddin Israil. Beliau mengingatkan kita semua bahwa Ramadan bukan cuma soal urusan perut kita sendiri yang kosong. Di balik rasa lapar kita, ada orang-orang di sekitar kita (fakir dan miskin) yang mungkin merasakan lapar sepanjang tahun.
Beliau menekankan perbedaan antara “Need” (Kebutuhan) dan “Want” (Keinginan). Zakat fitrah yang kita bayarkan itu tujuannya untuk memenuhi need atau kebutuhan dasar saudara-saudara kita yang kurang beruntung, terutama pangan.
“Dalam perintahnya, fakir itu urutan pertama, baru miskin. Artinya, urusan perut dan kebutuhan mendasar mereka harus kita tuntasin dulu sebelum kita mikirin self-reward yang macem-macem,” kurang lebih begitu pesan beliau.
Zakat minimal 2,5 persen dari harta kita itu sebenarnya adalah “pembersih” buat diri kita sendiri. Ibarat filter udara, kalau nggak dibersihin, performa mesin (jiwa) kita jadi nggak maksimal. Plus, ini adalah instrumen paling keren untuk bantu memutus rantai kemiskinan di Berau.
Intip Jadwal: Biar Nggak Ketinggalan Kereta Ibadah
Berikut adalah detail waktu untuk wilayah Berau dan sekitarnya. Fokus pada waktu Isya dan tarawih juga penting supaya istirahat kita terjadwal dengan baik:
| Tanggal Ramadan | Tanggal Masehi | Waktu Isya |
| 18 Ramadan | 8 Maret 2026 | 19:35 WITA |
| 19 Ramadan | 9 Maret 2026 | 19:35 WITA |
| 20 Ramadan | 10 Maret 2026 | 19:34 WITA |
| 21 Ramadan | 11 Maret 2026 | 19:34 WITA |
| 22 Ramadan | 12 Maret 2026 | 19:34 WITA |
Catatan: Jadwal di atas merujuk pada waktu lokal Kalimantan Timur (WITA).
Tips Menjalani Ramadan di Berau agar Tetap Bugar:
- Jangan Skip Sahur: Meski cuma air putih dan kurma, sahur itu berkah dan sumber energi utama.
- Prioritaskan yang Wajib: Shalat lima waktu tetap nomor satu, baru kejar sunnah seperti Tarawih dan Tadarus.
- Siapkan Zakat Lebih Awal: Jangan mepet Lebaran baru bayar zakat. Lebih cepat dibayarkan, lebih cepat manfaatnya dirasakan oleh penerima.
- Pantau Masjid Terdekat: Jadikan adzan di masjid sekitar sebagai panduan utama, karena mungkin ada sedikit perbedaan detik antar wilayah.
Akhir kata, buat teman-teman di Berau, yuk kita jalani sisa Ramadan ini dengan lebih berkualitas. Jangan cuma dapat laparnya saja, tapi dapat pahala dan jiwa yang lebih bersih juga. Semangat terus puasanya!
penulis: ridho
Post Comment