Bitcoin Meroket di Atas $72.000: BlackRock, Iran, dan ETF Volatilitas Jadi Penggerak Utama

Sekolapedia – 26 Maret 2026 | Harga Bitcoin kembali menembus batas psikologis $72.000 pada Rabu pekan ini, menandai pemulihan signifikan setelah sempat menguji level $69.000. Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan institusional, dan inovasi produk keuangan yang menarik perhatian investor global.

Geopolitik Menurunkan Risiko, Harga Minyak Turun

Pasar mata uang kripto merespons laporan bahwa Iran sedang mengejar penyelesaian penuh konflik dengan Israel, bukan sekadar gencatan senjata sementara. Sinyal de‑eskalasi ini menurunkan ketegangan di Timur Tengah, mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan energi. Harga Brent turun lebih dari 4 %, meluncur dari kisaran $104 menjadi sekitar $96‑$98 per barel dalam hitungan menit. Penurunan harga minyak menurunkan tekanan inflasi dan meningkatkan likuiditas, menciptakan lingkungan yang lebih mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.

BlackRock Mengeluarkan Peringatan, Tetap Menjanjikan Harga Tinggi

Raksasa manajemen aset BlackRock mengeluarkan peringatan mengenai volatilitas pasar kripto yang dapat mencapai satu triliun dolar, namun sekaligus menegaskan prediksi bullish yang menempatkan harga Bitcoin di kisaran $150.000 pada akhir tahun. Peringatan tersebut menyoroti risiko spekulatif, namun keyakinan BlackRock terhadap adopsi institusional tetap kuat, terutama setelah aliran dana ke ETF spot Bitcoin terus menguat.

ETF Volatilitas dan Permintaan Institusional

CoinShares mengajukan permohonan peluncuran rangkaian ETF Volatilitas Bitcoin, yang dirancang untuk memberi investor eksposur pada fluktuasi harga harian. Produk ini muncul di tengah pasar yang menunjukkan tekanan jual pada beberapa aset kripto, termasuk Ether dan Ripple, namun tetap mempertahankan aliran masuk bersih ke spot Bitcoin ETF sebesar $1,53 miliar pada bulan ini. Meskipun laju masuk dana melambat dibandingkan pekan sebelumnya, aliran tersebut masih menjadi penyangga utama bagi harga Bitcoin.

Indikator Teknis Menunjukkan Keraguan

Beberapa indikator teknis tetap memberi sinyal negatif. Premium Coinbase—selisih harga antara Bitcoin di Coinbase dan Binance—menjadi yang terburuk dalam sebulan, menandakan permintaan institusional AS melemah. Selain itu, data dari Coinglass menunjukkan bahwa diskon pada Coinbase semakin melebar sejak 19 Maret. Meskipun demikian, volume perdagangan tetap tinggi dan harga berhasil menahan level $70.000, menandakan dukungan fundamental yang kuat.

🔖 Baca juga:
Miliarder 25 Tahun: Wang Guanran Raup Kekayaan Triliun dari Saham Emas Warisan Ayah

Ringkasan Faktor Penggerak Harga

  • Geopolitik: Upaya Iran menurunkan ketegangan dengan Israel menurunkan risiko premi risiko dan menurunkan harga minyak.
  • Institusional: Aliran masuk bersih ke spot Bitcoin ETF dan potensi peluncuran ETF volatilitas meningkatkan likuiditas.
  • Sentimen Pasar: Penurunan harga minyak dan peningkatan ekspektasi pertumbuhan ekonomi mendukung aset berisiko.
  • Indikator Negatif: Premium Coinbase negatif dan perlambatan inflow ETF menandakan tekanan jual potensial.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor eksternal yang mendukung dan dinamika internal pasar kripto menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kenaikan harga Bitcoin. Meskipun beberapa indikator teknis memperingatkan adanya kelemahan, dukungan institusional yang terus mengalir serta penurunan risiko geopolitik memberikan landasan yang kuat bagi Bitcoin untuk mempertahankan atau bahkan melampaui level $72.000 dalam waktu dekat.

Post Comment