Siapa bilang kalau mau ngopi enak dan tempatnya aesthetic itu harus ke mall atau ke gedung tinggi di pinggir jalan raya? Zaman sekarang, trennya sudah bergeser. Para pemburu kafe justru lebih suka mencari tempat yang agak “nyelip” alias hidden gem. Ada sensasi tersendiri ketika kita harus melewati gang-gang kecil, menyapa warga lokal, lalu tiba-tiba menemukan sebuah kedai kopi yang suasananya tenang banget, jauh dari bising klakson mobil.
Banyak banget coffee shop yang tadinya cuma teras rumah, tapi karena racikan kopinya serius dan suasananya homey, akhirnya jadi viral. Konsep hunian nyaman ini bikin kita merasa kayak lagi ngopi di rumah teman sendiri, bukan di tempat usaha. Menariknya lagi, meski tempatnya di dalam gang, kualitas kopi yang disajikan nggak main-main. Bahkan banyak yang pakai mesin espresso mahal atau teknik manual brew yang presisi.
Nah, dilansir dari berbagai sumber termasuk Detik Food, ada 5 destinasi kopi unik di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, sampai Yogyakarta yang wajib masuk bucket list kamu kalau lagi bosan sama suasana kota yang itu-itu saja. Yuk, kita bedah satu-satu!
1. Membumi Kopi: Oase Hijau di Tengah Cipete yang Padat
Kita mulai dari ibu kota, tepatnya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Kawasan ini memang sudah lama jadi “sarang” kopi enak, tapi kalau kamu mau cari yang benar-benar punya jiwa “membumi”, datanglah ke Membumi Kopi.
Alamat pastinya ada di Jalan Cipete VIII No. 93. Lokasinya memang masuk ke pemukiman, tapi begitu sampai, kamu bakal disambut dengan nuansa yang adem banget. Sesuai namanya, konsep yang diusung sangat ramah lingkungan. Dominasi elemen kayu dan tanaman hijau di sana-sini bikin mata jadi segar.
Menu jagoan mereka adalah Kopi Susu Senja. Harganya? Masih ramah di kantong mahasiswa atau pekerja kantoran yang mau escape sejenak, yaitu sekitar Rp 20.000-an. Yang bikin unik, mereka menyediakan buku bacaan gratis. Bayangkan, kamu duduk di tepi gang yang tenang, menyesap kopi susu yang manis-gurih, sambil membaca buku. Rasanya waktu kayak berhenti sejenak di tengah sibuknya Jakarta.
2. A Place in Between: Estetika Tersembunyi di Gang Bandung
Bergeser ke “Kota Kembang” Bandung. Bandung memang jagonya bikin tempat nongkrong yang kreatif. Salah satu yang paling menarik adalah A Place in Between. Lokasinya ada di Jalan Beruang, dan ya, kamu harus masuk ke gang sempit untuk menemukannya.
Begitu masuk ke dalamnya, kamu bakal kaget karena desain interiornya sangat kontras dengan gang di luarnya. Interiornya sangat chic, mengikuti tren kekinian, dan sangat Instagrammable. Tempat ini membuktikan kalau keterbatasan lahan di dalam gang bukan penghalang buat bikin kafe yang berkelas.
Menu di sini cukup lengkap. Buat kamu pecinta kopi klasik, cappuccino-nya mantap. Tapi kalau mau yang segar, mereka punya berbagai pilihan mocktail kopi. Harganya mulai dari Rp 20.000 saja. Jangan lupa pesan pendampingnya seperti cookies atau cheesecake yang lembut. Ngopi di sini beneran bikin kita merasa ada di “ruang antara” yang tenang di tengah padatnya Bandung.
3. Dungo Kauman Coffee: Bernostalgia di Sudut Solo
Kalau kamu main ke Solo, jangan cuma cari Serabi atau Selat Solo saja. Coba mampir ke kawasan Kauman, tepatnya di Jalan Cakra No. 36. Di sana ada Dungo Kauman Coffee yang suasananya kental banget dengan nuansa vintage.
Kafe ini cocok banget buat kamu yang suka ketenangan dan obrolan mendalam. Dengan furnitur-furnitur lawas dan layanan ala slow bar, kamu bisa melihat langsung barista menyeduh kopi dengan penuh perasaan. Fokus utama mereka adalah varian Single Origin. Salah satu yang paling dicari adalah kopi Wonoboyo.
Buat yang nggak terlalu suka kopi hitam pahit, tenang saja, ada es kopi susu yang harganya juga mulai Rp 20.000-an. Atmosfer kampung Kauman yang bersejarah ditambah aroma kopi yang menyerbak di dalam kedai jadul ini bakal kasih kamu pengalaman yang beda dari biasanya.
4. Kopi Gethe: Keaslian Rumah Jadoel di Semarang
Semarang juga punya jagoan hidden gem. Namanya Kopi Gethe, lokasinya di Jalan Sekayu Masjid. Kalau kamu suka bangunan-bangunan tua yang punya sejarah, tempat ini bakal jadi favoritmu. Pemiliknya tetap mempertahankan bentuk asli bangunan lama, lengkap dengan jendela kayu besar dan kursi besi model lama.
Masuk ke sini rasanya seperti pulang ke rumah nenek. Menunya pun klasik dan nggak neko-neko. Ada Kopi Mas Wali dan es kopi gula aren yang legendaris. Yang paling juara adalah harganya yang sangat bersahabat, mulai dari Rp 17.000 sampai Rp 21.000. Di tengah gempuran kafe modern yang minimalis, Kopi Gethe tetap teguh dengan identitas “lokal” dan “jadul”-nya yang justru jadi daya tarik utama.
5. LUKE and Friends: Tempat Nongkrong Asik di Yogyakarta
Terakhir, kita ke Yogyakarta. Kota ini memang gudangnya tempat nongkrong asik, tapi LUKE and Friends punya daya tarik tersendiri. Terletak di Gang Pangkur No. 2, kafe ini jadi bukti nyata kalau lokasi di dalam gang pun bisa ramai kalau punya karakter.
Tempatnya seru, cocok buat kumpul bareng teman-teman sesuai namanya. Menu-menu dasarnya seperti Americano dan latte dibanderol seharga Rp 20.000-an saja. Meski posisinya nyempil, suasana di sini selalu hidup. Ini adalah tipikal tempat di mana kamu bisa datang sendirian untuk kerja atau datang ramai-ramai untuk sekadar ngobrol ngalor-ngidul.
Kenapa Coffee Shop Dalam Gang Semakin Populer?
Fenomena populernya coffee shop di dalam gang seperti lima tempat di atas bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang bikin orang rela jalan kaki masuk gang demi segelas kopi:
- Harga Lebih Terjangkau: Karena biasanya lokasinya menggunakan lahan rumah pribadi atau biaya sewa yang tidak semahal di ruko pinggir jalan, harga kopinya pun jadi lebih kompetitif. Kita bisa dapat kopi kualitas kafe bintang lima dengan harga “kaki lima”.
- Ketenangan (Privasi): Buat orang-orang yang mau kerja (Work From Cafe) atau sekadar ingin baca buku tanpa terganggu suara bising knalpot, kafe dalam gang adalah pilihan terbaik.
- Koneksi dengan Warga Lokal: Ada interaksi sosial yang unik. Kita melewati jemuran warga, anak-anak bermain, atau orang tua yang duduk di depan rumah. Ini memberikan perasaan “membumi” yang tidak didapatkan di kafe-kafe waralaba besar.
- Kurasi yang Personal: Biasanya, pemilik coffee shop di dalam gang adalah mereka yang benar-benar hobi kopi. Mereka terjun langsung melayani pelanggan, sehingga kualitas rasa dan pelayanannya terasa lebih personal dan hangat.
Tips Mencari Coffee Shop Hidden Gem
Buat kamu yang mau mencoba petualangan mencari kedai kopi tersembunyi, berikut sedikit tips:
- Andalkan Google Maps: Tapi jangan telan mentah-mentah. Kadang titiknya kurang akurat di gang sempit. Jangan ragu buat tanya warga sekitar, biasanya mereka sudah tahu tempat kopi mana yang paling ramai dikunjungi anak muda.
- Pakai Motor atau Jalan Kaki: Karena lokasinya di dalam gang, membawa mobil biasanya akan sangat merepotkan. Parkirlah di tempat yang disediakan di luar gang agar tidak mengganggu akses warga.
- Bawa Buku atau Laptop: Suasana kafe-kafe ini biasanya tenang banget, pas banget buat produktivitas atau sekadar me-time.
Kesimpulannya, kopi enak itu nggak harus mahal dan nggak harus di tempat yang mentereng. Justru di balik gang-gang sempit itulah seringkali tersimpan kejutan rasa dan kenyamanan yang luar biasa. Jadi, dari 5 daftar di atas, mana nih yang mau kamu datangi duluan akhir pekan ini? Selamat menjelajah dan selamat ngopi!
penulis:rinaldy
Post Comment