Cek Yuk! Hari Ini Puasa Keberapa? Jadwal Ramadhan 11 Maret 2026 Versi Pemerintah & Muhammadiyah

Halo Sahabat! Nggak terasa ya, waktu rasanya cepat banget berlalu. Kayaknya baru kemarin kita sibuk nyiapin stok sirup dan kurma di dapur, eh sekarang kita sudah sampai di pertengahan bulan Maret. Buat kamu yang lagi menjalankan ibadah puasa, gimana nih kabarnya? Masih semangat, kan? Pastinya dong, apalagi kita sudah masuk ke fase-fase akhir Ramadhan yang penuh keberkahan ini.

Nah, karena di Indonesia kita sering punya sedikit perbedaan dalam penentuan awal puasa, kadang suka ada yang bingung nih: “Eh, hari ini sebenarnya kita puasa hari yang keberapa sih?” Terutama untuk hari ini, Rabu, 11 Maret 2026. Yuk, kita kupas tuntas biar nggak tertukar jadwalnya!

Memasuki Fase “Finish Line” Ramadhan 1447 H

Kalau kita melihat kalender, per tanggal 11 Maret 2026 ini, kita sebenarnya sudah berjalan cukup jauh. Kita sudah melewati dua pekan lebih, bahkan hampir satu bulan penuh kalau dihitung-hitung. Ibadah puasa tahun 1447 Hijriah ini memang terasa spesial karena jatuh di awal tahun masehi.

Tapi, seperti tahun-tahun sebelumnya, ada sedikit perbedaan hitungan nih antara teman-teman kita di Muhammadiyah dengan ketetapan dari Pemerintah (Kementerian Agama) dan NU. Perbedaan satu hari ini memang hal yang lumrah banget di Indonesia, jadi jangan sampai bikin kita bingung ya!

Versi Muhammadiyah: Hari Ke-22 Puasa

Kita bahas dulu dari versi teman-teman Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak jauh hari sudah menetapkan kalau 1 Ramadhan 1447 H itu jatuh pada tanggal 18 Februari 2026. Penentuan ini dilakukan pakai metode “Hisab Hakiki Wujudul Hilal” oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Singkatnya, mereka menggunakan perhitungan astronomi yang sangat presisi untuk melihat apakah posisi bulan sudah memenuhi syarat atau belum.

🔖 Baca juga:
Desain dan Layar: Mewah Namun Tetap Ergonomis

Nah, kalau kamu mengikuti jadwal dari Muhammadiyah, artinya pada hari ini, 11 Maret 2026, kamu sedang menjalankan puasa hari yang ke-22. Wah, sudah lewat tiga minggu ya! Berarti buat kamu, lebaran sudah tinggal menghitung hari banget nih. Biasanya kalau sudah masuk hari ke-20 ke atas, persiapan baju lebaran dan kue kering sudah harus mulai dimatangkan, nih!

Versi Pemerintah & NU: Hari Ke-21 Puasa

Lalu bagaimana dengan versi Pemerintah? Seperti biasa, Pemerintah RI melalui Kementerian Agama biasanya melakukan Sidang Isbat terlebih dahulu untuk melihat hilal (bulan baru) secara langsung di berbagai titik di Indonesia. Berdasarkan hasil sidang tersebut, Pemerintah dan NU menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, atau selisih satu hari setelah Muhammadiyah.

Jadi, kalau kamu ikut jadwal pemerintah, pada hari ini 11 Maret 2026, kamu sedang menjalankan puasa hari yang ke-21. Bedanya tipis banget, cuma satu hari. Tapi satu hari ini penting lho buat menentukan kapan nanti kita mulai takbiran dan shalat Idul Fitri.

baca juga:Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan Paten Kemenkum RI atas Inovasi Komposter Cerdas

Biar Nggak Bingung, Cek Tabel Ini Ya!

Supaya lebih gampang membayangkannya, ini ada ringkasan jadwal buat perbandingan antara kedua versi tersebut. Kamu bisa lihat kamu ada di baris yang mana:

Momen PuasaVersi MuhammadiyahVersi Pemerintah/NU
Awal Puasa (1 Ramadhan)18 Februari 202619 Februari 2026
Puasa Hari ke-1027 Februari 202628 Februari 2026
Puasa Hari ke-209 Maret 202610 Maret 2026
Hari Ini (11 Maret 2026)Hari ke-22Hari ke-21
Prediksi Lebaran (1 Syawal)19 Maret 202620 Maret 2026

Kenapa Sih Bisa Beda?

Mungkin ada yang nanya, “Kok bisa beda sih, padahal bulannya kan cuma satu?” Nah, ini dia serunya tinggal di Indonesia yang kaya akan ilmu pengetahuan dan metodologi.

Muhammadiyah menggunakan metode Hisab, yaitu perhitungan matematis dan astronomis. Jadi, meskipun mata manusia belum melihat hilal secara langsung, asalkan secara hitungan posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka besoknya sudah dianggap bulan baru.

Sedangkan Pemerintah dan NU menggunakan metode Rukyatul Hilal, yaitu pengamatan langsung ke langit. Jadi, selain menggunakan hitungan (hisab) sebagai panduan, mereka harus membuktikan dengan mata kepala sendiri (atau pakai alat bantu teleskop) bahwa bulan benar-benar sudah terlihat. Kalau belum terlihat karena mendung atau posisinya masih terlalu rendah, maka jumlah hari di bulan sebelumnya akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Tapi santai saja, perbedaan ini justru jadi warna tersendiri buat umat Islam di Indonesia. Yang paling penting bukan cuma soal hari keberapa kita puasa, tapi seberapa berkualitas ibadah kita di hari tersebut.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Menerima Visitasi Akreditasti ACQUIN sebagai Langkah Menuju World Class University

Tetap Semangat Sampai Akhir!

Memasuki hari ke-21 atau ke-22 ini biasanya adalah fase-fase krusial. Rasa lelah mungkin mulai terasa, tapi semangat harus tetap pol! Ingat, di sepuluh hari terakhir Ramadhan itu ada malam Lailatul Qadar yang kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan.

Mau kamu ikut jadwal pemerintah atau Muhammadiyah, yang penting kita sama-sama mengejar berkah di bulan suci ini. Yuk, manfaatkan sisa hari yang ada dengan memperbanyak sedekah, tadarus Al-Qur’an, dan tentu saja menjaga kesehatan biar nanti pas Lebaran bisa fit ketemu keluarga besar.

Jangan lupa juga mulai cicil persiapan mudik kalau kamu berencana pulang kampung. Perbedaan jadwal ini juga bisa jadi acuan buat kamu yang mau pesan tiket transportasi supaya nggak salah tanggal.

Semoga puasa kita semua diterima oleh Allah SWT ya. Semangat terus puasanya, Sobat! Tinggal sedikit lagi menuju hari kemenangan!

penulis:rinaldy

Post Comment