×

Arus Mudik 2026 Pecah Rekor: 270.000 Kendaraan, Korlantas Polri Siapkan One Way Nasional dan Contraflow Tiga Lajur

Sekolapedia – 20 Maret 2026 | Korlantas Polri memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan perkiraan 250.000 hingga 270.000 kendaraan melintasi jalur utama. Prediksi ini terbukti akurat ketika data lapangan menunjukkan volume kendaraan mencapai 270.000 unit, menandai kenaikan 4,26% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 258.000 kendaraan.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kepala Korlantas Polri, menyatakan bahwa lonjakan tersebut berhasil dikelola berkat penerapan sistem satu arah (one‑way) nasional serta skema contraflow yang diperluas secara bertahap. Sistem one‑way dimulai pada pukul 12.30 WIB tanggal 18 Maret dan mencakup seluruh wilayah Jawa serta sebagian Jawa Tengah, dengan penyesuaian one‑way lokal pada kilometer 414 menuju Bawen untuk memperlancar aliran.

Langkah Rekayasa Lalu Lintas Utama

  • One‑way nasional diterapkan sejak siang hari H‑2 Lebaran, mengubah arah arus pada semua jalur tol utama.
  • Contraflow satu lajur diaktifkan pada KM 36‑47 Tol Jakarta‑Cikampek.
  • Seiring peningkatan volume, contraflow diperluas menjadi dua lajur pada KM 47‑48.
  • Selanjutnya, contraflow tiga lajur diterapkan hingga KM 70, memastikan arus kendaraan tetap mengalir tanpa hambatan signifikan.
  • Penutupan sementara Tol Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) selama sekitar 1,5 jam untuk mengakomodasi redistribusi lajur contraflow, kemudian dibuka kembali setelah proses selesai.

Implementasi strategi tersebut terbukti efektif. Meskipun volume kendaraan mencapai puncak pada malam hari tanggal 18 Maret, arus lalu lintas tetap terpantau terkendali, baik di jalur tol maupun arteri. Pengawasan di lokasi KM 29 Tol Jakarta‑Cikampek menunjukkan pergerakan yang relatif lancar, meskipun terdapat kepadatan pada jam 10.00‑11.00 WIB.

Keamanan dan Statistik Kecelakaan

Selain mengatur arus, Korlantas juga menyoroti penurunan signifikan dalam kecelakaan lalu lintas. Data harian menunjukkan penurunan angka kecelakaan sebesar 2,8% dibandingkan periode mudik sebelumnya. Lebih penting lagi, fatalitas korban meninggal dunia menurun hingga 40%, mencerminkan efektivitas pos pengamanan, pos pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam memantau dan mengarahkan pemudik.

Irjen Agus menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara aparat, operator transportasi, dan masyarakat yang mematuhi arahan. “Kami berharap tren penurunan fatalitas ini dapat dipertahankan hingga Operasi Ketupat 2026 berakhir,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Denada Siap Temui Ressa Rossano Tanpa Pengacara: Jawaban Ditunggu Usai Klaim 24 Tahun Ditelantarkan

Data Perbandingan Volume Kendaraan

Tahun Volume Kendaraan (ribu) Persentase Kenaikan
2025 258
2026 270 4,26%

Dengan volume kendaraan mencapai 270.000 unit, Korlantas menegaskan bahwa fase puncak arus mudik telah berhasil dilalui. Namun, mereka tetap mengimbau pemudik yang masih dalam perjalanan untuk tetap berhati‑hati, sabar, dan mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan.

Kesimpulannya, prediksi Korlantas Polri mengenai puncak arus mudik pada H‑2 Lebaran 2026 terbukti akurat dan berhasil dikelola melalui serangkaian langkah rekayasa lalu lintas yang terkoordinasi. Penerapan one‑way nasional, contraflow bertahap, serta penutupan strategis pada tol MBZ menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran dan keselamatan jutaan pemudik. Pemerintah berharap kebijakan serupa dapat dijadikan standar dalam menghadapi lonjakan mobilitas di masa mendatang.

Post Comment