Prancis sering kali identik dengan kemegahan Paris atau kehangatan wilayah Provence. Namun bagi mereka yang ingin menggali lebih dalam tentang kekayaan sejarah Eropa terdapat sebuah kota di wilayah Grand Est yang menawarkan pesona luar biasa bernama Metz. Terletak di pertemuan sungai Moselle dan sungai Seille kota ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dari zaman Romawi hingga era modern.
Dalam artikel ini kita akan menjelajahi setiap sudut kota Metz mulai dari kemegahan katedralnya yang bersinar hingga perannya sebagai pusat seni kontemporer di Prancis.
Baca Juga : Panduan Lengkap dan Contoh Soal Ulangan PAI: Strategi Meraih Nilai Sempurna
Sejarah Panjang Kota Metz dari Zaman Kuno hingga Masa Kini
Metz memiliki sejarah yang membentang lebih dari tiga ribu tahun. Awalnya kota ini merupakan pemukiman suku Celtic yang dikenal sebagai Mediomatrici. Setelah penaklukan oleh bangsa Romawi kota ini berkembang menjadi salah satu kota terpenting di wilayah Gaul karena lokasinya yang strategis di jalur perdagangan utama.
Pusat Kerajaan Austrasia
Pada masa kejayaan dinasti Merovingian kota Metz mencapai status sebagai ibu kota kerajaan Austrasia. Pengaruh politik dan agama kota ini terus tumbuh menjadikannya salah satu pusat spiritual paling penting di Eropa Barat. Jejak jejak peninggalan era ini masih bisa ditemukan di berbagai museum dan struktur bangunan tua yang berdiri kokoh di pusat kota.
Pengaruh Jerman dan Prancis
Salah satu aspek paling unik dari kota ini adalah pengaruh ganda dari budaya Prancis dan Jerman. Karena lokasinya yang dekat dengan perbatasan kota ini sempat menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman setelah Perang Prancis Prusia pada tahun 1871. Hal ini menciptakan perpaduan gaya arsitektur yang sangat kontras antara bangunan bergaya Gotik Prancis dan bangunan monumental bergaya Jerman di Distrik Imperial.
Arsitektur Ikonik Cahaya Kuning dari Batu Jaumont
Salah satu ciri khas yang paling mencolok dari kota Metz adalah warna bangunannya yang tampak keemasan saat terkena sinar matahari. Hal ini disebabkan oleh penggunaan batu Jaumont yaitu jenis batu kapur lokal berwarna kuning madu yang digunakan untuk membangun sebagian besar struktur bersejarah di kota ini.
Katedral Saint Stephen (Lanterne du Bon Dieu)
Bangunan yang paling mendominasi cakrawala kota adalah Katedral Saint Stephen. Katedral ini terkenal karena memiliki luas jendela kaca patri terbesar di dunia mencapai hampir 6.500 meter persegi. Karena keindahan cahayanya katedral ini mendapat julukan Lanterne du Bon Dieu atau Lentera Tuhan. Jendela jendela ini merupakan hasil karya seniman dari berbagai era termasuk seniman modern ternama Marc Chagall.
Distrik Imperial dan Stasiun Kereta Api Metz
Berbeda dengan pusat kota tua yang bergaya Prancis Distrik Imperial menampilkan kemegahan gaya Jerman. Stasiun Kereta Api Metz atau Gare de Metz Ville berkali kali dinobatkan sebagai stasiun kereta api tercantik di Prancis. Bangunannya yang megah dengan gaya Neo Romanesque dirancang untuk menunjukkan kekuatan kekaisaran pada masa itu.
Metz sebagai Pusat Seni dan Budaya Modern
Meskipun sangat menghargai sejarahnya kota ini tidak terjebak di masa lalu. Kehadiran Centre Pompidou Metz telah mengubah citra kota ini menjadi pusat seni kontemporer kelas dunia.
- Desain Arsitektur Unik: Gedung museum ini memiliki atap yang menyerupai topi tradisional Tiongkok yang sangat ikonik dan modern.
- Koleksi Seni: Sebagai cabang dari Centre Pompidou di Paris museum ini menyelenggarakan pameran temporer yang menampilkan karya karya seniman besar dari seluruh dunia.
- Transformasi Kota: Kehadiran museum ini telah menarik jutaan wisatawan mancanegara dan menghidupkan kembali ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Keindahan Alam dan Kehidupan di Tepian Sungai
Kota Metz juga dikenal sebagai salah satu kota paling hijau di Prancis. Dengan banyaknya taman dan ruang terbuka publik warga kota sangat menikmati kehidupan luar ruangan yang santai.
- Esplanade dan Taman Botani: Tempat yang sempurna untuk berjalan santai di sore hari sambil menikmati pemandangan bunga yang tertata rapi.
- Aktivitas Sungai: Wisatawan dapat menyewa perahu atau mengikuti tur menyusuri sungai Moselle untuk melihat pemandangan kota dari sudut pandang yang berbeda.
- Pasar Tradisional: Marche Couvert atau pasar tertutup adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta kuliner untuk mencoba keju lokal daging asap dan kue Mirabelle yang sangat terkenal.
Tabel Fakta Menarik Mengenai Metz
| Kategori | Keterangan |
| Wilayah | Grand Est Prancis |
| Julukan | Kota Cahaya (La Ville Lumiere) |
| Ikon Utama | Katedral Saint Stephen dan Centre Pompidou |
| Kuliner Khas | Quiche Lorraine dan Mirabelle Plum |
| Jarak dari Paris | Sekitar 82 menit menggunakan kereta cepat TGV |
Kuliner Khas yang Menggugah Selera
Berada di wilayah Lorraine berarti Anda berada di rumah asli dari hidangan terkenal Quiche Lorraine. Namun spesialisasi sejati dari kota ini adalah buah Mirabelle. Buah prem kecil berwarna kuning ini diolah menjadi berbagai macam produk mulai dari selai tart hingga minuman keras tradisional. Setiap tahun kota ini merayakan festival Mirabelle yang meriah dengan parade dan pasar malam yang menarik ribuan pengunjung.
Aksesibilitas dan Tips Berwisata ke Metz
Mengunjungi kota ini sangatlah mudah berkat infrastruktur transportasi yang sangat maju. Kereta cepat TGV menghubungkan kota ini dengan Paris dalam waktu yang sangat singkat menjadikannya destinasi yang ideal untuk perjalanan harian atau akhir pekan.
Bagi wisatawan yang berkunjung sangat disarankan untuk berjalan kaki saat menjelajahi pusat kota karena sebagian besar area bersejarah adalah zona pejalan kaki. Menikmati kopi di Place d’Armes sambil memandangi kemegahan katedral adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.
Kesimpulan
Kota Metz adalah perpaduan sempurna antara sejarah kuno kemegahan arsitektur dan inovasi seni modern. Dengan suasana yang lebih tenang dibandingkan Paris kota ini menawarkan pengalaman budaya yang autentik dan mendalam bagi setiap pengunjung. Dari cahaya keemasan batu Jaumont hingga jendela kaca patri yang memesona kota ini akan selalu meninggalkan kesan mendalam di hati siapa pun yang mengunjunginya.
Penulis : Nabila


Post Comment