Cremonese Terpuruk: Kekalahan 1-4 dari Fiorentina Memperpanjang Deret 15 Laga Tanpa Kemenangan

Cremonese Terpuruk: Kekalahan 1-4 dari Fiorentina Memperpanjang Deret 15 Laga Tanpa Kemenangan

Sekolapedia – 17 Maret 2026 | Cremonese kembali menelan kekalahan telak di Serie A pada pekan ke-29 setelah menelan skor 1-4 dari Fiorentina di kandang sendiri, Stadion Giovanni Zini, Selasa 17 Maret 2026. Kekalahan ini menandai pertandingan ke-15 berturut‑turut tanpa meraih tiga poin, memperlebar jurang mereka dari zona aman dan menegaskan posisi 18 klasemen sementara dengan 24 poin.

Latar Belakang dan Statistik Kalah

Sejak mengalahkan Lecce 2-0 pada 7 Desember 2025, Cremonese belum mampu mengulang kemenangan. Empat hasil imbang dan sebelas kekalahan menumpuk, menempatkan mereka tiga poin di belakang Lecce yang masih berada di zona aman. Di atas itu, Cremonese unggul enam poin dari dua tim terbawah, Pisa dan Hellas Verona, namun jarak itu semakin menipis seiring musim mendekati fase akhir.

Detail Pertandingan Fiorentina vs Cremonese

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke‑3, Federico Bonazzoli menembakkan bola dari dalam kotak penalti, namun kiper Fiorentina, David de Gea, berhasil menepisnya. Kemudian, pada menit ke‑25, Fabiano Parisi membuka skor untuk La Viola setelah menerima umpan dari Rolando Mandragora dan mengeksekusi tembakan kaki kanan dari sisi kanan kotak penalti.

Empat menit kemudian, Roberto Piccoli menambah keunggulan Fiorentina dengan gol hasil kerja sama Robin Gosens yang mengirimkan umpan terobosan ke sisi kiri kotak penalti. Gawang Emil Audero, sang penjaga gawang asal Indonesia, kebobolan kembali pada menit ke‑30. Pada babak kedua, Cremonese berhasil mengurangi selisih melalui David Okereke pada menit ke‑57, namun kemenangan mereka tidak bertahan lama. Albert Gudmundsson menambah gol keempat untuk Fiorentina pada menit ke‑70, menutup skor akhir 1-4.

Dampak pada Klasemen Serie A

  • Posisi: 18 (zona degradasi)
  • Poin: 24 dari 29 laga
  • Jarak dari zona aman: 3 poin di belakang Lecce (posisi 17)
  • Jarak dari zona terendah: 6 poin di atas Pisa dan Hellas Verona

Sisa musim menyisakan sembilan pertandingan, termasuk laga melawan Parma pada akhir pekan dan pertemuan dengan Bologna pada 5 April. Setiap poin menjadi krusial untuk mengamankan tempat di Serie A.

Reaksi Pelatih Davide Nicola

Pelatih kepala Cremonese, Davide Nicola, mengakui kekecewaan publik dan tifosi I Grigiorossi namun menegaskan kepercayaan pada skuadnya. “Sorakan ejekan di stadion bisa dimengerti, kami harus tetap dekat dengan tim. Saya tidak ingin menyalahkan siapa‑siapa, karena kritik wajar dan bahkan bisa menjadi motivasi,” ujar Nicola setelah pertandingan. Ia menambahkan, “Kami rapuh dalam mengalahkan lawan, namun antusiasme dan tekad masih ada. Kami hanya tiga poin dari keselamatan, jadi masih ada harapan. Kami harus menciptakan titik balik mulai dari pertandingan berikutnya.”

Nicola juga menyoroti pentingnya mentalitas positif. “Kekalahan ini tidak boleh menambah kesedihan atau depresi, melainkan harus memicu semangat juang. Kami akan berusaha keras di sisa musim untuk tetap bertahan,” tuturnya.

Peran Emil Audero dan Harapan Kedepan

Emil Audero, penjaga gawang Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah kebobolan empat kali dalam satu laga. Meskipun demikian, ia tetap menjadi andalan di lini belakang, dengan pengalaman internasional yang dapat menjadi aset penting dalam pertempuran melawan zona degradasi.

Ke depan, Cremonese harus mengoptimalkan setiap peluang di laga melawan Parma dan Bologna. Jika mereka berhasil meraih poin penting, jarak ke zona aman dapat dipersempit, memberi ruang untuk perbaikan posisi di tabel akhir.

Secara keseluruhan, meski berada dalam situasi yang sulit, Cremonese masih memiliki peluang untuk mengamankan tempat di Serie A. Keberhasilan akan sangat bergantung pada konsistensi pertahanan, performa Audero, serta kemampuan tim untuk memanfaatkan setiap kesempatan mencetak gol.

Dengan tekad kuat dan dukungan dari suporter, Cremonese berupaya mengubah nasib mereka dan menghindari degradasi pada akhir musim.

Post Comment