Manchester United (MU) harus menerima kekalahan 1-2 dari Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar pada Kamis (5/3/2026) dini hari WIB ini sekaligus menghentikan tren positif MU sejak ditangani oleh Michael Carrick.
Kekalahan ini terasa cukup menyakitkan bagi Setan Merah. Pasalnya, Newcastle harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua. Sayangnya, keunggulan jumlah pemain tersebut tidak mampu dimaksimalkan oleh MU.
baca juga:Penegakan Hukum: Tindakan Tegas Polri Terhadap Penimbun BBM dana Minyak Goreng
Alih-alih memanfaatkan situasi tersebut, MU justru kebobolan di menit-menit akhir lewat gol William Osula. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 di babak pertama. Lalu, apa saja yang membuat MU gagal memanfaatkan keunggulan pemain dan akhirnya kalah?
Tetap Memakai Trio Lini Depan yang Kurang Maksimal
Salah satu keputusan Michael Carrick yang cukup disorot adalah tetap menurunkan trio lini depan yang sama seperti saat menghadapi Crystal Palace. Padahal, kemenangan pada laga tersebut lebih dipengaruhi kartu merah lawan, bukan karena performa tajam dari lini depan MU.
Meski masing-masing pemain sempat menunjukkan aksi individu yang cukup baik, secara keseluruhan permainan mereka kurang direct dan tidak menunjukkan intensitas tinggi. Situasi ini sebenarnya bisa menjadi pertimbangan bagi Carrick untuk mencoba pendekatan serangan yang berbeda.
Menarik Keluar Casemiro
Gol MU pada pertandingan ini dicetak oleh Casemiro yang kembali menunjukkan perannya dalam situasi bola mati. Namun, keputusan Carrick untuk menariknya keluar pada menit ke-60 cukup mengundang pertanyaan, apalagi tim sedang membutuhkan gol tambahan.
Memang, Manuel Ugarte yang masuk sebagai pengganti tampil cukup solid. Namun kehadiran Casemiro di kotak penalti, terutama saat memanfaatkan umpan dari Bruno Fernandes, sebenarnya masih sangat dibutuhkan oleh tim.
Terlambat Memainkan Amad Diallo
Sepanjang pertandingan, MU terlihat kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Bruno Fernandes bahkan lebih sering mengandalkan umpan silang sebagai cara utama untuk membongkar pertahanan Newcastle.
Namun, Carrick baru memasukkan Amad Diallo pada menit ke-76. Waktu tersebut dianggap terlalu terlambat untuk memberi dampak besar pada permainan.
Padahal, kemampuan teknik Amad serta kerja kerasnya tanpa bola bisa saja membantu MU membuka ruang, terutama ketika menghadapi tim yang hanya bermain dengan 10 orang.
Memilih Tyrell Malacia daripada Ayden Heaven
Saat Noussair Mazraoui harus keluar karena cedera pada menit ke-85, Carrick memutuskan memasukkan Tyrell Malacia. Sayangnya, keputusan ini justru berujung petaka.
Malacia dinilai tampil kurang maksimal dan terlibat dalam proses gol kemenangan Newcastle. Padahal, Carrick masih memiliki opsi lain seperti Ayden Heaven atau Godwill Kukonki yang dinilai lebih layak mendapatkan kesempatan bermain.
Beberapa pihak bahkan menilai performa Malacia sudah jauh dari standar permainan Manchester United.
baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Umum Pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Lampung 2025
Keputusan Carrick Jadi Sorotan
Sejumlah keputusan taktis Carrick dalam pertandingan ini akhirnya menjadi bahan evaluasi. Pilihan strategi yang dianggap kurang tepat dinilai turut mengurangi peluangnya untuk mendapatkan posisi manajer secara permanen.
Apalagi, performa MU dalam beberapa pertandingan terakhir juga belum sepenuhnya konsisten. Jika ingin membawa tim kembali ke jalur kemenangan, Carrick tentu perlu segera melakukan pembenahan dalam strategi dan pengambilan keputusan di lapangan.
penulis:ilham
Post Comment