Sekarang, di bawah Direktorat Transformasi Digital, Universitas Indonesia (UI) sudah punya tim khusus yang tugasnya mirip “satpam” buat jagain sistem informasi mereka. Kabar ini dibocorin langsung sama Pak Rektor di acara UI Digital Leap di Depok, Rabu (4/3/2026).
Tugas mereka sebenarnya simpel, tapi tanggung jawabnya gede banget:
- Pantau 24/7: Ngawasin lalu lintas sistem biar nggak ada yang mencurigakan.
- Update Terus: Rajin memperbarui sistem biar nggak ada celah buat penyusup masuk.
- Jaga Rahasia: Pastiin semua data di dalamnya tetap aman dan nggak bocor.
Belajar dari Pengalaman Pahit
Pak Heri juga sempat curhat soal kejadian kurang enak waktu situs UI disisipi link judi online pas peluncuran program digital mereka. Gara-gara itu, beliau berharap banget tim baru ini bisa jadi tameng yang tangguh.
Biar makin kuat, UI nggak cuma ngandelin orang, tapi juga bikin “pagar” hukum. Ada tiga Peraturan Rektor yang jadi pedoman mereka, mulai dari rencana besar IT sampai cara mengelola keamanan informasi.
Gandengan sama BSSN dan Siaga Darurat
UI sadar kalau mereka nggak bisa main sendiri. Makanya, mereka gandengan sama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) buat ngecek seberapa kuat pertahanan sistem mereka. UI juga sudah punya rencana cadangan (Disaster Recovery Plan) kalau tiba-tiba ada serangan siber, jadi kegiatan kampus nggak bakal macet total.
Ke depannya, UI mau melakukan modernisasi total. Nggak cuma ganti perangkat keras dan software yang lebih canggih, tapi juga upgrade skill orang-orangnya. Intinya, UI pengen transformasi digital ini nggak cuma gaya-gayaan, tapi beneran kuat ngadepin serangan dari luar.
penulis:septa


Post Comment