Rusia Kecam Serangan AS ke Iran, Picu Nuklirisasi?

Pemerintah Rusia mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, terhadap Iran. Moskow menilai tindakan tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan sekaligus meningkatkan risiko penyebaran senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam konferensi pers pada Selasa (3/3/2026), menyatakan bahwa langkah yang diambil AS dan Israel bisa memunculkan konsekuensi yang justru berlawanan dengan tujuan mereka.

Menurut Lavrov, serangan tersebut bisa memicu munculnya kekuatan di Iran yang justru mendorong pengembangan senjata nuklir.

baca juga:Mau Buka Puasa di Palembang Hari Ini? Cek Jadwal Maghrib dan Spot Ngabuburit Paling Asyik!

Ia mengatakan bahwa akibat logis dari tindakan AS dan Israel adalah munculnya pihak-pihak di Iran yang mendukung upaya memperoleh bom nuklir—sesuatu yang sebenarnya ingin dicegah oleh Amerika Serikat. Lavrov juga menyinggung bahwa AS cenderung tidak menyerang negara yang sudah memiliki senjata nuklir.

🔖 Baca juga:
Memahami dan Menyelesaikan Contoh Soal Ruas Garis Berarah

Lavrov juga memperingatkan bahwa situasi ini bisa memicu negara-negara Arab lainnya untuk ikut mengembangkan senjata nuklir. Jika itu terjadi, menurutnya, persoalan proliferasi nuklir di kawasan bisa semakin sulit dikendalikan.

Selama ini, Israel secara luas dianggap sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Namun pemerintah Israel tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan tersebut.

Lavrov juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (3/3). Dalam pembicaraan itu, Rusia menyatakan siap membantu mencari jalan keluar diplomatik untuk meredakan konflik yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, ketika Amerika Serikat dan Israel pertama kali melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2), Kementerian Luar Negeri Rusia langsung mengeluarkan kecaman keras.

Moskow menilai serangan tersebut sebagai tindakan agresi militer yang direncanakan dan dilakukan tanpa provokasi terhadap sebuah negara berdaulat yang merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Perkuat Kolaborasi Global, Hadirkan Program Second Degree Berbasis Amerika Serikat

Selain itu, Rusia juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menyembunyikan tujuan sebenarnya untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran dengan berlindung di balik proses negosiasi hubungan dengan Iran.

Kementerian tersebut memperingatkan bahwa aksi militer tersebut berpotensi membawa kawasan menuju krisis kemanusiaan, ekonomi, bahkan kemungkinan bencana radiologis.

Menurut Rusia, segala dampak negatif dari krisis yang terjadi—termasuk potensi reaksi berantai yang sulit diprediksi serta meningkatnya kekerasan—sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang memulai serangan tersebut.

penulis:putra

Post Comment