Harga Emas Dunia Naik Turun di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Fed: Proyeksi hingga USD 5.158

Harga Emas Dunia Naik Turun di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Fed: Proyeksi hingga USD 5.158

Sekolapedia – 16 Maret 2026 | Pasar emas global kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada pekan pertama Maret 2026. Harga spot emas bergerak dalam rentang lebar antara USD 5.000 hingga USD 5.240 per troy ons, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak mentah, serta ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat.

Fluktuasi Harga Minggu Ini

Awal pekan ditandai dengan kenaikan tajam yang mendorong harga emas melewati level USD 5.200. Namun, sejak Selasa, tekanan jual mulai menguat dan harga kembali melorot hingga Jumat, menurun di bawah level psikologis USD 5.000 pada hari Senin. Data Bloomberg mencatat harga spot turun 0,7 % menjadi USD 4.986,34 per troy ons, sementara harga perak juga mengalami penurunan serupa.

Pandangan Analis Internasional

James Stanley, senior market strategist di Forex.com, tetap optimis bahwa emas dapat kembali menguat dalam beberapa hari ke depan. Ia menekankan pentingnya level USD 5.000 sebagai zona dukungan utama pada pasar spot, dan memperkirakan adanya dorongan beli dari investor yang masih menganggap logam mulia sebagai aset safe‑haven.

Di sisi lain, Rich Checkan, presiden dan COO Asset Strategies International, memperingatkan kemungkinan penurunan harga jangka pendek menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Checkan berargumen bahwa suku bunga Fed yang diperkirakan tetap di 3,5 % bersama inflasi resmi sekitar 2,5 % dapat menurunkan imbal hasil riil, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai.

Level Support dan Resistensi

Ibrahim Assuaibi, direktur PT Traze Andalan Futures, memaparkan analisis teknikalnya. Pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di sekitar USD 5.021 per troy ons. Ia mengidentifikasi level support pertama di USD 4.973, dengan support berikutnya di USD 4.922 jika tekanan jual terus berlanjut. Di sisi atas, resistance pertama terletak di USD 5.078. Bila level ini berhasil ditembus, harga berpotensi melaju hingga USD 5.158 dalam seminggu ke depan.

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap Cek Bansos 2026: Mengenal Sistem Desil DTSEN dan Cara Mengubah Status Kesejahteraan Anda

Dampak pada Harga Emas dalam Rupiah

Konversi ke mata uang lokal menunjukkan bahwa harga emas domestik berada di kisaran Rp 2.997.000 per gram. Bila harga emas turun ke support pertama USD 4.973, nilai rupiah diproyeksikan menyentuh sekitar Rp 2.972.000 per gram. Support selanjutnya di USD 4.922 dapat menurunkan harga hingga sekitar Rp 2.920.000 per gram. Sebaliknya, penembusan resistance USD 5.078 dapat mengangkat nilai emas domestik menjadi Rp 3.018.000 per gram, dan dalam skenario optimal hingga Rp 3.100.000 per gram bila target USD 5.158 tercapai.

Proyeksi Minggu Depan

Berbagai faktor masih memengaruhi arah pergerakan logam mulia. Ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah dapat menambah tekanan pada pasar energi, yang pada gilirannya dapat memicu permintaan safe‑haven tambahan untuk emas. Di samping itu, keputusan Fed pada pertemuan FOMC minggu depan akan menjadi penentu utama; kebijakan suku bunga yang tidak berubah dapat mendukung stabilitas harga, sementara sinyal pelonggaran kebijakan dapat menurunkan daya tarik emas.

Secara keseluruhan, pasar emas berada pada persimpangan antara faktor fundamental—seperti inflasi, kebijakan moneter, dan geopolitik—dan faktor teknikal yang memberikan zona support serta resistance yang jelas. Investor diharapkan tetap memantau perkembangan pertemuan Fed serta dinamika konflik di Timur Tengah untuk menyesuaikan posisi mereka.

Post Comment