×

PSG Hancurkan Nice 0-4, Doué Jadi Bintang dengan Gol dan Assist; Kontroversi VAR Membumbui Kemenangan

Sekolapedia – 22 Maret 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menutup pekan yang sempurna dengan kemenangan telak 0-4 melawan OGC Nice pada pertandingan ke-27 Ligue 1 yang digelar di Allianz Riviera, Nice, pada Sabtu malam, 21 Maret 2026. Kemenangan ini tidak hanya mengembalikan posisi PSG di puncak klasemen, tetapi juga menampilkan penampilan gemilang Désiré Doué yang berperan sebagai pencipta peluang, pembuat assist, serta pencetak gol.

Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim. Nice menampilkan serangan cepat pada menit-menit awal, namun PSG berhasil mengendalikan bola dengan permainan terstruktur. Pada menit ke-12, Doué mengirimkan umpan terukur ke sisi kiri, memanfaatkan kecepatan Khvicha Kvaratskhelia yang berhasil menembus pertahanan Nice dan menciptakan peluang pertama untuk tim Paris.

Menjelang menit ke-19, Kvaratskhelia kembali menerima umpan serupa dari Doué, namun tendangan kerasnya terhalang oleh Yehvann Diouf, pemain kunci PSG. Tekanan Nice tidak berkurang, dan pada menit ke-23, Vitinha melancarkan tendangan bebas yang memancing duel udara antara Illia Zabarnyi dan kiper Senegal, yang berhasil menepis bola.

Serangan Balik dan Penalti Kontroversial

Ketegangan memuncak pada menit ke-37 ketika Doué menyalurkan bola ke dalam kotak penalti Nice. Kvaratskhelia berusaha menyelesaikan dengan sundulan, namun Juma Bah berhasil menghalau bola tepat di garis gawang. Kejadian ini memicu diskusi tentang keputusan VAR pada penalti yang kemudian diberikan kepada PSG.

🔖 Baca juga:
Indonesia Goyang Orleans Masters 2026: Tanpa Tunggal Putri, Tujuh Wakil Bertarung di Babak 16 Besar

Setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan adanya pelanggaran tangan oleh Morgan Sanson di dalam area setelah Doué menendang bola yang kemudian menyentuh tangan pemain Nice. Keputusan ini menimbulkan protes keras dari pihak Nice, yang menilai keputusan tersebut tidak konsisten dengan keputusan sebelumnya. Meskipun demikian, Nuno Mendes mengeksekusi penalti dengan tenang, memberi PSG keunggulan 1-0 pada menit ke-42.

Di babak pertama, PSG menguasai dua pertiga duel, namun Nice tetap menampilkan pressing yang agresif, menjanjikan pertandingan yang menarik di babak kedua.

Dominasi PSG di Babak Kedua

Setelah jeda, PSG melanjutkan serangannya dengan intensitas lebih tinggi. Pada menit ke-49, Nuno Mendes menggiring bola ke dalam kotak penalti dan menemukan Doué yang mengeksekusi tembakan keras ke gawang, memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Empat menit kemudian, Youssouf Ndayishimiye dikeluarkan dari lapangan setelah melakukan pelanggaran keras, membuat Nice bermain dengan satu pemain kurang.

Doué hampir menambah gol pada menit ke-63 dan 71, namun tembakannya tidak berhasil menembus gawang. Sementara itu, Dro Fernández, yang masuk sebagai pengganti, berhasil mencetak gol pertamanya di level profesional pada menit ke-81 setelah menerima umpan cantik dari Vitinha dan Ousmane Dembélé.

Gol penutup datang pada menit ke-85 ketika Warren Zaïre-Emery menyelesaikan tendangan silang dari Lucas Beraldo, menutup skor 0-4. Pertandingan berakhir dengan dominasi penuh PSG, yang tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga menegaskan kembali ambisinya merebut gelar Ligue 1.

Kontroversi keputusan VAR tetap menjadi topik hangat di kalangan pendukung Nice. Mereka menilai bahwa keputusan penalti dan penolakan VAR pada beberapa insiden lainnya, seperti duel udara antara Lee Kang‑In dan Ndayishimiye, memberikan keuntungan tidak adil bagi PSG. Meskipun demikian, fakta lapangan menunjukkan bahwa PSG mampu mengendalikan permainan secara konsisten, baik dalam hal serangan maupun pertahanan.

Dengan hasil ini, PSG kembali menduduki posisi teratas klasemen, selisih satu poin dari rival terdekat. Pelatih Luis Enrique menyatakan kepuasannya atas performa tim, terutama kontribusi pemain muda seperti Doué, yang semakin menunjukkan kualitasnya sebagai pemain serba bisa.

Ke depan, PSG akan menghadapi jeda internasional sebelum melanjutkan agenda Ligue 1 melawan tim-tim lain. Sementara itu, Nice harus bangkit dari kekalahan ini dan memperbaiki koordinasi serta disiplin taktis agar dapat bersaing lebih baik pada pertandingan selanjutnya melawan Strasbourg pada 4 April 2026.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan kembali dominasi PSG di kancah domestik, sekaligus menyoroti pentingnya keputusan teknologi VAR dalam sepak bola modern yang masih menimbulkan perdebatan di antara pelaku dan penggemar.

Post Comment