×

Kenali 8 Jenis Ramen Jepang Sebelum Memesan

Efri Yano Putra
Published Mar 5, 2026 – 13:07

Memilih ramen ternyata nggak cukup cuma lihat foto di menu lalu langsung tunjuk. Jenis ramen itu beragam banget, dan masing-masing punya ciri khas sendiri, mulai dari kuah, tekstur mi, sampai rasa yang ditawarkan.

Ramen sendiri adalah hidangan mi khas Jepang yang sudah sangat populer di Indonesia. Nggak heran kalau sekarang banyak restoran yang menjadikan ramen sebagai menu andalan.

Masalahnya, banyaknya pilihan justru sering bikin bingung. Nama-namanya terdengar asing dan kadang sulit ditebak seperti apa rasanya. Supaya nggak salah pesan, berikut delapan jenis ramen yang penting kamu kenal.

Berdasarkan laporan Times of India (01/03), ini dia delapan jenis ramen yang sebaiknya kamu ketahui sebelum memesan.

🔖 Baca juga:
Pengingat Maghrib: Jadwal Buka Puasa Hari Ini Rabu 25 Februari 2026 Seluruh Indonesia
  1. Shoyu Ramen

Shoyu ramen bisa dibilang sebagai gaya klasik dari Tokyo. Kuahnya berbasis kecap asin dengan warna cokelat bening dan rasa gurih yang harum.

Biasanya, shoyu ramen menggunakan kaldu ayam atau babi. Minya berukuran sedang dan sedikit keriting. Topping yang umum dipakai antara lain chashu, rebung, rumput laut, dan telur setengah matang. Karena rasanya seimbang dan tidak terlalu berat, jenis ini cocok untuk pemula yang baru pertama kali mencoba ramen.

  1. Miso Ramen

Miso ramen berasal dari Hokkaido dan terkenal dengan kuahnya yang lebih kental serta kaya rasa. Cita rasa tersebut berasal dari pasta kedelai fermentasi atau miso.

Biasanya, miso ramen dilengkapi dengan sayuran tumis, daging cincang, serta tambahan jagung atau mentega. Kombinasi ini membuat rasanya semakin gurih dan terasa lebih “berisi” dibandingkan varian lainnya.

  1. Tonkotsu Ramen

Tonkotsu ramen dikenal dengan kuahnya yang putih pekat. Warna dan tekstur ini dihasilkan dari proses perebusan tulang babi selama berjam-jam, sehingga menghasilkan rasa umami yang kuat dan tekstur yang lembut.

Mi yang digunakan biasanya tipis dan lurus agar bisa menyerap kuah dengan maksimal. Topping yang sering dipakai antara lain chashu babi, jamur kuping, daun bawang, dan acar jahe. Rasanya cenderung bold dan creamy.

  1. Shio Ramen

Shio berarti garam. Sesuai namanya, jenis ramen ini memiliki kuah yang lebih ringan dan jernih dibandingkan varian lainnya. Kuahnya bisa berasal dari kaldu ayam atau seafood.

Rasanya sederhana dan tidak terlalu berat, sehingga cocok untuk kamu yang lebih suka ramen dengan cita rasa ringan dan segar.

baca juga:Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan Paten Kemenkum RI atas Inovasi Komposter Cerdas

  1. Tsukemen

Tsukemen punya cara penyajian yang berbeda dari ramen pada umumnya. Mi dan kuahnya disajikan terpisah. Jadi, kamu mencelupkan mi yang lebih tebal ke dalam kuah kental sebelum memakannya.

Kuah tsukemen biasanya lebih pekat dan gurih dibandingkan ramen biasa. Bahan dasarnya bisa dari kaldu tulang babi, seafood, atau olahan kedelai. Di Jepang, tsukemen sering dinikmati saat cuaca sedang hangat.

  1. Hakata Ramen

Hakata ramen adalah salah satu varian tonkotsu yang berasal dari distrik Hakata di Fukuoka. Ciri khasnya ada pada mi yang sangat tipis dan cepat matang.

Beberapa kedai bahkan menyediakan tambahan mi yang bisa langsung dimasukkan ke dalam kuah yang masih tersisa. Kuahnya cenderung creamy dan tetap berbasis kaldu babi, seperti tonkotsu pada umumnya.

  1. Kitakata Ramen

Kitakata ramen berasal dari Prefektur Fukushima. Kuahnya berbasis kecap asin, tetapi lebih ringan dibandingkan shoyu khas Tokyo.

Minya tebal, datar, dan sedikit keriting dengan tekstur kenyal. Uniknya, Kitakata ramen populer disantap sebagai menu sarapan. Banyak orang menyukai kesederhanaannya yang memberikan kesan nostalgia.

  1. Tantanmen

Tantanmen terinspirasi dari mi dan dan khas Sichuan, China. Kuahnya pedas dan creamy berkat campuran pasta wijen serta minyak cabai.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Perkuat Kolaborasi Global, Hadirkan Program Second Degree Berbasis Amerika Serikat

Rasanya kuat, kaya, dan sedikit menantang bagi yang tidak terbiasa dengan pedas. Tantanmen menunjukkan bagaimana ramen terus berkembang dan beradaptasi, tanpa melupakan akar asalnya.

penulis:rinaldy

Post Comment