Halo, Sobat! Tidak terasa ya, waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita sibuk mencari jadwal imsakiyah dan menyiapkan stok sahur untuk hari pertama, eh sekarang kita sudah berada di pertengahan menuju akhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Pernah tidak kamu merasa bingung saat sedang kumpul buka puasa bersama teman, lalu ada yang bertanya, “Eh, hari ini kita sebenarnya puasa hari ke berapa sih?” Pertanyaan ini terdengar simpel, tapi jawabannya bisa jadi beda-beda tergantung kamu ikut ketetapan yang mana.
Nah, khusus untuk hari ini, Selasa, 10 Maret 2026, ada sedikit perbedaan “angka” yang perlu kita pahami bareng-bareng supaya tidak salah jadwal, terutama buat kamu yang sedang mengejar keutamaan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Yuk, kita kupas tuntas dengan gaya santai!
Dilema “Angka” di Kalender Kita
Setiap tahun, dinamika penentuan awal Ramadan di Indonesia memang selalu menarik untuk diikuti. Bukan soal benar atau salah, tapi ini adalah soal metode. Di Indonesia, kita punya dua arus besar dalam menentukan kalender Hijriah: Pemerintah (melalui Kementerian Agama dan biasanya sejalan dengan Nahdlatul Ulama/NU) dan Organisasi Muhammadiyah.
Untuk tahun 1447 Hijriah ini, mereka memulai “start” di tanggal yang berbeda. Efek dominonya tentu terasa sampai hari ini, 10 Maret 2026. Mari kita bedah satu per satu posisinya.
1. Versi Muhammadiyah: Sudah Masuk Puasa ke-21
Buat kamu yang mengikuti maklumat dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, hari ini Selasa, 10 Maret 2026, adalah hari ke-21 puasa.
Kenapa bisa lebih cepat? Karena Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Intinya, metode ini mengandalkan perhitungan astronomis yang sangat presisi. Begitu hitungan menunjukkan bulan baru sudah “wujud” atau ada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka besoknya sudah dianggap tanggal 1 bulan baru, tanpa harus melihat bulan secara langsung dengan mata telanjang atau teleskop.
Berdasarkan perhitungan Majelis Tarjih dan Tajdid, warga Muhammadiyah sudah mulai berpuasa sejak tanggal 18 Februari 2026. Jadi, kalau kita hitung mundur dari hari ini, teman-teman Muhammadiyah sudah resmi memasuki dekade terakhir Ramadan. Ini artinya, perburuan malam Lailatul Qadar sudah semakin intens di masjid-masjid Muhammadiyah!
2. Versi Pemerintah dan NU: Hari Ini Puasa ke-20
Nah, buat kamu yang menunggu pengumuman Sidang Isbat dari Kementerian Agama RI atau mengikuti ketetapan NU, hari ini Selasa, 10 Maret 2026, adalah hari ke-20 puasa.
Pemerintah kita menggunakan metode gabungan antara Hisab (perhitungan) dan Rukyatul Hilal (pengamatan langsung). Pemerintah menetapkan syarat ketinggian hilal tertentu (biasanya mengacu pada kriteria MABIMS) agar bulan baru bisa dinyatakan sah secara syariat dan kenegaraan.
Karena hasil pengamatan di lapangan saat itu belum memenuhi kriteria pada tanggal 17 Februari, maka Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Selisih satu hari ini memang sudah biasa terjadi, jadi tidak perlu heran kalau tetangga sebelah sudah tarawih duluan atau lebaran duluan nantinya.
Kenapa Perbedaan Ini Penting?
Mungkin ada yang bertanya, “Memangnya kenapa kalau beda sehari?” Jawabannya ada pada kekhusyukan ibadah kita, terutama di fase akhir Ramadan seperti sekarang.
- Mengejar Lailatul Qadar: Kita tahu bahwa malam kemuliaan itu ada di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir. Jika kamu ikut Muhammadiyah, malam ke-21 itu adalah tadi malam (Senin malam). Tapi jika ikut Pemerintah, malam ke-21 baru akan jatuh nanti malam (Selasa malam). Jadi, kalau mau aman, ya setiap malam kita gas pol ibadahnya!
- Jadwal Mudik dan Lebaran: Perbedaan awal puasa ini biasanya berujung pada perbedaan hari Idul Fitri. Meskipun belum dipastikan, potensi beda lebaran itu ada. Mengetahui posisi hari puasa membantu kita menghitung kapan kira-kira cuti bersama akan terasa lebih afdol.
- Pembayaran Zakat Fitrah: Biasanya, di hari ke-20 atau ke-21 seperti sekarang, panitia zakat di masjid sudah mulai membuka meja pendaftaran. Mengetahui posisi hari puasa mengingatkan kita bahwa waktu untuk menunaikan kewajiban sosial ini sudah semakin dekat.
Tabel Biar Nggak Bingung
Supaya lebih jelas melihat perbandingannya, coba intip tabel konversi sederhana ini:
| Keterangan | Muhammadiyah (18 Feb) | Pemerintah/NU (19 Feb) |
| 1 Ramadan | Rabu, 18 Februari 2026 | Kamis, 19 Februari 2026 |
| 10 Ramadan | Jumat, 27 Februari 2026 | Sabtu, 28 Februari 2026 |
| 15 Ramadan | Rabu, 4 Maret 2026 | Kamis, 5 Maret 2026 |
| 20 Ramadan | Senin, 9 Maret 2026 | Selasa, 10 Maret 2026 |
| 21 Ramadan | Selasa, 10 Maret 2026 | Rabu, 11 Maret 2026 |
| 30 Ramadan | Kamis, 19 Maret 2026 | Jumat, 20 Maret 2026 |
Dari tabel di atas, kelihatan banget kan kalau hari ini adalah “titik temu” di mana angka 20 dan 21 saling bersinggungan di tanggal 10 Maret.
Tetap Adem di Tengah Perbedaan
Zaman sekarang, beda jadwal puasa sudah bukan lagi bahan untuk debat kusir di grup WhatsApp keluarga. Kita sudah semakin dewasa dalam beragama. Toleransi adalah kunci.
Bayangkan indahnya Indonesia; ada yang sudah mulai berburu baju lebaran karena sudah merasa di akhir Ramadan, ada yang masih fokus menyelesaikan target tadarus di hari ke-20. Semuanya punya landasan ilmu masing-masing. Yang paling penting bukan soal puasa ke berapa, tapi kualitas puasa kita sampai hari ini bagaimana?
Apakah emosi masih sering meledak saat macet di jalan sore-sore menjelang buka? Apakah tadarusnya masih lancar atau justru “tadarus” menu di aplikasi ojek online yang lebih lancar? Mumpung masih ada sekitar 9 sampai 10 hari lagi, yuk kita maksimalkan.
Tips Menghadapi 10 Hari Terakhir
Karena kita sudah di angka 20-an, ini beberapa tips receh tapi penting:
- Jaga Kesehatan: Cuaca lagi tidak menentu, jangan lupa vitamin saat sahur.
- Atur Keuangan: Biasanya di hari-hari ini godaan self-reward baju lebaran dan hampers sangat tinggi. Tetap bijak ya!
- Fokus Ibadah: Kurangi scrolling medsos yang tidak perlu, perbanyak baca Al-Quran atau sekadar merenung di masjid (itikaf).
baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Nasional Lomba Karya Ilmiah RnDC 2025
Jadi, kesimpulannya: Kalau ada yang tanya hari ini puasa ke berapa, jawab saja dengan senyum, “Kalau ikut Muhammadiyah hari ke-21, kalau ikut Pemerintah hari ke-20. Yang penting kita sama-sama puasa dan tetap semangat!”
Selamat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman semua. Semoga Ramadan 1447 H ini membawa keberkahan dan kita semua dipertemukan dengan hari kemenangan dalam keadaan suci. Semangat puasanya, Sobat!
penulis:rinaldy


Post Comment