Intelijen Israel dilaporkan meretas jaringan kamera pengawas lalu lintas (CCTV) di Teheran, ibu kota Iran. Aksi ini diduga dilakukan untuk memantau pergerakan pengawal mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Informasi yang diperoleh dari peretasan tersebut disebut-sebut digunakan untuk melacak Khamenei sebelum ia dilaporkan tewas dalam serangan yang dikoordinasikan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Laporan dari Financial Times, yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah ini, menyebut bahwa intelijen Israel telah memantau pergerakan Khamenei selama bertahun-tahun.
baca juga:Mudik Asyik ke Pulau Seribu: Pemprov DKI Jakarta Bagi-Bagi Tiket Kapal Gratis buat Lebaran 2026!
Menurut laporan itu, hampir seluruh kamera CCTV lalu lintas di Teheran diduga telah diretas oleh badan intelijen Israel, Mossad. Salah satu sudut kamera bahkan diarahkan untuk memperlihatkan lokasi tempat tim keamanan Khamenei memarkir mobil pribadi mereka.
Hal tersebut memberikan keuntungan bagi Israel untuk mengamati aktivitas sehari-hari di kompleks yang dijaga ketat. Seiring waktu, mereka disebut berhasil membangun profil terperinci atau “pola kehidupan” dari pergerakan orang-orang di sekitar Khamenei melalui kamera lalu lintas tersebut.
Data dari CCTV itu memungkinkan intelijen Israel menyusun berbagai informasi, mulai dari alamat rumah para pengawal keamanan Iran, jam kerja mereka, rute perjalanan, hingga pejabat mana saja yang mereka lindungi.
Rekaman dari CCTV lalu lintas di Teheran juga diduga dienkripsi dan dikirim ke server yang berada di Tel Aviv serta wilayah selatan Israel.
Seorang pejabat intelijen Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Financial Times bahwa mereka mengenal Teheran dengan sangat baik, bahkan seolah mengenalnya seperti kota mereka sendiri, Yerusalem.
Ia menambahkan bahwa ketika seseorang sudah sangat mengenal suatu tempat, hal sekecil apa pun yang terlihat tidak biasa akan langsung mudah diperhatikan.
Selain itu, intelijen Israel dan Amerika Serikat juga dilaporkan mengganggu jaringan telepon seluler di area Pasteur Street, lokasi tempat Khamenei dilaporkan tewas. Tujuannya adalah agar siapa pun yang mencoba menghubungi para pengawal untuk memberikan peringatan akan mendapati sinyal sibuk.
Menurut pejabat yang dikutip Financial Times, Israel juga menggunakan perangkat serta algoritma berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menyaring data terkait kepemimpinan Iran dan pergerakan mereka. Teknologi ini disebut membantu Israel melacak keberadaan Khamenei dalam sebuah pertemuan pada Sabtu (28/2), tepat sebelum serangan dari AS dan Israel terjadi.
penulis:putra
Post Comment