Sekolapedia – 29 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Setelah satu bulan penutupan karena bulan Ramadan, program unggulan Night at The Ragunan Zoo kembali dibuka pada Sabtu malam, menandai kebangkitan kembali aktivitas rekreasi malam di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Penutupan semalam lalu tak hanya mengembalikan cahaya lampu di area satwa nokturnal, melainkan juga memicu lonjakan kunjungan yang signifikan, memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang mencapai triliunan rupiah selama libur Lebaran.
Night at The Ragunan Zoo: Atraksi Malam yang Kembali Hidup
Menurut pernyataan Humas TMR, Wahyudi Bambang, malam ini menjadi hari pertama pembukaan kembali Night at The Ragunan Zoo sejak akhir Ramadan. Acara yang berlangsung tiap Sabtu antara pukul 18.00 hingga 22.00 WIB menawarkan tiket dengan harga Rp3.000 untuk anak-anak dan Rp4.000 untuk dewasa, sama seperti tarif harian reguler.
Tim operasional menyiapkan rangkaian atraksi khusus, termasuk satwa nokturnal yang hanya dapat dilihat pada malam hari, penerangan jalur yang optimal, serta layanan buggy car eksklusif bagi penyewa. Selama acara, pengunjung dapat menyaksikan “keeper talk” dan sesi pemberian makan satwa yang dijadwalkan setiap hari mulai 22 hingga 29 Maret 2026.
Data Pengunjung: Rekor Mingguan dan Target Lebaran
Catatan kepadatan pengunjung pada Sabtu pagi hingga sore mencatat 44.636 orang, melonjak tajam dari 16.604 pengunjung pada hari Jumat sebelumnya. Jika dihitung secara kumulatif selama seminggu (22‑28 Maret 2026), total pengunjung TMR mencapai 363.249 orang. Pihak TMR menyebutkan bahwa angka tersebut masih berada di bawah target libur Lebaran yang diproyeksikan mencapai 400.000 pengunjung, dengan selisih sekitar 33.000 orang yang masih diupayakan tercapai pada hari berikutnya.
Data lain dari Okezone.com mencatat bahwa selama masa Lebaran, Ragunan menerima 222.991 pengunjung, menjadikan kebun binatang ini salah satu destinasi wisata terpopuler bersama Monas (126.790 pengunjung) dan Ancol (sekitar 155.000 pengunjung).
Infrastruktur Penunjang: Parkir, Keamanan, dan Akses Transportasi
Untuk menanggulangi lonjakan pengunjung, TMR menyiapkan 27 titik parkir tambahan dengan kapasitas total 5.500 mobil dan 20.000 sepeda motor. Keamanan juga diperkuat dengan 854 personel gabungan, melibatkan unsur TNI, Polri, serta pegawai TMR, memastikan kelancaran dan keselamatan selama acara malam.
Selain fasilitas internal, dukungan transportasi publik berperan penting. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melaporkan peningkatan signifikan pada penggunaan MRT (135.117 penumpang, naik 59%) dan LRT (9.987 penumpang, naik 6%) selama periode Lebaran. Peningkatan mobilitas ini berkontribusi pada total transaksi ekonomi di ibu kota yang mencapai sekitar Rp21 triliun, dengan harapan dapat melampaui Rp25 triliun menjelang akhir Maret.
Manfaat Ekonomi dan Sosial bagi Kota
Lonjakan kunjungan ke Ragunan tidak hanya meningkatkan pendapatan tiket, tetapi juga memacu sektor terkait seperti transportasi, kuliner, dan souvenir. Dengan rata‑rata tiket masuk Rp4.000, pendapatan tiket harian selama puncak kunjungan dapat mendekati Rp1,8 miliar, belum termasuk penjualan makanan, minuman, dan produk merchandize.
Selain itu, program Night at The Ragunan Zoo menawarkan nilai edukatif melalui sesi interaktif antara pengunjung dan keeper, meningkatkan kesadaran akan konservasi satwa nokturnal. Aktivitas ini juga menarik keluarga, pelajar, dan wisatawan domestik yang mencari pengalaman unik di luar jam kerja biasa.
Prospek Ke depan
Dengan target kunjungan mendekati 400.000 selama libur Lebaran, pihak manajemen TMR optimis dapat menutup kesenjangan dalam beberapa hari ke depan. Upaya promosi melalui media sosial, kolaborasi dengan agen perjalanan, serta penambahan fasilitas parkir dan keamanan diharapkan dapat menstabilkan alur pengunjung.
Secara keseluruhan, pembukaan kembali Night at The Ragunan Zoo tidak hanya menandai kembalinya hiburan malam yang menyenangkan, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kota Jakarta pasca Lebaran. Dengan sinergi antara sektor pariwisata, transportasi, dan keamanan, Ragunan siap menjadi ikon wisata berkelanjutan yang mendukung agenda pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.



Post Comment