Latihan Soal Dominansi Tak Sempurna untuk SMA + Kunci Jawaban

Dominansi tak sempurna merupakan salah satu materi genetika yang penting dipelajari di SMA, terutama pada kelas X dan XI. Materi ini termasuk dalam pembahasan pewarisan sifat dan variasi genetik. Dominansi tak sempurna terjadi ketika alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif, sehingga menghasilkan fenotipe perantara pada individu heterozigot. Materi ini sering muncul dalam soal ujian sekolah, ujian nasional, dan olimpiade sains. Untuk membantu siswa SMA mempersiapkan diri, artikel ini menyajikan latihan soal dominansi tak sempurna lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Soal-soal disusun mulai dari level dasar hingga menengah agar sesuai dengan kebutuhan siswa SMA.

Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan

Pengertian Dominansi Tak Sempurna

Dominansi tak sempurna adalah kondisi pewarisan sifat di mana alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif. Akibatnya, keturunan heterozigot menunjukkan fenotipe campuran atau intermediate antara kedua induk. Contoh klasik dominansi tak sempurna adalah pada bunga Mirabilis jalapa yang menghasilkan warna merah, putih, dan merah muda. Pada dominansi tak sempurna, genotipe dapat ditulis sebagai:

  • AA = fenotipe dominan
  • Aa = fenotipe campuran
  • aa = fenotipe resesif

Rasio fenotipe pada persilangan heterozigot biasanya 1:2:1, berbeda dengan dominansi sempurna yang menghasilkan rasio 3:1.

🔖 Baca juga:
Memahami Esensi Psikotes di Tahun 2025

Ciri-ciri Dominansi Tak Sempurna

Sebelum mengerjakan soal, siswa perlu memahami ciri-ciri dominansi tak sempurna. Pertama, keturunan heterozigot memiliki fenotipe berbeda dari kedua induknya. Kedua, fenotipe heterozigot berada di antara fenotipe dominan dan resesif. Ketiga, rasio fenotipe pada persilangan Aa x Aa adalah 1:2:1. Keempat, sifat ini sering terjadi pada gen yang mempengaruhi warna atau pigmentasi. Kelima, genotipe dapat ditentukan dari fenotipe jika fenotipe heterozigot terlihat jelas.

Latihan Soal Dominansi Tak Sempurna untuk SMA

Berikut latihan soal dominansi tak sempurna yang dirancang untuk siswa SMA. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar siswa dapat memahami cara menyelesaikannya.

Soal 1
Pada tanaman bunga, alel R menghasilkan bunga merah, alel r menghasilkan bunga putih. Jika terjadi dominansi tak sempurna, persilangan antara bunga merah (RR) dengan bunga putih (rr) menghasilkan semua keturunan berwarna merah muda. Jika dua tanaman merah muda disilangkan, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?

Kunci Jawaban: 1 merah : 2 merah muda : 1 putih
Pembahasan: Persilangan Rr x Rr menghasilkan genotipe 1 RR : 2 Rr : 1 rr. Fenotipe sesuai genotipe, sehingga rasio fenotipe 1 merah : 2 merah muda : 1 putih.

Soal 2
Pada bunga snapdragon, warna merah (RR) dan putih (rr) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika bunga merah disilangkan dengan bunga merah muda (Rr), berapa kemungkinan keturunan berwarna putih?

Kunci Jawaban: 0%
Pembahasan: Persilangan RR x Rr menghasilkan genotipe 1 RR : 1 Rr. Tidak ada genotipe rr, sehingga kemungkinan warna putih 0%.

Soal 3
Pada manusia, alel A menghasilkan kulit gelap, alel a menghasilkan kulit terang. Jika dua orang berkulit sedang (Aa) menikah, berapa peluang anak mereka berkulit gelap?

Kunci Jawaban: 25%
Pembahasan: Persilangan Aa x Aa menghasilkan rasio genotipe 1 AA : 2 Aa : 1 aa. Anak berkulit gelap = AA = 1/4 atau 25%.

Soal 4
Pada tanaman jagung, alel T menghasilkan tanaman tinggi, alel t menghasilkan tanaman pendek. Dominansi tak sempurna menghasilkan tanaman sedang pada heterozigot. Jika tanaman tinggi (TT) disilangkan dengan tanaman pendek (tt), dan F1 disilangkan dengan tanaman tinggi (TT), berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?

Kunci Jawaban: 1 tinggi : 1 sedang
Pembahasan: F1 dari TT x tt adalah Tt (sedang). Persilangan Tt x TT menghasilkan genotipe 1 TT : 1 Tt. Fenotipe 1 tinggi : 1 sedang.

Soal 5
Pada bunga, alel B menghasilkan bunga biru, alel b menghasilkan bunga putih. Jika terjadi dominansi tak sempurna, persilangan antara bunga biru (BB) dan bunga putih (bb) menghasilkan bunga ungu. Jika bunga ungu disilangkan dengan bunga putih, berapa kemungkinan keturunan berwarna ungu?

Kunci Jawaban: 50%
Pembahasan: Persilangan BB x bb menghasilkan Bb (ungu). Persilangan Bb x bb menghasilkan 1 Bb : 1 bb. Peluang ungu (Bb) = 50%.

Soal 6
Pada tanaman, alel C menghasilkan daun hijau tua, alel c menghasilkan daun hijau muda. Jika dominansi tak sempurna terjadi, daun heterozigot berwarna hijau sedang. Jika tanaman hijau sedang disilangkan dengan tanaman hijau muda, berapa rasio keturunan hijau muda?

Kunci Jawaban: 1 hijau sedang : 1 hijau muda
Pembahasan: Persilangan Cc x cc menghasilkan genotipe 1 Cc : 1 cc. Fenotipe 1 hijau sedang : 1 hijau muda.

Soal 7
Pada hewan, alel S menghasilkan suara keras, alel s menghasilkan suara lemah. Jika dominansi tak sempurna terjadi, heterozigot menghasilkan suara sedang. Jika hewan suara keras (SS) disilangkan dengan hewan suara sedang (Ss), berapa persentase keturunan ber-suara sedang?

Kunci Jawaban: 50%
Pembahasan: Persilangan SS x Ss menghasilkan 1 SS : 1 Ss. Persentase suara sedang (Ss) = 50%.

Soal 8
Pada bunga, warna merah (RR) dan putih (rr) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika dua bunga merah muda disilangkan, berapa peluang keturunan berwarna merah?

Kunci Jawaban: 25%
Pembahasan: Persilangan Rr x Rr menghasilkan rasio genotipe 1 RR : 2 Rr : 1 rr. Peluang merah (RR) = 1/4 atau 25%.

Soal 9
Pada tanaman, alel P menghasilkan buah besar, alel p menghasilkan buah kecil. Jika dominansi tak sempurna terjadi, buah heterozigot berukuran sedang. Jika tanaman buah besar (PP) disilangkan dengan buah kecil (pp), dan F1 disilangkan dengan F1, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?

Kunci Jawaban: 1 besar : 2 sedang : 1 kecil
Pembahasan: Persilangan PP x pp menghasilkan F1 Bb (sedang). F1 x F1 menghasilkan rasio fenotipe 1 besar : 2 sedang : 1 kecil.

Soal 10
Pada manusia, warna rambut hitam (HH) dan rambut pirang (hh) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika seorang pria rambut hitam heterozigot (Hh) menikah dengan wanita rambut pirang (hh), berapa peluang anak mereka berambut hitam?

Kunci Jawaban: 50%
Pembahasan: Persilangan Hh x hh menghasilkan 1 Hh : 1 hh. Peluang rambut hitam (Hh) = 50%.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat Terbaik PTN/PTS di Indonesia versi Webometrics

Tips Cepat Mengerjakan Soal Dominansi Tak Sempurna

Agar bisa mengerjakan soal dominansi tak sempurna dengan cepat, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Pertama, ingat rasio fenotipe dasar 1:2:1 untuk persilangan Aa x Aa. Kedua, gunakan tabel Punnett untuk mempermudah perhitungan. Ketiga, pastikan memahami simbol alel dominan dan resesif. Keempat, identifikasi terlebih dahulu genotipe induk sebelum menghitung rasio keturunan. Kelima, latihan soal secara rutin agar terbiasa dengan pola persilangan.

Kesimpulan

Dominansi tak sempurna adalah materi genetika yang penting dan sering muncul pada soal ujian SMA. Dengan memahami konsep dan pola persilangan, siswa dapat menyelesaikan soal dengan lebih mudah. Artikel ini telah menyajikan latihan soal dominansi tak sempurna untuk SMA lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.

Penulis:Loveytha

Post Comment