×

Respons Global Mengalir atas Konflik AS–Israel dan Iran

Daftar Isi

Serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran ternyata berdampak luas hingga ke berbagai negara. Situasi ini memicu beragam reaksi dari sejumlah kekuatan besar dunia terhadap konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.

Sebagai balasan atas serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) waktu setempat, Iran kemudian melakukan serangan terhadap sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer serta aset Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

baca juga:Mau Buka Puasa di Palembang Hari Ini? Cek Jadwal Maghrib dan Spot Ngabuburit Paling Asyik!

Berikut beberapa respons negara-negara dunia terhadap konflik tersebut.

🔖 Baca juga:
Contoh Soal Hukum Ohm HOTS Sebagai Panduan Belajar Fisika dan Analisis Rangkaian Listrik

Prancis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle untuk bergerak menuju wilayah Mediterania seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dalam pidatonya yang dilaporkan AFP dan France 24 pada Rabu (4/3/2026), Macron mengatakan langkah tersebut diambil karena situasi kawasan yang semakin tidak stabil dan penuh ketidakpastian.

Ia menjelaskan bahwa kapal induk tersebut akan berlayar bersama sejumlah pesawat tempur dan kapal fregat pengawalnya.

Selain itu, Prancis juga telah mengerahkan jet tempur Rafale, sistem pertahanan udara, serta radar udara ke wilayah Timur Tengah dalam beberapa jam terakhir.

Macron menegaskan bahwa Prancis akan terus memperkuat langkah-langkah tersebut sesuai kebutuhan.

Ia juga menyinggung serangan yang terjadi di pangkalan udara Inggris di Siprus, negara anggota Uni Eropa yang baru saja menjalin kemitraan strategis dengan Prancis.

Untuk mendukung keamanan kawasan tersebut, Prancis memutuskan mengirim tambahan sistem pertahanan udara serta kapal fregat Languedoc yang dijadwalkan tiba di perairan Siprus.

Dalam rapat dewan pertahanan Prancis sebelumnya, Macron juga menyatakan bahwa negaranya akan meningkatkan kesiapan pertahanan di Timur Tengah guna melindungi warga negara Prancis, pangkalan militer, serta membantu negara-negara yang menjadi sasaran serangan Iran.


Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi memperingatkan bahwa mereka memiliki hak penuh untuk merespons serangan Iran yang menargetkan wilayah mereka, termasuk Riyadh.

Peringatan ini disampaikan dalam rapat kabinet yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Selasa (3/3).

Arab Saudi menyebut serangan Iran tersebut sebagai tindakan yang terang-terangan dan pengecut.

Melalui Saudi Press Agency (SPA), pemerintah Saudi menegaskan bahwa mereka siap mengambil berbagai langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional, wilayah, warga negara, serta kepentingan vital kerajaan.

Arab Saudi juga menyatakan solidaritas terhadap negara-negara tetangga yang turut menjadi sasaran serangan Iran.

Rapat kabinet tersebut digelar setelah beberapa serangan Iran menghantam wilayah Saudi, termasuk serangan drone yang menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat sejumlah ancaman.

Meski begitu, Kedutaan Besar AS di Riyadh dilaporkan mengalami kebakaran kecil dan kerusakan material ringan.

Pasukan Saudi juga disebut berhasil menembak jatuh delapan drone yang mengarah ke Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa pagi.

Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa serangan terhadap kedutaan besar melanggar Konvensi Jenewa 1949 serta Konvensi Wina 1961 tentang hubungan diplomatik.

Pemerintah Saudi juga memperingatkan bahwa tindakan Iran dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.


China

China turut menyuarakan sikapnya terkait serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mendesak agar operasi militer tersebut segera dihentikan untuk mencegah konflik semakin meluas.

Dalam percakapannya dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, Wang Yi mengatakan bahwa serangan terhadap Iran terjadi saat proses negosiasi antara Washington dan Teheran sebenarnya sudah menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk pembahasan mengenai kekhawatiran keamanan Israel.

Namun, menurut Wang, proses diplomatik tersebut terganggu akibat aksi militer yang terjadi.

China menegaskan penolakannya terhadap serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta mendesak penghentian operasi militer secara segera.

Wang Yi juga mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, justru berpotensi menciptakan persoalan baru dengan dampak jangka panjang yang serius.

Dalam pembicaraan tersebut, Israel juga disebut menyetujui permintaan China untuk memastikan keselamatan warga serta lembaga-lembaga China yang berada di Iran.


Rusia

Rusia juga mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menilai perang tersebut justru berpotensi memunculkan kekuatan politik di Iran yang mendukung pengembangan senjata nuklir.

Lavrov mengatakan bahwa serangan tersebut bisa mendorong Iran melakukan hal yang sebenarnya ingin dicegah oleh Amerika Serikat, yaitu memiliki bom nuklir.

Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan, karena negara-negara Arab bisa saja merasa perlu mengembangkan senjata serupa.

Ia memperingatkan bahwa persoalan proliferasi nuklir di Timur Tengah berpotensi semakin sulit dikendalikan.

Israel sendiri selama ini secara luas dianggap sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, meskipun hal tersebut tidak pernah secara resmi dikonfirmasi maupun dibantah.

Lavrov juga menegaskan bahwa tujuan perang untuk mencegah penyebaran senjata nuklir justru bisa menghasilkan dampak yang berlawanan.

Rusia, kata Lavrov, siap membantu mencari solusi diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut. Ia juga mengaku telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan tindakan agresi militer yang direncanakan dan tidak memiliki provokasi terhadap negara anggota PBB yang berdaulat.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Perkuat Kolaborasi Global, Hadirkan Program Second Degree Berbasis Amerika Serikat

Rusia juga menilai kedua negara tersebut menyembunyikan tujuan sebenarnya untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran di balik proses negosiasi hubungan dengan Iran.

Moskow memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat membawa kawasan menuju krisis kemanusiaan, ekonomi, bahkan potensi bencana radiologis.

Menurut Rusia, seluruh konsekuensi negatif dari krisis yang terjadi saat ini menjadi tanggung jawab Amerika Serikat dan Israel.

penulis:putra

Post Comment