Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, akhirnya angkat bicara soal pengakuan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Sebelumnya, Fadia sempat mengklaim kalau dia lagi bareng Gubernur saat terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Semarang.
Tapi, Luthfi langsung menepis kabar itu. Beliau mengaku malah baru tahu kalau Fadia kena “ciduk” dari berita di media pada Selasa (3/3) pagi.
Ada Apa di Senin Malam?
Luthfi nggak menampik kalau Fadia memang sempat mampir ke rumahnya pada Senin (2/2) malam. Tapi, itu bukan pertemuan rahasia atau berduaan saja. Ada juga Bupati Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga di sana.
Apa sih yang dibahas?
- Update Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mereka lagi setor laporan progres program tersebut di wilayah masing-masing.
- Izin Absen: Fadia bilang ke Gubernur kalau dia nggak bisa ikut Rapat Koordinasi (Rakor) bareng Menko Pangan, Zulkifli Hasan, keesokan harinya.
Luthfi menegaskan, malam itu nggak ada drama OTT di rumahnya. “Habis kelar urusan laporan, ya masing-masing tamu pulang,” jelasnya.
Pesan Menohok: “Ikan Busuk Mulai dari Kepalanya”
Kejadian ini bikin Gubernur Luthfi wanti-wanti ke seluruh kepala daerah di Jateng. Beliau mengingatkan kalau Pemprov sudah sering kerja sama dengan KPK buat pencegahan korupsi.
Berikut beberapa poin “sentilan” dari Ahmad Luthfi:
- Jadi Teladan: Pejabat publik harus kasih contoh yang bener. Beliau pakai perumpamaan kalau ikan busuk itu mulainya dari kepala, jadi pemimpinnya dulu yang harus bersih.
- Stop Pamer Harta: Luthfi minta kepala daerah nggak usah gaya hidup hedon atau hobi flexing aset.
- Ikuti Aturan: Birokrasi harus sehat dan tetap di jalur hukum (rule of law).
KPK Ikut Meluruskan
Nggak cuma Gubernur, pihak KPK juga membantah gosip kalau mereka menangkap Fadia saat lagi bareng Ahmad Luthfi. Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, memastikan kalau tim di lapangan nggak melaporkan adanya sosok Gubernur saat proses penangkapan berlangsung.
Penulis: okta
Post Comment