×

Krim Jadi Penyebab Ruam di Leher Donald TrumpEfri Yano PutraPublished Mar 5, 2026 – 09:04ShareWhatsApp

Foto: SAUL LOEB/AFP

Spekulasi soal kondisi kesehatan Donald Trump kembali ramai dibahas setelah muncul ruam kemerahan di sisi lehernya saat menghadiri upacara Medal of Honor. Momen itu tertangkap kamera dan langsung jadi perbincangan di media sosial.

Menanggapi kabar yang beredar, dokter pribadi Trump, Sean Barbabella, memberikan penjelasan. Ia mengatakan bahwa kemerahan tersebut muncul akibat penggunaan krim perawatan kulit.

“Presiden Trump memakai krim yang cukup umum di sisi kanan lehernya sebagai langkah pencegahan perawatan kulit. Pengobatan ini digunakan selama satu minggu, dan kemerahan kemungkinan akan terlihat selama beberapa minggu,” jelasnya.

baca juga:7 Tips Mudik Nyaman Saat Puasa Agar Tetap Sehat

🔖 Baca juga:
Napoli Resmi Permanenkan Rasmus Hojlund dengan Dana Rp917 Miliar

Meski begitu, Barbabella tidak merinci jenis krim yang digunakan maupun alasan medis spesifik di balik terapi tersebut.

Beberapa waktu terakhir, isu kesehatan Trump memang kerap jadi perhatian publik. Dalam laporan hasil pemeriksaan kesehatan pada April 2025, tercatat ia menggunakan krim mometasone sesuai kebutuhan untuk masalah kulit, meski tidak dijelaskan secara detail kondisi apa yang ditangani.

Pada Juli 2025, Gedung Putih juga sempat mengumumkan bahwa Trump didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis setelah mengeluhkan pembengkakan di bagian kaki. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi itu disebut jinak dan cukup umum, terutama pada orang berusia di atas 70 tahun.

Sebelumnya, pada Februari 2025, Trump juga sempat terlihat memiliki tanda seperti riasan di tangan serta beberapa kali tampak memar. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa memar tersebut muncul karena aktivitas Trump yang padat, termasuk sering berjabat tangan sepanjang hari.

baca juga:Amalia Nur Shabrina Mahasiswa Pendidikan Olahraga Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Raih Perunggu di Kejuaraan Nasional Boxing Championship 2026

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Trump juga mengaku mengonsumsi aspirin dalam jumlah lebih banyak dari yang dianjurkan dokter. Menurutnya, aspirin baik untuk membantu mengencerkan darah. “Saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya. Saya ingin darah yang bagus dan encer,” ujarnya.

Trump sendiri mengaku cukup terganggu dengan sorotan publik terhadap kesehatannya. Ia bahkan menyesali keputusannya menjalani pemindaian jantung dan perut saat pemeriksaan rutin pada Oktober lalu. Menurutnya, langkah itu justru memicu lebih banyak spekulasi. “Kalau saja saya tidak melakukannya, mungkin tidak akan muncul pertanyaan apakah ada yang salah. Padahal sebenarnya tidak ada masalah,” katanya.

penulis:putra

Post Comment