×

Inara Rusli Jalani Ramadan Pertama dengan Was-was, Memohon Kesehatan di Tengah Tradisi Puasa dan Idul Fitri

Inara Rusli Jalani Ramadan Pertama dengan Was-was, Memohon Kesehatan di Tengah Tradisi Puasa dan Idul Fitri

Sekolapedia – 21 Maret 2026 | Jakarta, 20 Maret 2026 – Penyanyi dan aktris muda Inara Rusli menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan pengalaman pertamanya menjalani bulan Ramadan. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Inara mengakui bahwa ia merasakan rasa was-was yang menggelayuti setiap sahur dan berbuka, sekaligus menyampaikan permohonan sederhana: hanya diminta dikasih sehat agar ibadah puasa dapat dijalani dengan khusyuk.

Ramadan tahun ini menandai momen penting bagi Inara, yang selama ini belum pernah merasakan puasa sejak masa kecilnya. “Saya selalu melihat orang‑orang di sekitar saya menjalani puasa dengan tenang, tetapi ketika giliran saya tiba, rasa cemas muncul,” ujar Inara dengan nada lembut namun tegas. “Saya takut tidak mampu menjaga stamina, takut sakit, dan takut mengganggu aktivitas kerja. Karena itu, doa saya hanyalah agar Allah memberi saya kesehatan.”

Ritual dan Tantangan di Bulan Suci

Sejak memasuki malam pertama Ramadan, Inara mengatur jadwal sahur lebih awal, menyiapkan menu bergizi, dan berusaha menyesuaikan pola tidur. Ia juga melibatkan keluarga dalam persiapan, menjadikan momen berbuka sebagai ajang kebersamaan. Namun, di balik kebahagiaan itu, rasa was-was tetap menyertai. “Saya kadang terbangun di tengah malam, mengingat jadwal syif dan deadline proyek. Pikiran itu membuat saya sulit tidur,” ungkapnya.

Dalam konteks keagamaan, Inara juga memperhatikan tata cara berpuasa yang tepat. Ia mengingatkan dirinya tentang larangan berpuasa pada hari pertama Syawal, yang secara tradisional diperingati sebagai hari Idul Fitri. Menurut ajaran Islam, 1 Syawal adalah hari raya yang diwajibkan untuk berbuka sebagai tanda rasa syukur atas kemenangan menunaikan puasa Ramadan. Hadis Nabi SAW menegaskan bahwa puasa pada hari tersebut tidak sah dan melanggar ketentuan syariat.

  • Hari 1 Syawal: Dilarang berpuasa, wajib berbuka.
  • Puasa sunnah pada 6 hari pertama Syawal diperbolehkan untuk menambah pahala.
  • Idul Fitri menandai akhir Ramadan dan awal bulan Syawal.

Pengetahuan ini menjadi landasan Inara dalam menentukan kapan ia boleh berpuasa kembali setelah Idul Fitri. “Saya tidak mau melakukan kesalahan yang dapat membatalkan ibadah. Jadi saya pastikan untuk tidak berpuasa pada 1 Syawal, melainkan menunggu hari berikutnya,” jelasnya.

Makna Idul Fitri dalam Perspektif Sejarah

Idul Fitri tidak sekadar hari raya, melainkan memiliki nilai historis yang dalam. Sejarah mencatat perayaan Idul Fitri pertama di Madinah setelah kemenangan dalam Perang Badar, menandai era baru kebebasan beribadah bagi umat Islam. Pada masa itu, Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya empati terhadap jamaah, memastikan bahwa waktu sahur dan berbuka dijalankan secara tepat, serta menekankan kepedulian terhadap lansia, anak-anak, dan orang lemah.

Semangat itu masih relevan hingga kini. Inara, yang kini menjadi figur publik, mengaitkan pengalaman pribadinya dengan nilai-nilai tersebut. “Saya belajar dari sejarah bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan sebuah sarana memperkuat solidaritas dan rasa empati. Saya berharap dapat meneladani semangat itu, meski dengan rasa was‑was saya,” katanya.

Harapan dan Doa untuk Kesehatan

Di akhir wawancara, Inara menegaskan kembali doa singkatnya: “Saya hanya minta dikasih sehat.” Pernyataan tersebut menggambarkan keikhlasan dan kesederhanaan dalam beribadah. Menurut para ulama, niat yang tulus dan doa yang ikhlas dapat menjadi penopang kuat bagi seseorang yang baru pertama kali menjalani puasa.

Pengalaman Inara Rusli ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang yang juga merasakan kegelisahan serupa saat pertama kali menapaki Ramadan. Dengan memahami tata cara, menghormati aturan syariat, dan mengedepankan niat yang tulus, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih mantap dan penuh rasa syukur.

Seiring berlalunya hari‑hari Ramadan, Inara menutup cerita dengan optimisme. “Saya percaya, dengan kesehatan dan dukungan keluarga, saya dapat menyelesaikan puasa ini dengan baik. Semoga Ramadan kali ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan spiritual saya,” tuturnya sambil tersenyum.

Post Comment