×

Keluarga Jembrana Selamat dari Konflik Israel-IranEfri YanoPutriPublished Mar 4, 2026 – 19:36

Konflik yang memanas antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran membuat situasi di Timur Tengah semakin tegang. Di tengah kondisi tersebut, sebuah keluarga asal Jembrana, Bali, yang sedang menjalankan ibadah umrah berhasil selamat dan kembali ke Indonesia dengan aman.

Valensyah Rozika, pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Jembrana, bersama suami dan dua anaknya, sempat merasakan langsung momen mencekam itu. Ia mengaku sempat diliputi rasa cemas, terutama saat hendak pulang ke Tanah Air setelah menjalani umrah mandiri.

baca juga:7 Tips Mudik Nyaman Saat Puasa Agar Tetap Sehat

Valensyah menceritakan, ia dan keluarga berangkat ke Arab Saudi pada 18 Februari 2026. Namun menjelang akhir perjalanan mereka, tepatnya 28 Februari, konflik bersenjata mulai terjadi.

“Mulai ada kiriman rudal itu tanggal 28 malam dari Amerika ke Iran dulu. Posisi kami masih di Madinah, jadi sempat panik dan deg-degan,” ujar Valensyah saat ditemui di kantornya, Rabu (4/3/2026).

🔖 Baca juga:
Biosfer: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal dan Strategi Jawaban

Suasana di bandara saat itu disebutnya sangat mencekam. Hampir semua jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dibatalkan karena risiko keamanan di wilayah udara Timur Tengah. Beruntung, pada 1 Maret 2026, keluarganya berhasil mendapatkan satu-satunya penerbangan yang tetap beroperasi menuju Indonesia.

“Di Bandara Madinah sepi sekali. Alhamdulillah ada satu pesawat yang bisa berangkat, kebetulan tujuannya ke Jakarta. Isinya juga jemaah Indonesia semua,” tuturnya.

Menurut Valensyah, saat serangan pertama terjadi, aktivitas warga memang terlihat berkurang drastis. Bandara pun tampak lengang.

“Penduduk mungkin mengurangi aktivitas. Sepi sekali, cuma ada satu pesawat itu saja. Waktu itu baru serangan pertama, belum ada balas-balasan,” jelasnya.

Meski konflik di Timur Tengah masih berlangsung, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jembrana memastikan jadwal keberangkatan calon jemaah haji tidak terdampak.

Kepala Kantor Kemenhaj Jembrana, Muslihin, menyampaikan bahwa 90 calon jemaah haji asal Jembrana yang tergabung dalam kloter 70 tetap dijadwalkan berangkat pada 8 Mei 2026.

“Informasi dari kementerian, belum ada keberangkatan haji tahun ini yang dibatalkan. Jadi semua tahapan persiapan tetap berjalan seperti biasa,” tegas Muslihin.

Namun demikian, ia mengimbau masyarakat Jembrana yang berencana menjalankan ibadah umrah, baik secara mandiri maupun lewat agen perjalanan, agar menunda keberangkatan untuk sementara waktu sampai situasi lebih kondusif.

“Untuk sementara, sebaiknya ditunda dulu sampai konflik di Timur Tengah mereda,” imbaunya.

baca juga:Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan Paten Kemenkum RI atas Inovasi Komposter Cerdas

Muslihin pun berharap kondisi di Timur Tengah segera membaik, sehingga para tamu Allah, khususnya 90 jemaah asal Jembrana, bisa menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar.

“Semoga semuanya cepat berakhir dan ibadah bisa berjalan tanpa hambatan,” harapnya.

penulis:putra

Post Comment