Spekulasi soal kondisi kesehatan Donald Trump kembali ramai dibicarakan setelah terlihat ruam di sisi lehernya saat menghadiri upacara Medal of Honor. Ruam tersebut sempat tertangkap kamera dan langsung jadi bahan perbincangan di media sosial.
Menanggapi hal itu, dokter pribadi Trump, Sean Barbabella, menjelaskan bahwa kemerahan tersebut muncul akibat krim yang dipakai Trump sebagai perawatan kulit pencegahan. Ia mengatakan bahwa Trump menggunakan krim yang cukup umum di sisi kanan lehernya untuk perawatan kulit preventif. Krim tersebut dipakai selama sekitar satu minggu, dan efek kemerahan diperkirakan masih akan terlihat selama beberapa minggu.
Meski begitu, Barbabella tidak menjelaskan secara rinci jenis krim yang digunakan ataupun alasan medis spesifik mengapa perawatan tersebut diperlukan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Trump memang cukup sering menjadi sorotan. Dalam laporan hasil pemeriksaan kesehatan pada April 2025, disebutkan bahwa Trump menggunakan krim mometasone sesuai kebutuhan untuk mengatasi masalah kulit, meski tidak dijelaskan secara detail kondisi kulit yang dimaksud.
Kemudian pada Juli 2025, Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Trump didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis setelah ia mengeluhkan pembengkakan pada kakinya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi tersebut tergolong ringan dan cukup umum terjadi, terutama pada orang yang berusia di atas 70 tahun.
Sebelumnya, pada Februari 2025, Trump juga sempat terlihat memiliki tanda seperti riasan di tangan dan beberapa kali tampak mengalami memar di area tersebut. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa memar itu muncul karena Trump sangat aktif bekerja dan sering berjabat tangan sepanjang hari.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Trump juga mengaku mengonsumsi aspirin dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dianjurkan dokter. Menurutnya, aspirin baik untuk membantu mengencerkan darah. Ia mengatakan tidak ingin darah yang kental mengalir melalui jantungnya dan lebih memilih darah yang lebih encer.
Trump sendiri mengaku cukup kesal dengan perhatian publik yang terus menyoroti kondisi kesehatannya. Ia bahkan sempat menyesali keputusannya menjalani pemindaian jantung dan perut saat pemeriksaan rutin pada Oktober lalu. Menurutnya, pemeriksaan tersebut justru memicu lebih banyak spekulasi, padahal ia merasa tidak ada masalah dengan kesehatannya.
penulis:putra


Post Comment