Panduan Lengkap dan Contoh Soal PPh 21 THR: Cara Hitung Pajak Bonus Sesuai Aturan Terbaru

Panduan Lengkap dan Contoh Soal PPh 21 THR: Cara Hitung Pajak Bonus Sesuai Aturan Terbaru
Views: 3

Setiap menjelang hari raya, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi hal yang paling dinanti oleh para pekerja di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa THR termasuk dalam kategori penghasilan tidak teratur yang dikenakan pajak. Memahami cara menghitung pajak atas bonus tahunan ini sangat penting agar tidak terjadi kebingungan saat melihat nominal bersih yang diterima di rekening.

Sejak berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 dan PMK Nomor 168 Tahun 2023, penghitungan PPh 21 menggunakan metode TER (Tarif Efektif Rata-rata). Artikel ini akan mengupas tuntas materi tersebut melalui kumpulan contoh soal PPh 21 THR yang relevan dengan regulasi terkini.

Baca Juga : Panduan Lengkap dan Contoh Soal Ulangan PAI: Strategi Meraih Nilai Sempurna

Mengapa THR Dikenakan PPh 21?

Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, objek pajak PPh 21 adalah segala bentuk penghasilan yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi atas pekerjaan, jasa, atau kegiatan. THR dikategorikan sebagai Penghasilan Tidak Teratur, sama halnya dengan bonus, jasa produksi, dan tatiem.

Perbedaan utama antara pajak gaji bulanan dan pajak THR adalah pada sifat pembayarannya. Gaji dibayarkan secara rutin setiap bulan, sedangkan THR biasanya hanya dibayarkan satu kali dalam setahun.


Memahami Mekanisme TER dalam Perhitungan PPh 21

Sesuai aturan terbaru per 1 Januari 2024, pemotongan PPh 21 bulanan dilakukan dengan mengalikan Penghasilan Bruto Sebulan dengan Persentase TER.

  1. Penghasilan Bruto Sebulan: Meliputi Gaji Pokok + Tunjangan Tetap + Premi Asuransi (JKK, JKM yang dibayar pemberi kerja) + THR/Bonus (pada bulan saat THR cair).
  2. Kategori TER: * Kategori A: Untuk PTKP TK/0, TK/1, K/0.
    • Kategori B: Untuk PTKP TK/2, TK/3, K/1, K/2.
    • Kategori C: Untuk PTKP K/3.

Contoh Soal PPh 21 THR dan Pembahasan Lengkap

Berikut adalah simulasi perhitungan untuk memberikan gambaran nyata mengenai dampak THR terhadap potongan pajak bulanan Anda.

Studi Kasus: Karyawan Lajang (Kategori A)

Andi adalah seorang karyawan swasta dengan status TK/0 (Tidak Kawin, tanpa tanggungan). Setiap bulan Andi menerima gaji pokok sebesar Rp8.000.000. Pada bulan April 2026, Andi menerima THR sebesar satu kali gaji, yaitu Rp8.000.000.

Data Perhitungan:

  • Gaji Bulanan: Rp8.000.000
  • THR: Rp8.000.000
  • Total Penghasilan Bruto April: Rp16.000.000
  • Status PTKP: TK/0 (Masuk Kategori TER A)

Langkah 1: Menentukan Tarif TER A

Berdasarkan tabel TER A, untuk penghasilan bruto Rp16.000.000, tarif yang berlaku adalah 7%.

Langkah 2: Menghitung PPh 21 Bulan April

$$\text{PPh 21} = \text{Penghasilan Bruto} \times \text{Tarif TER}$$

$$\text{PPh 21} = Rp16.000.000 \times 7\%$$

$$\text{PPh 21} = Rp1.120.000$$

Berapa Pajak Khusus untuk THR-nya saja?

Jika pada bulan biasa (tanpa THR) gaji Andi Rp8.000.000 dikenakan TER A sebesar 1,5%, maka pajaknya adalah Rp120.000.

Maka, selisih kenaikan pajak akibat adanya THR adalah:

$Rp1.120.000 – Rp120.000 = \mathbf{Rp1.000.000}$.


Tabel Referensi Cepat (Estimasi)

Total Penghasilan Bruto (Gaji + THR)Kategori TEREstimasi Tarif
Rp5.400.001 – Rp5.650.000A0,25%
Rp10.000.001 – Rp10.950.000A2,25%
Rp15.100.001 – Rp16.950.000A7%
Rp20.000.001 – Rp25.000.000A10%

Tips Menghadapi Potongan Pajak THR yang Tinggi

Seringkali wajib pajak terkejut karena potongan pajak pada bulan penerimaan THR terasa sangat besar. Hal ini terjadi karena penambahan THR menggeser posisi penghasilan bruto Anda ke lapisan (bracket) tarif TER yang lebih tinggi.

  1. Pahami Skema Akhir Tahun: Perlu diingat bahwa metode TER hanya digunakan dari Januari hingga November. Pada bulan Desember, perusahaan akan menghitung ulang total pajak setahun menggunakan tarif Pasal 17 (progresif) yang dikurangi total pajak yang sudah dibayar (Januari-November).
  2. Cek Status PTKP: Pastikan data status keluarga (menikah/tanggungan) pada HRD sudah benar, karena perbedaan kategori TER (A, B, atau C) sangat memengaruhi besaran persentase pajak.
  3. Gunakan Kalkulator Pajak Online: Untuk estimasi mandiri, gunakan alat bantu hitung PPh 21 resmi atau yang disediakan oleh penyedia jasa akuntansi terpercaya.

Baca Juga : Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung, Kembangkan Smart Collar, Teknologi IoT Pemantau Kesehatan Sapi Secara Real Time

Kesimpulan

Menghitung PPh 21 atas THR memang memerlukan ketelitian, terutama dengan adanya skema TER yang baru. Dengan mempelajari contoh soal PPh 21 THR di atas, diharapkan Anda tidak lagi bingung saat menerima slip gaji di bulan raya. Kuncinya adalah mengetahui total penghasilan bruto bulanan dan mencocokkannya dengan tabel tarif efektif yang sesuai dengan status PTKP Anda.

Pajak yang dipotong adalah kontribusi nyata bagi pembangunan negara, namun memastikan perhitungannya tepat adalah hak Anda sebagai wajib pajak.

Penulis : Nabila

Views: 3

Post Comment