×

Perhitungan THR 2026: Panduan Lengkap Menghitung Pajak dan Nilai Bersih

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 yang diperkirakan jatuh pada bulan Maret, ada satu topik yang selalu berhasil mengalihkan perhatian kita dari menu takjil: Tunjangan Hari Raya atau THR. Bagi para pekerja di Indonesia, THR bukan sekadar tradisi, melainkan hak yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, sering kali muncul pertanyaan klasik saat saldo rekening bertambah, “Lho, kok nominalnya tidak bulat seperti gaji pokok?” atau “Kenapa potongan pajaknya terasa besar?”

Nah, untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari kita bedah secara mendalam dan santai mengenai panduan lengkap perhitungan THR 2026. Artikel ini akan membantumu memahami cara menghitung nilai bersih yang akan masuk ke kantong, lengkap dengan simulasi pajak PPh 21 terbaru.

Apa Itu THR dan Siapa yang Berhak Menerimanya?

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016, THR Keagamaan adalah pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan. Di tahun 2026 ini, karena Lebaran jatuh di bulan Maret, perusahaan idealnya sudah mulai memproses data penggajian sejak awal bulan.

Siapa saja yang berhak? Semua pekerja yang telah memiliki masa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus berhak mendapatkan THR. Ini berlaku untuk karyawan tetap (PKWTT), karyawan kontrak (PKWT), maupun pekerja harian lepas yang memenuhi syarat.

Rumus Dasar Perhitungan THR 2026

Sebelum masuk ke urusan pajak yang agak rumit, kita harus tahu dulu berapa “THR kotor” yang seharusnya kamu terima. Rumusnya sebenarnya sangat sederhana dan dibagi menjadi dua kategori utama:

🔖 Baca juga:
Soal Kuis Kata Berantai Lengkap dengan Jawaban dan Strategi Cepat

1. Karyawan dengan Masa Kerja 12 Bulan atau Lebih Bagi kamu yang sudah senior atau minimal sudah setahun bekerja, kamu berhak mendapatkan 1 bulan gaji penuh.

Rumus: 1 x Gaji Sebulan

2. Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari 12 Bulan (Proposional) Bagi kamu yang baru bergabung, jangan berkecil hati. Kamu tetap dapat THR, tapi dihitung secara proporsional sesuai masa kerja.

Rumus: (Masa Kerja : 12) x 1 Bulan Gaji

Contoh: Jika kamu baru bekerja 6 bulan dengan gaji Rp6.000.000, maka perhitungannya adalah (6/12) x Rp6.000.000 = Rp3.000.000.

Komponen Gaji dalam THR

Apa yang dimaksud dengan “Gaji Sebulan”? Ini sering jadi perdebatan di kantor. Berdasarkan aturan, komponen gaji untuk THR terdiri dari:

  • Gaji Pokok.
  • Tunjangan Tetap (misalnya tunjangan jabatan atau tunjangan keluarga yang nilainya tidak berubah berdasarkan kehadiran).

Catatan penting: Tunjangan tidak tetap seperti uang makan atau uang transport (yang dihitung berdasarkan jumlah hari masuk kerja) biasanya tidak dimasukkan ke dalam komponen THR, kecuali jika perusahaanmu punya kebijakan yang lebih royal.

baca juga:Nasib 5.000-an PPPK Paruh Waktu di Pandeglang: Masih Tunggu “Lampu Hijau” Pusat

Memahami Pajak THR: Mengapa Nilainya Berkurang?

Ini adalah bagian yang sering bikin baper. THR adalah objek pajak penghasilan (PPh Pasal 21). Karena THR menambah total penghasilanmu dalam setahun, maka otomatis pajak yang dikenakan juga akan menyesuaikan.

Di tahun 2026, perhitungan pajak penghasilan di Indonesia tetap mengacu pada mekanisme TER (Tarif Efektif Rata-rata) yang sudah diterapkan sejak 2024. Sistem TER ini sebenarnya dibuat untuk memudahkan administrasi, namun terkadang membuat potongan di bulan penerimaan THR terlihat lebih tinggi dari bulan-bulan biasanya.

Mengapa demikian? Karena pada bulan kamu menerima THR, total penghasilan bruto (Gaji + THR) akan melompat naik. Ketika penghasilan bruto naik, persentase tarif TER yang dikenakan juga bisa bergeser ke kategori yang lebih tinggi.

Simulasi Perhitungan Pajak PPh 21 untuk THR 2026

Mari kita buat simulasi sederhana. Katakanlah kamu adalah seorang karyawan lajang (status PTKP K/0 atau TK/0 tergantung kategori TER) dengan gaji bulanan Rp10.000.000.

Langkah 1: Hitung Penghasilan Bruto di Bulan Tersebut

  • Gaji Maret 2026: Rp10.000.000
  • THR 2026: Rp10.000.000
  • Total Penghasilan Bruto: Rp20.000.000

Langkah 2: Cek Kategori TER (Tarif Efektif Rata-rata) Berdasarkan aturan perpajakan terbaru, penghasilan Rp20.000.000 akan dicek masuk ke dalam kategori tarif berapa persen. Misalnya, untuk kategori tertentu, tarif efektifnya mungkin sebesar 9% (angka ini hanyalah ilustrasi simulasi).

Langkah 3: Hitung Potongan Pajak

  • Pajak yang dipotong di bulan Maret: 9% x Rp20.000.000 = Rp1.800.000.

Jika pada bulan biasa (tanpa THR) kamu hanya dipotong pajak misalnya Rp200.000, maka di bulan Maret ini potonganmu menjadi Rp1.800.000. Itulah alasan mengapa uang yang masuk ke rekening tidak persis (Gaji + THR), melainkan sudah dikurangi total pajak dari penggabungan keduanya.

Cara Menghitung Nilai Bersih (Take Home Pay)

Untuk mengetahui berapa nilai bersih yang bisa kamu pakai buat belanja baju lebaran atau mudik, gunakan rumus ini:

Nilai Bersih = (Gaji Bulanan + THR) – (Pajak PPh 21 Bulan Tersebut + Potongan BPJS)

Ingat, potongan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan juga biasanya tetap diambil dari gaji bulananmu. Jadi, jangan kaget kalau sisa saldo di ATM sedikit berbeda dengan ekspektasi awal.

Tips Mengelola THR 2026 agar Tidak Numpang Lewat

Setelah tahu cara menghitungnya, hal yang tak kalah penting adalah mengelolanya. Mengingat Lebaran 2026 jatuh di bulan Maret yang masih berada di awal tahun, manajemen keuangan yang sehat sangat diperlukan.

  1. Zakat dan Sedekah (10-20%): Prioritaskan kewajiban spiritual dan sosial.
  2. Kebutuhan Lebaran (40-50%): Ini termasuk biaya mudik, amplop buat keponakan, dan jamuan makan.
  3. Tabungan atau Investasi (20-30%): Jangan habiskan semuanya. Masa depan tetap butuh asupan dana.
  4. Bayar Hutang: Jika ada cicilan atau hutang kecil, THR adalah momen terbaik untuk melunasinya agar hati lebih tenang saat Idulfitri.

baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung, Ciptakan Simba Smart Health System, Teknologi IoT untuk Pantau Kesehatan Ikan Secara Real-Time

Penutup

Perhitungan THR 2026 mungkin terlihat rumit karena adanya potongan pajak PPh 21 dengan sistem TER. Namun, dengan memahami rumus dasar dan cara kerjanya, kamu bisa lebih tenang dan tidak kaget saat menerima slip gaji. Ingatlah bahwa THR adalah apresiasi atas kerja kerasmu selama setahun, jadi gunakanlah dengan bijak dan penuh rasa syukur.

penulis:septa

Post Comment