Pria India Tetap Setia Jualan Camilan Murah Meski Sudah Tajir

Efri Yano
Putra
Published Mar 4, 2026 – 18:33

Kisah seorang pria asal India ini sukses mencuri perhatian. Meski sudah mapan dan berkecukupan, ia tetap setia berjualan camilan murah yang sudah digelutinya selama 36 tahun. Bagi dirinya, usaha ini bukan sekadar soal uang, tapi ada alasan yang lebih dalam di baliknya.

Pria tersebut adalah Raju Chaurasia dari Mahoba, India. Selama lebih dari tiga dekade, ia menekuni bisnis kuliner tradisional. Tepatnya, ia dikenal sebagai penjual paan—jajanan khas India berupa daun sirih yang diisi pinang, pasta kapur, serta campuran bumbu manis atau tembakau. Paan biasanya dilipat rapi dan dikonsumsi sebagai penyegar mulut.

baca juga:Penegakan Hukum: Tindakan Tegas Polri Terhadap Penimbun BBM dana Minyak Goreng
Penegakan Hukum: Tindakan Tegas Polri Terhadap Penimbun BBM dana Minyak Goreng

Walaupun kondisi keuangannya kini stabil dan terbilang sukses, Raju tetap berjualan paan di pasar-pasar kecil. Harga yang ia tawarkan pun sangat terjangkau, hanya 10 rupee atau sekitar Rp 1.800 per buah.

🔖 Baca juga:
Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp88,15 Triliun, Apa Dampaknya?

Raju mulai berjualan sejak usia 15 tahun, tepatnya pada 1989. Saat pertama kali memulai usahanya, harga paan masih 50 paise atau sekitar Rp 90. Seiring waktu, kerja kerasnya membuahkan hasil besar. Ia kini memiliki rumah pribadi dan mobil mewah. Anak-anaknya pun sudah berhasil menjalankan bisnis mereka masing-masing.

Meski begitu, Raju mengaku tak sanggup meninggalkan usaha yang sudah membesarkan namanya dan membantu menopang kehidupan keluarganya selama ini. Ia tetap membuka kios paan di pasar malam dan terus berjualan seperti biasa. Bahkan, ia kerap berkeliling ke berbagai daerah untuk membuka lapak di pasar malam lain. Gerainya tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Uttar Pradesh hingga Madhya Pradesh.

Nama Raju sudah cukup dikenal. Setiap kali kabar bahwa kios Raju Chaurasia buka terdengar, para pelanggan langsung berdatangan untuk membeli paannya. Selama 36 tahun berjualan, ia bukan hanya mendapatkan keuntungan, tetapi juga membangun hubungan yang erat dan langgeng dengan para pelanggan setianya.

Keistimewaan paan racikan Raju terletak pada bahan-bahannya. Ia menggunakan campuran kelapa, biji adas, biji pinang, karonda masala manis, gulkand (selai manis khas India), kelopak mawar, hingga gopal ki chutney yang merupakan bumbu kering spesial.

baca juga:Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan Paten Kemenkum RI atas Inovasi Komposter Cerdas

Ia menawarkan dua varian, yaitu desi paan dan bangali paan, yang sama-sama dibanderol 10 rupee atau sekitar Rp 1.800. Ukuran desi paan sedikit lebih besar, tetapi keduanya sama-sama nikmat.

Saat ini, selain tetap berjualan paan, Raju juga menjalankan bisnis grosiran. Sementara itu, putra-putranya mengelola usaha semen dan besi. Meski sudah sukses dan hidup berkecukupan, hubungan Raju dengan paan tak pernah benar-benar terputus. Baginya, berjualan paan bukan lagi sekadar mencari keuntungan, melainkan sudah menjadi passion sekaligus sumber kebahagiaan tersendiri.

penulis:putra

Post Comment