Persaingan menuju gelar Premier League kini memasuki fase yang sangat menentukan bagi Arsenal. Di tengah situasi tersebut, kondisi kebugaran gelandang andalan mereka, Martin Zubimendi, mulai menjadi perhatian serius.
Sejak didatangkan dari Real Sociedad, Zubimendi langsung menjadi sosok penting di lini tengah Arsenal. Sepanjang musim ini, ia selalu dipercaya sebagai starter di setiap pertandingan liga dan belum pernah memulai laga dari bangku cadangan.
baca juga;Penegakan Hukum: Tindakan Tegas Polri Terhadap Penimbun BBM dana Minyak Goreng
Peran besarnya menunjukkan betapa vitalnya pemain asal Spanyol tersebut dalam perjuangan The Gunners meraih gelar juara. Namun, seiring musim yang semakin mendekati akhir, risiko kelelahan mulai menjadi kekhawatiran.
Zubimendi tercatat hanya melewatkan dua pertandingan di Liga Champions dan sempat diistirahatkan tiga kali di EFL Cup. Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat, muncul pertanyaan kapan ia akan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Pertandingan melawan Mansfield di FA Cup bisa saja menjadi kesempatan untuk melakukan rotasi. Namun di sisi lain, Arsenal juga harus bersiap menghadapi babak gugur Liga Champions serta final Carabao Cup melawan Manchester City.
Dalam situasi ini, Mikel Arteta mungkin perlu mengambil keputusan yang belum pernah ia lakukan sepanjang musim, yakni menurunkan Christian Norgaard sebagai starter di Premier League untuk menggantikan Zubimendi.
Sebagian orang mungkin menilai rotasi bukan langkah yang tepat ketika Arsenal sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar. Namun jika melihat jadwal dua bulan terakhir musim ini, akan cukup sulit bagi Zubimendi untuk terus bermain dua kali setiap pekan hingga akhir Mei tanpa mengalami penurunan kondisi.
Di sisi lain, Declan Rice juga sempat mengalami masalah kebugaran dalam beberapa bulan terakhir. Lututnya sempat membengkak pada awal tahun dan ia bahkan tidak mampu bermain penuh selama 90 menit saat menghadapi Chelsea.
Kembalinya Martin Odegaard sebenarnya memberi Arteta lebih banyak pilihan untuk merotasi pemain, khususnya pada posisi Declan Rice. Meski begitu, sebagai gelandang bertahan utama, tanggung jawab terbesar tetap berada di pundak Zubimendi.
Christian Norgaard sendiri bisa menjadi solusi yang cukup masuk akal. Ia didatangkan untuk menggantikan peran Jorginho, yang sebelumnya dikenal sebagai sosok penting di skuad Arsenal.
Dengan pengalaman, kekuatan fisik, serta jiwa kepemimpinan yang dimilikinya, pemain internasional Denmark tersebut dinilai mampu menjalankan peran serupa ketika dibutuhkan. Ia juga sudah menunjukkan kualitasnya baik di Liga Champions maupun kompetisi domestik lainnya.
Kini pertanyaannya tinggal satu: kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan rotasi tersebut.
Arsenal sempat terlihat kelelahan saat menghadapi Chelsea, meskipun sebelumnya mereka memiliki waktu istirahat selama satu pekan penuh.
baca juga:Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Hibah Pengembangan Modul Digital dari Kemendiktisaintek
Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan fisik skuad untuk tetap kompetitif di empat ajang sekaligus. Apalagi, Arteta dikenal jarang melakukan perubahan besar dalam susunan pemain utamanya.
Jika ingin menjaga peluang meraih gelar hingga akhir musim, Arteta mungkin perlu berani mengambil keputusan penting, termasuk memberi waktu istirahat bagi Zubimendi dalam beberapa pertandingan liga.
penulis;ilham

Post Comment