×

Lebaran Hari Pertama: Tol Bocimi Macet 10 km, Jalur Wisata Sukabumi Lumpuh Total—Kepolisian Aktif Kelola Arus Balik

Lebaran Hari Pertama: Tol Bocimi Macet 10 km, Jalur Wisata Sukabumi Lumpuh Total—Kepolisian Aktif Kelola Arus Balik

Sekolapedia – 30 Maret 2026 | Hari pertama Lebaran menyambut jutaan pemudik yang berbondong‑bondong menuju kampung halaman. Di wilayah Jawa Barat, arus balik pemudik menimbulkan kemacetan luar biasa, terutama pada ruas Tol Jakarta‑Cikampek (Bocimi) dan jalur wisata Sukabumi. Pada Sabtu, 21 Maret 2026, kepadatan kendaraan di Tol Bocimi mencapai panjang kemacetan hingga 10 km, sementara Simpang Cibadak di Sukabumi terhenti total karena arus balik yang menumpuk.

Situasi di Tol Bocimi dan Simpang Cibadak

Menurut data kepolisian, sekitar 21.000 kendaraan melintasi wilayah hukum Polres Sukabumi pada malam Minggu, 29 Maret 2026, terutama di Exit Tol Parungkuda. Kendaraan‑kendaraan tersebut terdiri dari wisatawan yang kembali dari kawasan Pantai Pelabuhan Ratu, Warung Kiara, serta penduduk kota Sukabumi yang berangkat ke Jakarta. Pada malam itu, kepadatan mencapai 3 km di Simpang Cibadak, namun pada Sabtu 21 Maret, kondisi memburuk menjadi kemacetan sepanjang 10 km di Tol Bocimi, menyulitkan pergerakan kendaraan.

Langkah Penanganan oleh Kepolisian dan Jasa Marga

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menjelaskan bahwa pihak kepolisian memanfaatkan jalan tol fungsional untuk memecah kepadatan pada jalur arteri. Dengan mengarahkan kendaraan ke jalur tol, jarak tempuh yang semula harus melewati 13 km arteri dapat dipersingkat menjadi 5,6 km. Selain itu, polisi menerapkan rekayasa satu arah (one‑way) pada pukul 17.00 WIB dan 20.00 WIB untuk memperlancar arus keluar dari Simpang Cibadak menuju Exit Tol.

Di tingkat nasional, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho serta Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono menandai penutupan satu fase rekayasa one‑way lokal pada pukul 24.00 WIB, menyatakan bahwa arus balik telah melandai. Penutupan ini didasarkan pada pengukuran Volume‑to‑Capacity (V/C) ratio yang menunjukkan pergerakan kendaraan berada pada level aman.

Intervensi Tambahan: Tol Japek II Selatan dan Bocimi

Irjen Pol Agus Suryonugroho menambahkan bahwa selain mengoptimalkan Tol Bocimi, Korlantas juga menyiapkan Tol Jakarta‑Cikampek (Japek) II Selatan serta ruas Bocimi sebagai jalur intervensi. Jalur selatan ini dipilih karena potensi kendaraan dari Jawa Barat dan koridor selatan dapat menambah tekanan pada ruas utama. Pada siang hari, ruas tersebut difungsikan untuk arus balik, sementara kontraflow satu lajur tetap dijalankan antara KM 70‑55 ke arah Jakarta.

🔖 Baca juga:
Dinamika Kepemimpinan Nasional: Dari Konsolidasi Politik hingga Ekspansi Industri

Jika terjadi lonjakan kendaraan pada hari berikutnya, Korlantas siap menambah tahap ketiga one‑way lokal, terutama pada segmen KM 263‑70. Kebijakan ini diharapkan dapat menanggulangi kepadatan yang masih berpotensi meningkat dari arah timur dan selatan.

Pengaruh Kemacetan terhadap Wisata dan Ekonomi Lokal

Jalur wisata Sukabumi, yang menjadi tujuan liburan banyak keluarga, mengalami penurunan drastis karena kemacetan. Pelaku usaha di sekitar Simpang Cibadak melaporkan penurunan kunjungan hingga 60 % pada hari pertama Lebaran. Hal ini berdampak pada pendapatan harian pedagang makanan, penjual oleh‑oleh, serta penyedia transportasi lokal.

Rekomendasi bagi Pemudik

  • Gunakan jalur tol fungsional sebanyak mungkin untuk meminimalkan waktu tempuh.
  • Patuh pada arahan petugas satu arah (one‑way) yang diterapkan pada jam sibuk.
  • Jika memungkinkan, hindari perjalanan pada puncak arus balik antara pukul 17.00‑20.00 WIB.
  • Manfaatkan aplikasi pemantau lalu lintas resmi untuk mengecek kondisi jalan secara real‑time.

Dengan koordinasi intens antara kepolisian, Jasa Marga, dan kementerian terkait, diharapkan arus balik Lebaran dapat kembali mengalir lancar dalam beberapa hari ke depan. Upaya intervensi yang berlapis, mulai dari penggunaan jalan tol fungsional hingga penutupan sementara rekayasa one‑way, menunjukkan kesiapan aparat dalam mengatasi tantangan mobilitas massal pada momentum Lebaran.

Kelanjutan situasi akan terus dipantau, dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta mengikuti instruksi petugas demi keamanan dan kelancaran perjalanan kembali ke kampung halaman.

Post Comment