×

7 Sekolah di Kota Selatan Dapat Roti MBG, SPPG Tarik 50 Porsi Tak Layak Konsumsi – Skandal Gizi Gratis!

7 Sekolah di Kota Selatan Dapat Roti MBG, SPPG Tarik 50 Porsi Tak Layak Konsumsi – Skandal Gizi Gratis!

Sekolapedia – 18 Maret 2026 | Baru-baru ini, tujuh sekolah negeri di wilayah selatan kota Gorontalo menerima pasokan roti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan meningkatkan asupan nutrisi siswa. Namun, di balik antusiasme itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menarik kembali sebanyak 50 porsi roti yang dinyatakan tidak layak konsumsi karena kualitas yang tidak memenuhi standar.

Latar Belakang Program MBG

Program MBG dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tujuan menyediakan makanan bergizi tanpa biaya kepada anak-anak sekolah. Pemerintah daerah dan pihak swasta turut berkontribusi, termasuk donasi kue dan roti dari produsen luar kota. Di Gorontalo, inisiatif ini mendapat dukungan kuat dari komunitas bisnis lokal yang ingin memperbaiki status gizi anak.

Daftar Sekolah yang Menerima Roti MBG

  • SMA Negeri 1 Kota Selatan
  • SMA Negeri 2 Kota Selatan
  • SMP Negeri 3 Kota Selatan
  • SMP Negeri 4 Kota Selatan
  • SD Negeri 5 Kota Selatan
  • SD Negeri 6 Kota Selatan
  • TK Negeri 7 Kota Selatan

Setiap institusi menerima paket roti sebanyak 200 buah per minggu, yang diharapkan menjadi tambahan protein dan karbohidrat dalam menu harian siswa.

Masalah Kualitas dan Penarikan 50 Porsi

Beberapa hari setelah distribusi pertama, petugas inspeksi BGN menemukan bahwa 50 buah roti mengandung tingkat kelembaban berlebih serta munculnya jamur pada permukaan. Hasil laboratorium menunjukkan adanya pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dengan sistem imun masih berkembang.

Atas temuan tersebut, SPPG setempat memutuskan untuk menarik kembali seluruh 50 porsi tersebut dan menunggu proses penggantian dari penyedia. Kepala SPPG, Budi Santoso, menyatakan, “Kami tidak bisa mengabaikan standar kebersihan. Keamanan pangan bagi siswa adalah prioritas utama.”

Kontroversi SPPG di Gorontalo

Kasus penarikan roti ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan SPPG di wilayah tersebut. Baru-baru ini, dua dapur MBG di Gorontalo ditutup sementara setelah terungkap adanya praktik pemesanan kue dan roti dari luar tanpa prosedur pengawasan yang memadai. Selain itu, laporan media mengidentifikasi kasus serupa di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, dimana siswa menolak 1.022 porsi MBG karena terdapat ikan lele mentah yang masih hidup di dalam kotak makanan.

Insiden tersebut mendorong BGN turun tangan langsung, memberikan sanksi suspend dapur, pemecatan staf, dan peringatan keras kepada yayasan yang terlibat. Sikap acuh tak acuh sebagian petugas SPPG juga mendapat sorotan, termasuk komentar menghina “rakyat jelata kurang bersyukur” yang tercium dalam rekaman internal.

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Perbaikan

Pemerintah kota Gorontalo berjanji akan memperketat mekanisme kontrol kualitas. Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Siti Marlina, menegaskan bahwa semua penyedia makanan harus melewati audit sanitasi tiga kali sebelum paket MBG disalurkan. Selain itu, dukungan swasta diharapkan dapat membantu menyediakan bahan baku berkualitas tinggi, sehingga kejadian serupa dapat diminimalisir.

Beberapa inisiatif baru juga tengah dipersiapkan, antara lain pelatihan gizi bagi petugas dapur, penggunaan bahan pengawet alami, serta penerapan sistem pelaporan digital yang memudahkan monitoring real‑time.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan program MBG tetap menjadi solusi gizi yang efektif dan aman bagi jutaan pelajar di seluruh Indonesia.

Post Comment