Dua mahasiswi ditemukan meninggal dunia di dalam toilet Kuil Swaminarayan di Surat, India. Keduanya diduga sempat menggunakan teknologi kecerdasan buatan, yaitu ChatGPT, untuk mencari informasi mengenai cara mengakhiri hidup.
Menurut laporan NDTV dan News18, kedua korban yang berusia sekitar 18 hingga 20 tahun itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat pagi setelah tidak pulang ke rumah dari kampus mereka.
baca juga:Gak Ada Obat! Pasar Mobil Listrik Indonesia Tetap Gaspol Padahal Insentif Mulai Dipangkas
Polisi kemudian melacak keberadaan mereka melalui sinyal ponsel yang mengarah ke area kuil tersebut. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan botol obat bius dan alat suntik di dekat jenazah keduanya.
Asisten Komisaris Polisi Surat, NP Gohil, menjelaskan bahwa pemeriksaan pada ponsel korban menunjukkan adanya riwayat pencarian di ChatGPT terkait jenis obat yang bisa digunakan untuk bunuh diri.
Selain riwayat percakapan dengan AI, petugas juga menemukan tangkapan layar berita tentang kasus serupa di galeri foto salah satu korban. Keduanya diketahui merupakan teman masa kecil yang sedang menempuh pendidikan di jurusan perdagangan.
Kasus ini juga menarik perhatian pemilik platform X, Elon Musk. Melalui akun pribadinya, Musk memberikan reaksi singkat dengan menulis “Yikes” pada unggahan yang membahas dugaan penggunaan ChatGPT dalam peristiwa tersebut.
Selama ini, Musk memang dikenal sebagai salah satu pengkritik OpenAI. Ia beberapa kali membandingkan produk AI miliknya, Grok, dengan ChatGPT yang menurutnya memiliki berbagai potensi risiko atau bias.
Barang Bukti Ditemukan di Lokasi
Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV dan melihat kedua mahasiswi tersebut masuk ke area toilet sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Jenazah keduanya kini telah dibawa untuk proses autopsi dan pemeriksaan forensik.
penulis:putra



Post Comment