Masalah utamanya adalah Indonesia masih banyak mengandalkan impor untuk bahan baku maupun sediaan obat tertentu. Jadi, kalau jalur distribusi di Timur Tengah terganggu atau biaya logistik dunia naik gara-gara konflik, otomatis harga obat yang masuk ke sini juga bakal kena imbasnya.
“Karena obat kita masih banyak yang impor, konflik di Timur Tengah pasti ada dampaknya, terutama ke fluktuasi harga yang bikin masyarakat khawatir,” ujar Pak Taruna di Jakarta, Rabu kemarin.
Baca juga:Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap: Untuk Istri, Anak, hingga Asisten Rumah Tangga
Stok Obat Gimana? Aman Nggak?
Nah, ini kabar baiknya! Meski harganya ada potensi naik, Pak Taruna minta kita nggak perlu panik soal stok. BPOM sudah koordinasi dengan perusahaan-perusahaan farmasi besar, dan hasilnya: stok obat dalam negeri masih aman banget.
Ternyata, pemerintah sudah curi start buat nyiapin ketahanan obat dan pangan sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian dari ketahanan nasional. Jadi, risiko kelangkaan obat itu kecil banget buat saat ini.
Apa Langkah BPOM Selanjutnya?
BPOM janji bakal terus memantau pergerakan harga di pasar dan mastiin rantai pasokan obat maupun makanan nggak terputus, meskipun kondisi internasional lagi nggak menentu.
Intinya, Pak Taruna menegaskan kalau kita nggak bakal ngalamin kelangkaan obat atau makanan dalam waktu dekat. Stok melimpah, cuma ya itu tadi, kita harus siap-siap sama kemungkinan harganya yang sedikit goyang.
Penulis: marfel



Post Comment