Latihan Soal Uji Kompetensi K3: Memahami Identifikasi Penyakit Akibat Kerja

Views: 2

Sektor industri yang berkembang pesat menuntut standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang semakin tinggi. Salah satu kompetensi paling krusial bagi seorang praktisi K3, baik itu Ahli K3 Umum, Ahli K3 Kimia, maupun tenaga kesehatan kerja, adalah kemampuan melakukan identifikasi Penyakit Akibat Kerja (PAK). Berbeda dengan kecelakaan kerja yang terlihat secara kasat mata dan terjadi seketika, PAK sering kali bersifat tersembunyi, memiliki masa laten yang panjang, dan gejalanya menyerupai penyakit umum.

Baca juga:Mengapa Persiapan TPU Bank Sumut Sangat Penting
slot777 login

Tanpa kemampuan identifikasi yang mumpuni, perusahaan akan menghadapi risiko penurunan produktivitas, beban kompensasi yang tinggi, hingga sanksi hukum sesuai Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019. Artikel ini dirancang sebagai panduan sekaligus modul latihan soal untuk mempersiapkan Anda menghadapi Uji Kompetensi K3, dengan fokus utama pada identifikasi penyakit akibat kerja.

Apa Itu Penyakit Akibat Kerja?

Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah gangguan kesehatan yang timbul sebagai akibat dari pajanan faktor risiko yang berasal dari aktivitas pekerjaan. Identifikasi PAK memerlukan pendekatan multidisiplin yang menghubungkan antara gejala medis klinis dengan data pajanan di lingkungan kerja. Praktisi K3 harus memahami bahwa PAK tidak terjadi secara kebetulan; selalu ada agen (biologi, kimia, fisik, ergonomi, atau psikososial) yang menjadi pemicunya. daftar slot777

Strategi Identifikasi: Prosedur 7 Langkah Diagnosa Okupasi

Sebelum mengerjakan latihan soal, Anda harus menguasai “senjata utama” dalam identifikasi PAK, yaitu 7 Langkah Diagnosa Okupasi:

  1. Menentukan diagnosis klinis melalui pemeriksaan medis.
  2. Menentukan pajanan (faktor risiko) yang dialami pekerja di tempat kerja.
  3. Menentukan hubungan antara pajanan dengan diagnosis klinis (berdasarkan literatur ilmiah).
  4. Menentukan besarnya pajanan yang diterima pekerja (kuantitatif atau kualitatif).
  5. Menentukan faktor individu yang berperan (riwayat alergi, gaya hidup).
  6. Menentukan faktor lain di luar tempat kerja (hobi, paparan di rumah).
  7. Menetapkan diagnosis Penyakit Akibat Kerja.

Latihan Soal Uji Kompetensi K3: Identifikasi PAK

Berikut adalah kumpulan soal latihan yang sering muncul dalam ujian kompetensi, dirancang untuk mengasah logika identifikasi Anda.

Soal 1: Dasar Hukum Regulasi terbaru di Indonesia yang secara spesifik memuat daftar jenis penyakit yang dapat digolongkan sebagai Penyakit Akibat Kerja adalah… A. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 B. Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2019 C. Permenaker No. 5 Tahun 2018 D. UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 Kunci Jawaban: B

Soal 2: Identifikasi Faktor Fisik Pekerja di bagian textile weaving (penenunan) terpapar kebisingan sebesar 95 dB selama 8 jam sehari tanpa menggunakan earplug. Setelah 5 tahun, ia mengeluh sulit mendengar percakapan. Jenis identifikasi awal yang paling tepat dilakukan adalah pemeriksaan… A. Spirometri B. Audiometri C. Rontgen Thorax D. Elektrokardiogram (EKG) Kunci Jawaban: B

Soal 3: Identifikasi Faktor Kimia Seorang pekerja di pabrik cat sering mengeluh pusing dan mual. Setelah dilakukan pemantauan lingkungan, ditemukan kadar Benzena yang tinggi. Penyakit yang berisiko timbul akibat paparan Benzena secara kronis berkaitan dengan gangguan pada sistem… A. Pernapasan (Asma) B. Integumen (Dermatitis) C. Hematopoietik (Leukemia/Anemia) D. Otot Rangka (Low Back Pain) Kunci Jawaban: C

Soal 4: Prosedur Diagnosa Dalam langkah ke-4 diagnosa okupasi, praktisi K3 perlu melakukan evaluasi terhadap besarnya pajanan. Metode yang dilakukan adalah dengan cara… A. Menanyakan riwayat penyakit keluarga B. Melakukan pengukuran lingkungan kerja (sampling udara/noise) C. Memberikan obat-obatan antibiotik D. Melakukan wawancara mengenai hobi pekerja Kunci Jawaban: B

Soal 5: Identifikasi Ergonomi Pekerja bagian gudang sering melakukan aktivitas manual handling berupa pengangkatan beban 30kg secara berulang dengan posisi membungkuk. Keluhan kesehatan yang paling mungkin muncul dan perlu diidentifikasi adalah… A. Carpal Tunnel Syndrome B. Low Back Pain (LBP) C. Silikosis D. Dermatitis Kontak Kunci Jawaban: B

Soal 6: Masa Laten PAK Mengapa identifikasi PAK pada kasus Kanker Mesotelioma akibat Asbes dianggap sulit dalam pengawasan K3? A. Karena gejalanya sangat jelas sejak hari pertama B. Karena memiliki masa laten yang sangat panjang (15-40 tahun) C. Karena tidak ada alat ukur untuk debu asbes D. Karena penyakit ini menular antar pekerja Kunci Jawaban: B

Soal 7: Identifikasi Faktor Biologi Tenaga kesehatan yang menangani pasien tuberkulosis tanpa menggunakan masker N95 berisiko tertular. Identifikasi agen penyebab dalam kasus ini masuk dalam kategori faktor… A. Kimia B. Biologi C. Psikososial D. Mekanik Kunci Jawaban: B

Soal 8: Pengendalian Risiko Hasil Identifikasi Setelah dilakukan identifikasi bahwa debu silika di area blasting melebihi NAB, langkah pengendalian teknis yang paling efektif menurut hierarki pengendalian adalah… A. Memberikan masker kain kepada pekerja B. Melakukan rotasi kerja setiap 2 jam C. Memasang sistem ventilasi lokal (Local Exhaust Ventilation) D. Memberikan ekstra pudding (susu) Kunci Jawaban: C

Soal 9: Perbedaan Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Umum Apa yang membedakan Penyakit Akibat Kerja dengan Penyakit Terkait Kerja (Work Related Disease)? A. PAK disebabkan secara spesifik oleh pekerjaan, sedangkan Terkait Kerja diperberat oleh kondisi kerja. B. PAK hanya diderita oleh manajer, Terkait Kerja oleh buruh. C. PAK tidak mendapatkan kompensasi, Terkait Kerja dapat. D. Tidak ada perbedaan di antara keduanya. Kunci Jawaban: A

Soal 10: Alat Ukur Identifikasi Untuk mengidentifikasi paparan panas (heat stress) pada pekerja di area dapur industri atau peleburan logam, praktisi K3 menggunakan alat… A. Lux Meter B. Sound Level Meter C. WBGT Meter (Indeks Suhu Basah dan Bola) D. Anemometer Kunci Jawaban: C

Pentingnya Rekam Medis dalam Identifikasi PAK

Hasil identifikasi Penyakit Akibat Kerja sangat bergantung pada kualitas data rekam medis dan rekam kesehatan kerja. Seorang praktisi K3 harus mampu membaca tren dari hasil pemeriksaan kesehatan berkala (MCU). Jika ditemukan sekumpulan pekerja di departemen yang sama memiliki penurunan fungsi paru secara bersamaan, ini adalah alarm keras bahwa terjadi kegagalan sistem pengendalian debu di area tersebut.

Identifikasi yang akurat tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga melindungi aset perusahaan dari tuntutan hukum yang tidak perlu dan memastikan keberlangsungan bisnis yang sehat.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Cookies Premium Bonava Karya Mahasiswa FEB di Teknokrat Academic Expo 2026

Kesimpulan

Melalui latihan soal uji kompetensi ini, Anda diharapkan memahami bahwa identifikasi PAK bukan sekadar menebak penyakit, melainkan sebuah proses investigasi ilmiah. Memahami 7 langkah diagnosa, mengenal ambang batas faktor fisik dan kimia, serta jeli melihat ketidaksesuaian ergonomi adalah kunci kelulusan Anda dalam ujian sertifikasi K3.

Penulis: marfel

Views: 2

Post Comment