Daftar Isi
Siapa nih yang kalau sahur mepet imsak langsung lari ke dapur buat bikin mi instan? Memang sih, mi instan itu penyelamat banget pas lagi buru-buru karena praktis dan rasanya bikin nagih.
Tapi, kamu harus tahu kalau sahur pakai mi instan ternyata ada risikonya buat kelancaran puasa kamu. Dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, jelasin kalau kenyangnya mi instan itu cuma “tipuan” alias nggak bertahan lama.
Baca Juga : TPG Sekarang Cair Tiap Bulan!
Berikut alasan kenapa mi instan bukan ide bagus buat sahur:
1. Bikin Cepat Lapar (Bahaya buat Diabetes)
Buat kamu yang punya risiko diabetes, harus ekstra waspada. Mi instan punya kadar glukosa tinggi yang bikin gula darah cepat naik. Efeknya? Gula darah bakal turun secepat naiknya, dan itu bikin kamu jadi cepat merasa lapar lagi.
2. Gampang Bikin “Lebar-an”
Pengen kurus pas Ramadan tapi sahurnya mi instan? Duh, agak susah ya. Mi itu olahan tepung yang seratnya dikit banget. Kata dr. Nurul, olahan tepung kayak gini justru bikin berat badan lebih cepat naik alias gampang bikin gemuk.
3. Tambah Sayur & Telur Tetap Nggak Cukup
Mungkin kamu mikir, “Kan sudah aku kasih sawi sama telur, pasti awet dong kenyangnya?” Ternyata menurut dr. Nurul, itu tetap nggak sebanding sama makan nasi. “Tetap saja lebih cepat lapar dibanding makan nasi,” tegas beliau. Makan mi instan biasanya bakal bikin kamu lemas dan kelaparan cuma dalam waktu 3 jam setelah makan.
Terus, Solusinya Gimana?
Biar nggak repot pas sahur, dr. Nurul punya tips kece:
- Siapin Lauk Sejak Malam: Masak atau siapkan lauk sebelum tidur, jadi pas sahur tinggal dihangatkan saja.
- Stok Frozen Food: Simpan makanan beku yang tinggal goreng atau rebus sebentar, misalnya ayam ungkep atau daging yang sudah dibumbui.
Intinya, mending hindari mi instan buat sahur kalau nggak mau badan lemas dan perut keroncongan sebelum jam 12 siang.
Penulis : Reyfen



Post Comment