×

KM Gandha Nusantara 17 Tenggelam di Perairan Maluku Utara: Mesin Rusak, Kapal Miring 20 Derajat, 7 ABK Selamat

Sekolapedia – 16 Maret 2026 | KM Gandha Nusantara 17, sebuah kapal pengumpan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), mengalami kecelakaan laut pada Minggu, 15 Maret 2026 di perairan Maluku Utara. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, menuju Ternate tiba-tiba kehilangan tenaga mesin, mengakibatkan kapal terombang-ambing dan akhirnya miring sekitar 20 derajat sebelum tenggelam sebagian.

Profil Kapal dan Rute Perjalanan

Kapal berukuran menengah ini berfungsi sebagai feeder atau kapal pengumpan yang menghubungkan rute utama Pelni dengan dermaga-dermaga kecil di wilayah Tidore dan sekitarnya. Pada hari kejadian, kapal hanya mengangkut tujuh anggota kru (ABK) tanpa penumpang maupun muatan komersial. Rute yang ditempuh melewati Selat Maluku, sebuah wilayah yang dikenal dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah, terutama pada musim hujan.

Rangkaian Kronologi Kejadian

  • 14 Maret 2026, pukul 22.00 WITA – KM Gandha Nusantara 17 berangkat dari Bitung dengan tujuh ABK.
  • 15 Maret 2026, sekitar pukul 08.00 WIT – Kapal mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
  • Kru berusaha melakukan perbaikan mandiri, namun tidak berhasil mengembalikan daya mesin.
  • Gelombang laut pada saat itu tercatat setinggi 2,5 hingga 3 meter, dengan angin kencang yang memperparah kondisi kapal.
  • Kapal mulai miring hingga mencapai sudut kira-kira 20 derajat, menandakan masuknya air ke dalam ruang mesin dan sekoci.
  • Tim SAR Ternate, Basarnas, serta kapal bantuan KM Sabuk Nusantara 115 dan kapal SAR 237 Pandudewanata dikerahkan ke lokasi.

Upaya Penyelamatan dan Evakuasi

Setelah menerima sinyal SOS, Tim SAR gabungan segera menavigasi ke lokasi kejadian. KM Sabuk Nusantara 115 berusaha menarik KM Gandha Nusantara 17, namun ketinggian ombak yang mencapai 2,5‑3 meter menghambat proses penarikan. Selanjutnya, tim SAR menggunakan peralatan penarik dan pompa air untuk menstabilkan kapal yang miring.

Seluruh tujuh ABK berhasil dievakuasi ke KM Sabuk Nusantara 115 dalam keadaan selamat. Evakuasi selesai pada sore hari, dan tidak ada laporan korban luka atau jiwa. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando, menegaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi cepat antara Basarnas, SAR Ternate, dan pihak Pelni.

Baca juga:
Harga Minyak Dunia Anjlok: Akankah Tarif BBM Non-Subsidi Pertamina Segera Turun?

Pernyataan Pejabat dan Tanggapan Pelni

M. Lutfi Israr, Kepala Cabang Pelni Ternate, menyatakan bahwa kapal tidak mengangkut penumpang pada saat kejadian dan seluruh kru telah kembali ke daratan dengan selamat. Ia menambahkan, “Kami mengapresiasi aksi cepat kru KM Sabuk Nusantara 115 serta dukungan Basarnas dalam mengevakuasi kru kami.”

Iwan Ramdhani, Kepala Kantor SAR Ternate, menjelaskan bahwa pencarian dan penyelamatan terus berlanjut hingga sore hari untuk memastikan tidak ada barang atau bahan berbahaya yang tertinggal di kapal.

Penyelidikan dan Langkah Selanjutnya

Pelni telah mengaktifkan tim investigasi internal untuk menelusuri penyebab pasti kegagalan mesin. Sementara itu, otoritas maritim setempat akan melakukan pemeriksaan keseluruhan terhadap kondisi teknis kapal sebelum kembali beroperasi. Pelni juga berjanji akan meningkatkan prosedur inspeksi rutin serta melatih kru dalam penanganan keadaan darurat di laut.

Baca juga:
PSG Siap Guncang Dunia Transfer dengan Tawaran €350 Juta untuk Lamine Yamal – Bintang Barcelona di Persimpangan Karier

Kejadian ini menambah catatan kecelakaan laut di wilayah Indonesia timur, yang sering dihadapkan pada cuaca ekstrem dan tantangan navigasi. Pemerintah daerah Maluku Utara berkomitmen meningkatkan fasilitas SAR serta memperkuat jaringan komunikasi maritim untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Dengan semua kru selamat dan tidak ada korban jiwa, fokus kini beralih pada penyelidikan teknis serta upaya meningkatkan standar keselamatan kapal feeder di perairan Indonesia.

Baca juga:
WFA Lebaran 2026: Pemerintah Gerakkan Fleksibilitas Kerja, KRL Turun 29% pada Hari Pertama

Post Comment